Dituding Gagal Selamatkan Hutan, Ini Bantahan TFCA Sumatera

akurat logo
Damai Mendrofa
Rabu, 29 November 2017 12:01 WIB
Share
 
Dituding Gagal Selamatkan Hutan, Ini Bantahan TFCA Sumatera
Hutan di Sumatera Utara. AKURAT.CO/Damai Mendrofa

AKURAT.CO, Tropical Forest Conservation Action for Sumatera (TFCA-Sumatera) melayangkan bantahan atas tudingan kegagalan menyelamatkan hutan di Sumatera Utara.

Dalam jawaban resmi yang dikirim melalui rilis Manajer Komunikasi dan Outreach Ali Sofiawan kepada AKURAT.CO, Rabu (29/11) mengatakan ingin meluruskan tudingan tersebut.

Pernyataan bahwa deforestasi hutan di Sumatera Utara meningkat khususnya di projek TFCA-Sumatera dalam 8 tahun terakhir seperti dinyatakan dalam pemberitaan itu tidak dapat dipertanggungjawabkan validitasnya.  Kata‘meningkat’ tidak didukung oleh data yang jelas dan terukur,” kata Ali

Faktanya, lanjut Ali, di Sumatera Utara TFCA-Sumatera melalui mitra-mitranya telah melakukan kegiatan restorasi kawasan sejak tahun 2011. 

Melalui mitra Yayasan Orangutan Sumatera Lestari (YOSL) misalnya, telah direstorasikawasan Taman Nasional Gunung Leuser(TNGL) seluas 170 ha di Resort Sei Betung dan rehabilitasi kawasan di kawasan Bukit Mas seluas 70 ha.

Bahkan mitra kami telah mengembangkan suatu model rehabilitasi yang mengkombinasikan antara tanaman cepat tumbuh dan lambat tumbuh untuk menjamin restorasi yang berhasil dan berkelanjutan yang dapat diaplikasikan di berbagai daerah. Sebagai dampaknya, kawasan yang dulu gersang kini hijau.  Bahkan mantan petani sawit yang dulu merambah kini justru menjadi pelopor terdepan dalam kegiatan restorasi di sana,” urai Ali.

Di kawasan Pakpakbarat,  lanjut Ali sejak 2015 mitra Petai mendorong Perhutanan Sosial dengan skema Hutan Kemasyarakatan (HKm) dengan kawasan hutan yang dilindungi dan dimanfaatkan seluas 376 ha yang meliputi 3 desa di 2 kecamatan.   Sebanyak 70 KK mendapat manfaat darikegiatan ini. 

Berlanjut pendekatan sekolah lapang yang dikenalkan membawa perubahan cara bertani masyarakat dengan lebih baik hingga produktifitas meningkat. 

Sementara di kawasan Batang Toru, mitra Petra melakukan perlindungan hutanseluas 654 ha di Desa Simangumban Jae dan Desa Adian Koting, Tapanuli Utara melalui mekanisme Perhutanan Sosial hutan Kemasyarakatan (HKm).

Selain itu, dibangun pula mikrohidro di dusunAek Mateo Jae, Desa Adian Koting untuk 29 KK, sehingga masyarakat yang tinggal di tempat terpencil tersebut merasakan manfaat dari adanya listrik danberjanjimenjagahutandarisegalakegiatan yang berpotensi merusak hutan.  Sungai yang terjaga juga dibuatkan aturan lubuk larangan sehingga dalamwaktu-waktu tertentu masyarakat dapat menerima manfaat ekonomi dari panen ikan yang melimpah,” katanya.

Dari kawasan TN Batang Gadis, sambung Ali, mitra Sumatera Rainforest Institute berhasil membantu masyarakat lokal dalam mengembangkan ekonominya dari budidaya kopi. 

Sebanyak 2 unit usahak operasi telah dikembangkan dan berhasil dipasarkan hingga keluar Sumatera. Kopi yang dikemas dengan baik bahkan sudah mendapat pengakuan indikasi geografis dari pemerintah,” katanya.

Sebelumnya tudingan kegagalan TFCA diungkap Sekretaris Jenderal Komunitas Peduli Hutan Sumatera Utara (KPHSU), Jimmy Panjaitan.

Dia menilai, program TFCA untuk kawasan hutan di Sumatera Utara belum menunjukkan kinerja yang semestinya.

Berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, bahwa deforestasi hutan di Sumatera Utara dalam kurun waktu delapan tahun ini cenderung meningkat terutama di landscape project TFCA Sumatera.

“Kita lihat saja, deforestasi hutan terutama di kawasan landscape project nya TFCA ini meningkat. Banyak kawasan hutan yang dikonversi menjadi perkebunan monokultur,” kata Jimmy dalam siaran pers di Medan, Selasa (28/11).

Senada dengan itu, Direktur Eksekutif ELSAKA (Lembaga Studi dan Advokasi Kebijakan), Bekmi Darusman Silalahi menilai, project TFCA Sumatera di Wilayah Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan belum pernah disentuh dan tidak ada sama sekali upaya konservasi. Dirinya menduga TFCA Sumatera tidak berani memasuki wilayah Angkola karena kompleksnya persoalan lingkungan disana.

“Kawasan Angkola, sampai sekarang belum ada disentuh atau ada upaya konservasi. Kita menduga TFCA Sumatera tidak berani masuk karena masalah lingkungan yang sangat kompleks,” ucapnya.[]


Editor. Melly Kartika Adelia

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Airlangga: Golkar Bahas Cawapres Jokowi Setelah Pilkada

Selasa, 22 Mei 2018 03:15 WIB

"Mengenai cawapres kita bahas pascapilkada,"


Rehabilitasi Jaringan Irigasi, Pemprov Bengkulu Kucurkan Rp1,2 juta per hektare

Selasa, 22 Mei 2018 03:08 WIB

Dinstan Mukomuko optimis rehabilitasi jaringan irigasi tersier rusak dan peningkatan jaringan irigasi selesai pada tahun ini


Kembangkan Teknologi AI, Microsoft Akuisisi Semantic Machines

Selasa, 22 Mei 2018 03:05 WIB

Semantic Machines menggambarkan dirinya sebagai perusahaan yang mengembangkan teknologi dasar.


BPPTKG: Status Gunung Merapi Naik Jadi Siaga

Selasa, 22 Mei 2018 02:37 WIB

Status gunung berapi dinakan oleh pihak BPPTKG pada Senin (21/5) sekitar pukul 23.00 WIB.


TNI Sebut Doktrin Teroris Kuat di Dunia Maya

Selasa, 22 Mei 2018 02:30 WIB

"Dunia maya lebih rumit karena mereka bermain pada wilayah doktrin dan pikiran,"


Ketua DPR: Lapor Aparat Jika Ada Kelompok Meresahkan

Selasa, 22 Mei 2018 02:00 WIB

"Jangan ragu melaporkan kepada aparat hukum maupun pemimpin lingkungan setempat jika melihat kelompok mencurigakan,"


20 Tahun Reformasi, Fahri Hamzah: Sistemnya Sudah Baik Tapi Pemimpinnya Enggak

Selasa, 22 Mei 2018 01:57 WIB

"Sistemnya udah baik. apa yang belum suskes, pemimpinnya yang belum baik,"


Pencuri 43 Unit Motor di Kendari Diringkus Polisi

Selasa, 22 Mei 2018 01:30 WIB

Pelaku yang berinisial "Swr" (43), dalam menjalankan aksinya selalu sendiri dan tidak melibatkan orang lain.


Berupaya Masukan Sabu ke LP, Kernet Mobil di Aceh Diamankan Polisi

Selasa, 22 Mei 2018 01:20 WIB

"Yang bersangkutan ditangkap setelah adanya laporan dari pihak petugas Lapas,"


Ruth Bader Ginsburg Hampir Menjadi Anggota X-Force Deadpool

Selasa, 22 Mei 2018 01:05 WIB

Seseorang mungkin ada memperhatikan ketika Deadpool sedang membalik-balik foto kandidat.


Dikritik, Tarawih Akbar di Monas Dipindahkan ke Masjid Istiqlal

Selasa, 22 Mei 2018 01:00 WIB

"Jadi kita mendengar apa yang disampaikan para ulama dan kita dalam urusan ibadah, urusan agama merujuk kepada para ulama,"


Ajang Penelitian di Malaysia, Tim SMA Matauli Pandan Raih Prestasi

Selasa, 22 Mei 2018 00:56 WIB

SMA Negeri 1 mengirimkan 13 tim peserta dengan jumlah siswa sebanyak 73 orang


Melawan, Penyelundup Sabu Kemasan Teh Cina Tewas Didor Polisi

Selasa, 22 Mei 2018 00:30 WIB

"Pada saat pengembangan tersangka Fatah mencoba melawan petugas, dilumpuhkan dengan tembakan,"


Jari 98 Dukung Faisal Assegaf Laporkan Politisi PKS ke Polda Metro Jaya

Selasa, 22 Mei 2018 00:20 WIB

"Itu langkah yang tepat dan patut kita dukung dengan keberanian saudara Faizal Assegaf,"


Madagaskar Muncul Sebagai Hotspot Baru Hiu Paus

Selasa, 22 Mei 2018 00:05 WIB

Hiu paus yang terancam punah ditemukan dalam jumlah besar.