Imigrasi Malaysia Tahan 440 Pendatang Ilegal Diantaranya WN Indonesia

akurat logo
Muslimin
Selasa, 14 November 2017 22:46 WIB
Share
 
Imigrasi Malaysia Tahan 440 Pendatang Ilegal Diantaranya WN Indonesia
Ilustrasi Penangkapan . AKURAT.CO/Lukman Hakim Naba

AKURAT.CO, Jabatan Imigrasi Malaysia menahan 440 pendatang ilegal atau pendatang tanpa izin (PATI) dalam operasi di sekitar Jalan Bukit Bintang Kuala Lumpur, Selasa (14/11) petang.

Ketua Pengarah Jabatan Imigresen, Datuk Seri Mustafar Ali, mengatakan operasi yang berlangsung dua jam mulai pukul 17.00 petang berlangsung di pusat perniagaan di Jalan Alor dan Jalan Changkat di Bukit Bintang.

Mustafar mengatakan sebanyak 915 warga asing yang kebanyakan bekerja di tempat perniagaan tersebut diperiksa dalam operasi terkait.

Berdasarkan pemeriksaan yang dijalankan, sebanyak 440 warga asing terdiri daripada 389 lelaki dan 47 wanita serta empat anak-anak berusia antara empat hari hingga 50 tahun ditahan.

"Warga Bangladesh merupakan warga paling banyak ditahan, diikuti Vietnam, Indonesia, Pakistan, India, Yaman dan beberapa negara lain," katanya.

Dia mengatakan kesalahan utama mereka yang ditahan adalah tidak memiliki dokumen perjalanan sah dan paspor kadaluarsa.

"Operasi dilakukan menyusul pengaduan mengenai membanjirnya warga asing di lokasi tersebut," katanya.

Sebanyak 267 anggota melakukan operasi diantaranya Jabatan Pendaftaran Negara, Dewan Bandaraya Kuala Lumpur, Suruhanjaya Syarikat Malaysia dan Pasukan Gerakan Am.

Dia mengatakan keterlibatan anggota yang banyak karena faktor kawasan operasi yang luas dan menjadi tumpuan pelancong dan memastikan tidak ada pendatang ilegal yang lepas.

Mustafar mengatakan semua pendatang ilegal ditahan dibawa ke depo tahanan Imigresen Bukit Jalil untuk penyelidikan lebih lanjut.[]


Editor. Ainurrahman

Sumber. Antara

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Polres Tangsel Ungkap Kronologi Kasus Penyebar Konten Pornografi

Selasa, 23 Januari 2018 22:25 WIB

Tim Vipers Polres Tangerang Selatan (Tangsel) mengungkap penyebar konten video pornografi melalui media elektronik.


Wiranto: Pak OSO Ketum Hanura yang Sah

Selasa, 23 Januari 2018 22:21 WIB

Mulai hari ini OSO kembali menjadi ketua umum DPP Hanura.



Dalami Kasus Penembakan, Polisi Minta Pendapat Ahli

Selasa, 23 Januari 2018 22:04 WIB

Tim penyidik Polresta Bogor Kota dan Polda Jawa Barat meminta pendapat sejumlah ahli untuk penyelidikan yang dilakukan oknum Brimob


Latih ASN, Kemenpan Bakal Tiru Sistem Telkom Corporate University

Selasa, 23 Januari 2018 22:00 WIB

ASN harus bisa menghadapi tantangan masa kini.


BMKG Pastikan Isu Gempa Susulan Berkekuatan 7,5 SR Hoax

Selasa, 23 Januari 2018 21:48 WIB

Aktifitas Gempa di Banten terus melemah.


Bawaslu Riau Bentuk Tim Siber Pantau Keterlibatan ASN dalam Politik

Selasa, 23 Januari 2018 21:41 WIB

Selamanya, ASN itu haram menyentuh dunia politik.


Dulang Suara di Madura untuk Khofifah-Emil, Demokrat Optimalkan Kyai Kampung

Selasa, 23 Januari 2018 21:40 WIB

Kami maksimalkan kyai kampung karena mereka langsung bersentuhan dengan masyarakat bawah.


Kalahkan Perseru, Persebaya Berpeluang ke Perempatfinal

Selasa, 23 Januari 2018 21:39 WIB

Persebaya mengumpulkan empat poin dan berpeluang ke perempatfinal Piala Presiden 2018.


KPK Ingin Tangani Korupsi di Sektor Swasta, Arsul Sani: Harus Revisi UU KPK

Selasa, 23 Januari 2018 21:34 WIB

Arsul meminta KPK tidak bernafsu besar untuk terlibat menangani perkara korupsi yang ada di sektor swasta.


Chiangrai United Kubur Mimpi Bali United Berlaga di Liga Champions Asia

Selasa, 23 Januari 2018 21:32 WIB

Bali United tak berdaya menghadapi wakil Thailand di perpanjangan waktu.


Polrestra Bogor Belum Bisa Simpulkan Kronologi Penembakan

Selasa, 23 Januari 2018 21:32 WIB

Polrestra Bogor Kota belum bisa menyimpilkan kronologi peristiwa penembakan.


Wiranto Imbau DPD dan DPC Konsentrasi Persiapan Verifikasi Faktual

Selasa, 23 Januari 2018 21:30 WIB

Tidak ada lagi kubu OSO atau Daryatmo.


Terkait Beras 4,5 Ton, BPBD Pidie Jaya: Saya Tidak Bertanggung Jawab

Selasa, 23 Januari 2018 21:24 WIB

Untuk menyuplai beberapa sak beras ke desa-desa, pihaknya selalu mengeluarkan izin.