News / Hankam / Berita

KontraS Minta Panglima TNI yang Baru Tak Promosikan Perwira yang Terlibat Pelanggaran HAM

akurat logo
Yohanes Antonius
Kamis, 07 Desember 2017 18:28 WIB
Share
 
KontraS Minta Panglima TNI yang Baru Tak Promosikan Perwira yang Terlibat Pelanggaran HAM
Staf Biro Riset KontraS Ananto Setiawan meminta Panglima yang baru untuk tidak mempromosikan perwira yang terlibat pelanggaran HAM masa lalu. AKURAT.CO/Yohanes Antonius

AKURAT.CO, Meski belum resmi menerima tongkat komando TNI dari Jenderal Gatot Nurmantyo, Marsekal Hadi Tjahjanto sudah dibayangi deretan pekerjaan rumah (PR). Salah satunya, dugaan pelanggaran HAM berat masa lalu yang melibatkan oknum militer.

Staf Biro Riset KontraS Ananto Setiawan mengatakan Marsekal Hadi harus komitmen untuk tidak melakukan promosi jabatan kepada oknum TNI yang pernah terlibat pelanggaran HAM masa lalu seperti penculikan aktifis 1997-1998 serta kasus pelanggaran HAM berat lainnya. 

"Kalau memang TNI berkomitem untuk mengungkap kasus pelanggaran HAM masa lalu yang pertama panglima TNI yang baru tidak boleh memberikan promosi jabatan kepada pejabat TNI yang melakukan pelanggaran HAM masa lalu," tegas Ananto saat ditemui di kantornya di kawasan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (7/12).

Tak hanya itu dia juga meminta Marsekal Hadi membuka dokumen pelaggaran yang melibatkan anggota TNI serta berani merevisi undang - undang peradilan militer yang dinilai sangat merugikan masyarakat sipil. Sebab dia menilai proses peradilan militer sangat tertutup untuk masyarakat sipil sehingga transparasi dan akuntabilitas TNI sangat susah diwujudkan dalam tubuh TNI. 

"Kita sempat ngajuin permintaan dokumen mantan perwira yang diduga terlibat dalam kasus pelanggaran HAM masa lalu dan tidak dikasih, dan Kenyataannya peradilan militer ini sangat tertutup dan akses masyarakat sipil sangat sulit, jadi untuk mengukur tranparasi dan akuntabilitasnya susah sekali," ungkapnya.

Karenanya dia mengatakan pihaknya berharap Marsekal Hadi  harus bisa memastikan jajaran di tubuh militer yang dipimpinnya mengikuti agenda-agenda reformasi TNI.

"Agenda reformasi TNI seperti Akuntabilitas, keterbukaan, dan profesionalitas TNI di era reformasi pasca runtuhnya rezim orde baru seperti yang telah diatur dalam tap MPR RI nomor VI/MPR/2000 tentang pemisahan TNI dan Polri," ujarnya.[]


Editor. Ridwansyah Rakhman

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Rupiah Masih Lembek, Dekati Level Rp14.000 per USD

Kamis, 26 April 2018 10:19 WIB

Reza: Imbal hasil sejumlah obligasi AS membuat ruang pergerakan Rupiah kian sempit dan menutup peluang untuk terjadinya balik arah


IHSG Masih Belum Melek Awal Perdagangan

Kamis, 26 April 2018 10:16 WIB

Dalam pembukaan perdagangan Kamis (26/4) menghasilkan transaksi perdagangan mencapai Rp350,44 miliar.


Preview: Jalan Terjal Arsenal Dapatkan Kado Perpisahan

Kamis, 26 April 2018 10:15 WIB

Kemenangan akan menjadi kado terindah bagi Arsene Wenger yang akhir musim ini meninggalkan bangku kepelatihan Arsenal.


Padukan Musik dan eSports, Festival Hyperplay 2018 Segera Hadir

Kamis, 26 April 2018 10:10 WIB

Untuk ranah eSports, festival tersebut menggelar turnamen League of Legends.


Palak Sopir Truk, Empat Preman Kampung Diciduk Polisi

Kamis, 26 April 2018 10:09 WIB

Kawanan tersebut tertangkap basah saat tengah memalak sopir yang sedang melintas


Semburan Api di Sumur Minyak Padam, Muncul Semburan Gas Setinggi 70 Meter

Kamis, 26 April 2018 10:05 WIB

Api padam dengan sendirinya sekitar pukul 05.00 WIB pagi tadi.


Pemerintah Klaim Harga Pangan Jelang Bulan Puasa Terpantau

Kamis, 26 April 2018 10:05 WIB

Pemerintah tetapkan HET beras medium wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB dan Sulawesi sebesar Rp9.450 per kilogram.


Bamsoet Minta Perpres TKA Tidak Dipolitisasi

Kamis, 26 April 2018 09:56 WIB

Ketua DPR: Selama 3,5 tahun pemerintahan Jokowi-JK setidaknya sudah menciptakan 8.460.000 lapangan kerja baru bagi bangsa Indonesia.


Apa Kabar 8 Blok WK Migas Terminasi?

Kamis, 26 April 2018 09:45 WIB

Nicke: Proses pengambil alihan delapan WK migas tersebut sedang berjalan, dalam satu bulan ke depan 3 dari 8 WK sudah dialihkan ke Pertamina


PSSI Jelaskan Alasan Kembali Tunjuk Indra Sjafri Sebagai Pelatih

Kamis, 26 April 2018 09:42 WIB

Indra Sjafri kembali dipercaya menukangi Timnas Indonesia U-19.


Anies Baswedan: Satpol PP Siap Kawal Pilkada Serentak

Kamis, 26 April 2018 09:36 WIB

Anies berharap Satpol PP dan Satlinmas dapat menjaga ketentraman dan ketertiban sebelum atau saat pelaksanaan pemilihan kepala daerah.


Tiga Kelompok Industri Ini Bisa Dapat Tax Allowance, Apa Saja?

Kamis, 26 April 2018 09:35 WIB

Pemerintah masih melakukan finalisasi kebijakan 'tax allowance' dan akan tertuang pada revisi PP No 18 Tahun 2015.


Pemkab Tangerang Gandeng Swasta Optimalkan Pemasaran Produk Unggulan UMKM

Kamis, 26 April 2018 09:29 WIB

Maesyal: Masih banyak pengusaha UMKM lokal yang belum memanfaatkan internet untuk pemasaran sehingga pembeli hanya dari kalangan terbatas.


Indra Sjafri Berniat Bawa Timnas U-19 Berlaga di Piala Dunia

Kamis, 26 April 2018 09:20 WIB

Indra Sjafri kembali dipercaya menukangi Timnas Indonesia U-19.


Pertamina Andalkan Blok Mahakam, Cegah Potensi Lost Pendapatan

Kamis, 26 April 2018 09:16 WIB

Nicke yakin Pertamina mampu mempertahankan dan meminimalkan potensi lost pendapatan dengan berbagai cara