PBB Desak Australia Terima Tawaran Selandia Baru untuk Tampung Pengungsi

akurat logo
Muslimin
Rabu, 15 November 2017 00:34 WIB
Share
 
PBB Desak Australia Terima Tawaran Selandia Baru untuk Tampung Pengungsi
Para pengungsi di Papua Nugini. BBC

AKURAT.CO, Badan pengungsi PBB mendesak Australia menerima tawaran Selandia Baru untuk memukimkan kembali 150 pengungsi dari pusat penahanan kelolaan Australia di Papua Nugini, karena sekitar 450 orang masih dikurung tanpa makanan atau air.

Pencari suaka bersembunyi di dalam pusat penahanan selama dua minggu terakhir untuk menentang upaya Australia dan Papua Nugini menutup sarana tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka takut akan keselamatan mereka jika dipindahkan ke pusat persinggahan.

Dengan banyak tahanan mengeluhkan penyakit akibat keadaan tidak sehat di penampungan tersebut, Komisaris Tinggi Urusan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) mendesak Australia mengizinkan 150 orang bermukim di Selandia Baru.

"Kami mendesak Australia mempertimbangkan kembali hal ini dan menerima tawaran tersebut," kata Nai Jit Lam, wakil perwakilan kawasan UNHCR, Selasa (13/11).

Sebagian besar pencari suaka berasal dari Afghanistan, Iran, Myanmar, Pakistan, Sri Lanka dan Suriah.

Kebijakan "perbatasan berdaulat" Australia, di mana ia menolak mengizinkan pencari suaka tiba dengan kapal untuk mencapai pantainya, telah banyak dikritik PBB dan kelompok hak asasi manusia, namun mendapat dukungan politik bipartisan di Australia.

Australia mengatakan bahwa mengizinkan pencari suaka tiba dengan kapal untuk mencapai pantainya hanya akan mendorong penyelundup manusia di Asia, dan melihat lebih banyak orang mempertaruhkan nyawa mereka yang mencoba berlayar ke Australia.

Dua gerakan diperkenalkan di parlemen Australia oleh partai Partai Buruh dan Hijau, dan disahkan di majelis tinggi pada Selasa, meminta Perdana Menteri Malcolm Turnbull untuk menyetujui usulan Selandia Baru tersebut.

"Ini adalah noda kotor dan berdarah pada hati nurani nasional Australia," ujar Senator Partai Hijau Nick McKim kepada wartawan.

Turnbull pada bulan ini menolak tawaran pemukiman kembali pengungsi dari Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, dan lebih memilih untuk bekerja melalui kesepakatan pertukaran pengungsi yang dinegosiasikan dengan mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama tahun lalu.

Berdasarkan atas kesepakatan AS, hingga 1.250 pencari suaka yang ditahan oleh Australia di Papua Nugini dan Nauru di Pasifik Selatan dapat dimukimkan kembali di AS sebagai imbalan bagi Australia yang menerima pengungsi dari Amerika Tengah. Sejauh ini, AS hanya menerima 54 orang.

Meskipun Turnbull menolak tawaran tersebut, Ardern minggu ini mengatakan bahwa mereka tetap mendiskusikannya dan dia akan mengadakan pertemuan kedua dengan Turnbull untuk membahas situasi "yang tidak dapat diterima" di dalam pusat penahanan Pulau Manus.

Air dan listrik ke pusat terputus dua pekan lalu setelah pihak keamanan Australia ditarik dan penampungan tersebut ditutup pada 31 Oktober. Penampungan itu dinyatakan tidak sah oleh pengadilan Papua Nugini.[]


Editor. Ainurrahman

Sumber. Antara

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Tak Sampai 12 Jam, Panglima TNI: Evakuasi Sandera di Papua Bisa Dilaksanakan

Senin, 20 November 2017 07:02 WIB

"Tidak mungkin pasukan yang bergerak tanpa informasi yang akurat dan tepat"


Setnov: Saya Pikir Masih Diberi Kesempatan untuk Recovery

Senin, 20 November 2017 06:30 WIB

Setnov selesai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 01.15 WIB. Ia dibawa ke gedung KPK pada Minggu (19/11) pukul 23.35 WIB.


Disdukcapil Biak Siap Sediakan Kolom Aliran Kepercayaan di e-KTP

Senin, 20 November 2017 06:21 WIB

"Jika ada warga yang menganut aliran kepercayaan, kami jajaran Disdukcapil Biak siap memasukkan datanya di kolom agama"


Pelemahan USD Diharapkan Mampu Kerek Rupiah

Senin, 20 November 2017 06:20 WIB

Munculnya kisruh politik di pemerintah Presiden Trump diharapkan turut menambah sentimen positif pada Rupiah.


BI Direspon Positif, IHSG Balik Menguat

Senin, 20 November 2017 06:16 WIB

Tampaknya pelaku pasar tidak terlalu memperhatikan pergerakan bursa saham Asia.


Sundulan Aduritz Bikin Athletic Bilbao Raih Satu Angka

Senin, 20 November 2017 06:16 WIB

Hasil ini tak menggeser posisi Athletic Bilbao di peringkat ke-15 klasemen sementara La Liga dengan 12 angka.


Panglima TNI Terharu dengan 5 Perwira Misi Pembebasan Sandera di Papua

Senin, 20 November 2017 05:59 WIB

"Lima perwira tersebut menyampaikan kepada saya, bahwa keberhasilan milik anak buah, kegagalan adalah tanggung jawab perwira"


Gasperini: Icardi Menjadi Pembeda Inter

Senin, 20 November 2017 05:50 WIB

"Kami tahu Inter memiliki banyak peluang untuk mencetak gol dengan gaya menyerangnya."


Sebut Takbir Indikasi Teroris, DPR Desak Kapolri Copot Kapolres Dharmasraya

Senin, 20 November 2017 05:43 WIB

"Apa yang disampaikan Kapolres Dharmasraya, AKBP Roedy Yoelianto, sangat melukai hati umat Islam"


Tumbangkan "Favorit Goffin", Dimitrov Rajai Final ATP

Senin, 20 November 2017 05:36 WIB

Gelar ini merupakan yang keempat sepanjang 2017 bagi Grigor Dimitrov.


Polisi Prancis Tembak Mati Tiga Orang Lalu Bunuh Diri

Senin, 20 November 2017 05:26 WIB

"Polisi itu awalnya membunuh dua orang dengan senjatanya di jalan"


Dua Gol Icardi Bikin Rekor Tak Terkalahkan Inter Berlanjut

Senin, 20 November 2017 05:00 WIB

Inter Milan berada di posisi dua dan hanya berselisih dua poin dengan sang pemuncak klasemen Napoli yang mengemas 35 angka dari 12 laga.


Babak I: Miskin Peluang Tanpa Gol di Giuseppe Meazza

Senin, 20 November 2017 03:46 WIB

Hingga menit ke-40, baik Inter dan Atalanta, sama-sama mengemas 50 persen penguasaan bola.


Pembebasan Sandera di Papua Dilaksanakan Secara Senyap dan Teliti

Senin, 20 November 2017 03:27 WIB

"Kepolisian menyiagakan dan mengamankan warga sekitar, TNI bergerak dengan senyap"


Protes Berlebihan, Pelatih Valencia Absen Dampingi Timnya Kontra Barcelona

Senin, 20 November 2017 03:08 WIB

"Saya tidak suka ini, mereka (wasit) harus membiarkan pelatih berbicara," kata Quique Flores.