News / Hukum / Berita

Ahli: Dari Segi Ilmu Politik, Presidential Threshold Sulit Diterima

akurat logo
Deni Muhtarudin
Rabu, 15 November 2017 01:02 WIB
Share
 
Ahli: Dari Segi Ilmu Politik, Presidential Threshold Sulit Diterima
Sidang MK mendengarkan Keterangan Ahli Presiden dan Ahli Pihak Terkait di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (25/10). . AKURAT.CO/ Deni Muhtarudin

AKURAT.CO, Para pemohon uji materi Pasal 222 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK) menghadirkan Pakar Ilmu Politik, Djayadi Hanan, sebagai Ahli dalam persidangan di Gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (14/11).

Djayadi Hanan yang juga Dosen Ilmu Politik di Universitas Paramadina itu mengungkapkan, dinilai dari segi ilmu politik, ketentuan tentang Ambang Batas Pencalonan Presiden (Presidential Threshold) yang tercantum dalam Pasal 222 tersebut sulit diterima.

"Sepanjang yang saya ketahui, sulit untuk mencari pembenaran atau justifikasi yang logis, teoritis maupun contoh-contoh empiris yang mendukung ketentuan tersebut," ungkapnya dalam sidang.

Menurut Djayadi, setidaknya ada empat kesalahan fatal dalam penerapan aturan Ambang Batas tersebut. Pertama, ketentuan tersebut tidak sejalan dengan logika pemurnian sistem pelaksanaan presidensil, yang menjadi salah satu pertimbangan adanya pemilu serentak.

"Kedua, ketentuan ini potensial untuk bertentangan dengan konstitusi. Ketiga, secara politik sulit untuk mencari pembenaran yang kuat atas adanya ambang batas pencalonan presiden dalam pemilu serentak, baik dari segi teoritis maupun dari contoh-contoh empirik," ujarnya.

Keempat, lanjut Djayadi, alasan para pendukung ambang batas bahwa ambang batas pencalonan presiden itu akan meningkatkan kualitas demokrasi dan penguatan sistem presidensil adalah alasan yang lemah.

Sekadar informasi, para pemohon yang menghadirkan Djayadi Hanan sebagai Ahli dalam sidang kali ini diantaranya adalah Partai Bulan Bintang (PBB), Perludem dan Mantan Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay.[]


Editor. Ainurrahman

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Kapolri: TNI-Polri Harus Kompak Jaga Keutuhan NKRI

Sabtu, 21 April 2018 00:41 WIB

TNI dan Polri dalam menjaga keutuhan negara harus bersinergi.


Demokrat Masih Buka Peluang Koalisi dengan Jokowi dan Prabowo

Sabtu, 21 April 2018 00:30 WIB

Semua peluang sama besarnya.


Sandiaga Uno Harap PKS Dapat Jadi Bagian Wujudkan Jakarta Sejahtera

Sabtu, 21 April 2018 00:15 WIB

Kemitraan antara Pemprov DKI dengan PKS bisa terus berjalan dengan harmonis.


Wanita Militer Miliki Peran Strategis Bagi Peradaban Manusia

Sabtu, 21 April 2018 00:03 WIB

ak bisa dibayangkan jika seorang ibu melupakan atau melalaikan kewajibannya .


Viral Video Jari 98 Siap Dukung Aktivis Jadi Presiden 2019

Jumat, 20 April 2018 23:55 WIB

Tolak capres latar belakang militer 2019.


Amien Rais Patahkan Wacana Poros Ketiga Pilpres 2019

Jumat, 20 April 2018 23:35 WIB

Poros ketiga itu hanya untuk membuat rame aja. Pasti head to head.


Airlangga dan Rusli Habibie Deklarasikan Relawan 'GOJO' di Palu

Jumat, 20 April 2018 23:20 WIB

Keduanya kompak mendukung Joko Widodo sebagai calon Presiden pada Pemilu 2019 mendatang.


Ketua DPR Minta Pemuka Agama Doakan Kesuksesan Atlet di Asian Games

Jumat, 20 April 2018 23:20 WIB

"Saya harap ajang Asian Games bisa meredam konflik yang mungkin timbul," kata Bambang Soesatyo.


KPK: Penetapan Tersangka Baru Kasus Century Berdasarkan Putusan Budi Mulya

Jumat, 20 April 2018 23:05 WIB

Kasus Century menjadi tanggung jawab pihak KPK untuk menyelesaikan hingga tuntas.


Tinggalkan Formappi, Sebastian Salang Maju Jadi Caleg Partai Golkar

Jumat, 20 April 2018 23:00 WIB

Keputusan untuk meninggalkan Formappi adalah sebuah panggilan moral.


Tomy Winata Tegaskan Tak Dukung Gatot Maju di Pilpres 2019

Jumat, 20 April 2018 22:46 WIB

Pak Tomy hanya berteman biasa dengan Pak Gatot Nurmantyo.


KPAI Desak Polisi Usut Kasus Penganiyaan Oleh Guru SMK di Purwokerto

Jumat, 20 April 2018 22:44 WIB

Yang dilakukan oknum guru SMK Purwokerto melanggar UU apapun alasannya.


DPR: Penamparan Murid Tak Bisa Dibenarkan, Itu Kekerasan

Jumat, 20 April 2018 22:30 WIB

Upaya mendidik atau mendisiplinkan anak dengan melakukan kekerasan tak diperbolehkan.


Presiden Trump Undang Putin ke Gedung Putih

Jumat, 20 April 2018 22:10 WIB

Trump menyatakan akan senang melihat Putin di Gedung Putih.