Presiden Iran Usut Penyebab Gedung Proyek Pemerintah Roboh Saat Gempa

akurat logo
Safaraz
Rabu, 15 November 2017 01:31 WIB
Share
 
Presiden Iran Usut Penyebab Gedung Proyek Pemerintah Roboh Saat Gempa
Presiden Iran Hassan Rouhani. BBC

AKURAT.CO, Presiden Iran Hassan Rouhani berjanji mengusut para pelaku yang bertanggung jawab atas robohnya gedung proyek pemerintah saat gempa bumi 7,3 Skala Richter (SR) pada Minggu (12/11).

Dia mengatakan gedung proyek pemerintah itu roboh saat gedung milik swasta tetap berdiri kokoh. Saat dia berbicara di lokasi bencana, kota Sarpol-e Zahab, dia menunjuk dua gedung, satu gedung roboh dan satu gedung masih kokoh berdiri. Gedung yang roboh adalah bagian dari proyek pemerintah.

Lebih dari 400 orang tewas dan hampir 8.000 orang terluka akibat gempa tersebut. Meski laporan awal dari kantor berita Irna menyebutkan ada 530 orang tewas, korban tewas telah direvisi menjadi 432 orang.

Pemerintah berupaya mengirimkan bantuan ke provinsi Kermanshah di barat Iran, tempat ratusan rumah hancur dan warga terpaksa tidur di luar ruangan dalam suhu mendekati nol derajat Celsius. Rouhani mengunjungi daerah bencana pada Selasa (14/11) yang merupakan hari berkabung nasional untuk mengenang para korban gempa. Saat kunjungan itu dia berpidato dan disiarkan langsung di televisi.

Dia menjelaskan, pemerintah akan memberikan bantuan uang tunai pada warga yang rumahnya hancur. Dia pun berjanji mengusut para pelaku yang dianggap melakukan pembangunan gedung di bawah standar keamanan. “Siapa yang harus disalahkan?” kata dia, dikutip BBC, Rabu (15/11).

“Ini masalah yang harus kita ketahui. Kita harus menemukan para pelaku dan orang yang menunggu kita menangkap para pelaku. Kami akan melakukan itu,” tegas Rouhani.

Foto yang beredar di media social menunjukkan satu gedung swasta tidak roboh dan satu gedung milik proyek Mehr roboh. Mehr merupakan proyek mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad untuk membangun dua juta unit rumah bagi warga berpenghasilan rendah.[]


Editor. Ainurrahman

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Polres Tangsel Ungkap Kronologi Kasus Penyebar Konten Pornografi

Selasa, 23 Januari 2018 22:25 WIB

Tim Vipers Polres Tangerang Selatan (Tangsel) mengungkap penyebar konten video pornografi melalui media elektronik.


Wiranto: Pak OSO Ketum Hanura yang Sah

Selasa, 23 Januari 2018 22:21 WIB

Mulai hari ini OSO kembali menjadi ketua umum DPP Hanura.



Dalami Kasus Penembakan, Polisi Minta Pendapat Ahli

Selasa, 23 Januari 2018 22:04 WIB

Tim penyidik Polresta Bogor Kota dan Polda Jawa Barat meminta pendapat sejumlah ahli untuk penyelidikan yang dilakukan oknum Brimob


Latih ASN, Kemenpan Bakal Tiru Sistem Telkom Corporate University

Selasa, 23 Januari 2018 22:00 WIB

ASN harus bisa menghadapi tantangan masa kini.


BMKG Pastikan Isu Gempa Susulan Berkekuatan 7,5 SR Hoax

Selasa, 23 Januari 2018 21:48 WIB

Aktifitas Gempa di Banten terus melemah.


Bawaslu Riau Bentuk Tim Siber Pantau Keterlibatan ASN dalam Politik

Selasa, 23 Januari 2018 21:41 WIB

Selamanya, ASN itu haram menyentuh dunia politik.


Dulang Suara di Madura untuk Khofifah-Emil, Demokrat Optimalkan Kyai Kampung

Selasa, 23 Januari 2018 21:40 WIB

Kami maksimalkan kyai kampung karena mereka langsung bersentuhan dengan masyarakat bawah.


Kalahkan Perseru, Persebaya Berpeluang ke Perempatfinal

Selasa, 23 Januari 2018 21:39 WIB

Persebaya mengumpulkan empat poin dan berpeluang ke perempatfinal Piala Presiden 2018.


KPK Ingin Tangani Korupsi di Sektor Swasta, Arsul Sani: Harus Revisi UU KPK

Selasa, 23 Januari 2018 21:34 WIB

Arsul meminta KPK tidak bernafsu besar untuk terlibat menangani perkara korupsi yang ada di sektor swasta.


Chiangrai United Kubur Mimpi Bali United Berlaga di Liga Champions Asia

Selasa, 23 Januari 2018 21:32 WIB

Bali United tak berdaya menghadapi wakil Thailand di perpanjangan waktu.


Polrestra Bogor Belum Bisa Simpulkan Kronologi Penembakan

Selasa, 23 Januari 2018 21:32 WIB

Polrestra Bogor Kota belum bisa menyimpilkan kronologi peristiwa penembakan.


Wiranto Imbau DPD dan DPC Konsentrasi Persiapan Verifikasi Faktual

Selasa, 23 Januari 2018 21:30 WIB

Tidak ada lagi kubu OSO atau Daryatmo.


Terkait Beras 4,5 Ton, BPBD Pidie Jaya: Saya Tidak Bertanggung Jawab

Selasa, 23 Januari 2018 21:24 WIB

Untuk menyuplai beberapa sak beras ke desa-desa, pihaknya selalu mengeluarkan izin.