News / Hukum / Berita

ICJR: Pasal 488 RKUHP Dapat Mengkriminalisasi Pasangan di Luar Perkawinan Sah

akurat logo
Yudi Permana
Selasa, 14 November 2017 22:31 WIB
Share
 
ICJR: Pasal 488 RKUHP Dapat Mengkriminalisasi Pasangan di Luar Perkawinan Sah
Ilustrasi. AKURAT.CO/Lukman Hakim Naba

AKURAT.CO, Institute for Criminal Justice Reform‎‎ (ICJR) memberikan perhatian khusus terkait tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh warga Cikupa, Kabupaten Tangerang, khususnya ketua RW setempat atas dugaan terjadinya tindak pidana kesusilaan oleh sepasang pemuda yang diarak disepanjang jalan umum, sehingga terlihat kemaluan dari kedua pasangan tersebut. ‎

Direktur Eksekutif ICJR, Supriyadi W. Eddyono menjelaskan bahwa dalam ‎ketentuan Pasal 488 dalam Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) yang dapat mengkriminalisasi seseorang yang melakukan hidup bersama sebagai suami istri di luar perkawinan yang sah.

Pasalnya, dalam ketentuan pasal tersebut telah rentan memicu terjadinya persekusi oleh masyarakat sekitar, karena tidak jelasnya aturan yang dimaksud.

"Dalam pasal tersebut dimuat ketentuan mengenai “perkawinan yang sah” dalam Pasal 2 ayat (1) UU No 1 tahun 1974 tentang Perkawinan yang diakui, bahwa perkawinan yang sah adalah perkawinan yang dilaksanakan berdasarkan agama," kata Supriyadi dalam pernyataan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (14/11).‎

Lebih lanjut dikatakannya bahwa satu-satunya pengaturan yang menyebutkan agama-agama yang diakui oleh negara adalah UU No 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama pada penjelasan Pasal 1, yang disebutkan terdapat 6 agama yang dipeluk oleh penduduk Indonesia, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan khong Cu (Confusius).

Menurutnya, Undang-undang (UU) tersebut sebenarnya mengakomodir agama, selain keenam agama yang disebutkan di atas. Namun pada praktiknya administrasi pencatatan perkawinan hanya tersedia bagi keenam agama tersebut.

"Aliran agama dan penghayat kepercayaan lain sulit untuk melakukan pencatatan perkawinannya yang berakibat pada lahirnya potensi penilaian bahwa perkawinan yang dilakukan tidak sah," ujarnya. ‎

Sementara, kata dia, bahwa per-Agustus 2017 pihak Disdukcapil Kabupaten Tangerang menyatakan bahwa terdapat hampir 50% pasangan suami istri di daerahnya yang tidak dicatatkan perkawinannya. Kalau di Gorontalo per 2014 terdapat 9.626 pasangan yang tidak tercatat perkawinannya.

"Jika ketentuan Pasal 488 RKUHP ini disahkan, maka penafsiran “hidup bersama sebagai suami istri di luar perkawinan yang sah” dapat menyasar kelompok rentan yang pemenuhan haknya untuk membentuk keluarga tidak diakomodir oleh negara," ucapnya.

Maka dari itu ia khawatir, ‎masyarakat dan aparat penegak hukum dengan sewenang-wenang dapat menyatakan perkawinan warga penganut kepercayaan tertentu tidak sah, dan menuntutnya dengan pidana.

"Hal ini jelas berdampak buruk bagi sistem hukum pidana dan kembali menimbulkan pertanyaan untuk apa ketentuan pasal ini dirumuskan," imbuhnya. ‎

Selain itu, dikatakan Supriyadi, ‎pada intinya, permasalahan kesusilaan sangat erat kaitannya dengan moral di masyarakat dengan tendensi dan subjektivitas masyarakat mayoritas. ‎

Bagaimana pun juga, lanjut dia, bahwa hukum pidana harus dibuat berdasarkan asas legalitas yang tidak boleh dilanggar, karena yang pertama, hukum pidana tidak boleh berlaku surut (nonretroatkif/nullum crimen nulla poena sine lege praviae/ lex praeviae). ‎

"Kedua, hukum pidana harus tertulis dan tidak boleh dipidana berdasarkan hukum kebiasaan (nullum crimen nulla poena sine lege scripta/ lex scripta)," tuturnya. ‎

Ketiga, lanjut dia, bahwa rumusan ketentuan pidana harus jelas (nullum crimen nulla poena sine lege certa/ lex certa). Kemudian, keempat, ketentuan pidana harus ditafsirkan secara ketat dan larangan analogi (nullum crimen poena sine lege stricta/ lex stricta).

"Segala jenis aturan terlebih lagi yang menyertakan hukum pidana dengan konsekuensi terlanggarnya hak atas kemerdekaan seseorang harus dirumuskan secara hati-hati dan tidak boleh menimbulkan potensi terjadinya kesewenang-wenangan," pungasnya. []‎


Editor. Ainurrahman

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Tak Sampai 12 Jam, Panglima TNI: Evakuasi Sandera di Papua Bisa Dilaksanakan

Senin, 20 November 2017 07:02 WIB

"Tidak mungkin pasukan yang bergerak tanpa informasi yang akurat dan tepat"


Setnov: Saya Pikir Masih Diberi Kesempatan untuk Recovery

Senin, 20 November 2017 06:30 WIB

Setnov selesai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 01.15 WIB. Ia dibawa ke gedung KPK pada Minggu (19/11) pukul 23.35 WIB.


Disdukcapil Biak Siap Sediakan Kolom Aliran Kepercayaan di e-KTP

Senin, 20 November 2017 06:21 WIB

"Jika ada warga yang menganut aliran kepercayaan, kami jajaran Disdukcapil Biak siap memasukkan datanya di kolom agama"


Pelemahan USD Diharapkan Mampu Kerek Rupiah

Senin, 20 November 2017 06:20 WIB

Munculnya kisruh politik di pemerintah Presiden Trump diharapkan turut menambah sentimen positif pada Rupiah.


BI Direspon Positif, IHSG Balik Menguat

Senin, 20 November 2017 06:16 WIB

Tampaknya pelaku pasar tidak terlalu memperhatikan pergerakan bursa saham Asia.


Sundulan Aduritz Bikin Athletic Bilbao Raih Satu Angka

Senin, 20 November 2017 06:16 WIB

Hasil ini tak menggeser posisi Athletic Bilbao di peringkat ke-15 klasemen sementara La Liga dengan 12 angka.


Panglima TNI Terharu dengan 5 Perwira Misi Pembebasan Sandera di Papua

Senin, 20 November 2017 05:59 WIB

"Lima perwira tersebut menyampaikan kepada saya, bahwa keberhasilan milik anak buah, kegagalan adalah tanggung jawab perwira"


Gasperini: Icardi Menjadi Pembeda Inter

Senin, 20 November 2017 05:50 WIB

"Kami tahu Inter memiliki banyak peluang untuk mencetak gol dengan gaya menyerangnya."


Sebut Takbir Indikasi Teroris, DPR Desak Kapolri Copot Kapolres Dharmasraya

Senin, 20 November 2017 05:43 WIB

"Apa yang disampaikan Kapolres Dharmasraya, AKBP Roedy Yoelianto, sangat melukai hati umat Islam"


Tumbangkan "Favorit Goffin", Dimitrov Rajai Final ATP

Senin, 20 November 2017 05:36 WIB

Gelar ini merupakan yang keempat sepanjang 2017 bagi Grigor Dimitrov.


Polisi Prancis Tembak Mati Tiga Orang Lalu Bunuh Diri

Senin, 20 November 2017 05:26 WIB

"Polisi itu awalnya membunuh dua orang dengan senjatanya di jalan"


Dua Gol Icardi Bikin Rekor Tak Terkalahkan Inter Berlanjut

Senin, 20 November 2017 05:00 WIB

Inter Milan berada di posisi dua dan hanya berselisih dua poin dengan sang pemuncak klasemen Napoli yang mengemas 35 angka dari 12 laga.


Babak I: Miskin Peluang Tanpa Gol di Giuseppe Meazza

Senin, 20 November 2017 03:46 WIB

Hingga menit ke-40, baik Inter dan Atalanta, sama-sama mengemas 50 persen penguasaan bola.


Pembebasan Sandera di Papua Dilaksanakan Secara Senyap dan Teliti

Senin, 20 November 2017 03:27 WIB

"Kepolisian menyiagakan dan mengamankan warga sekitar, TNI bergerak dengan senyap"


Protes Berlebihan, Pelatih Valencia Absen Dampingi Timnya Kontra Barcelona

Senin, 20 November 2017 03:08 WIB

"Saya tidak suka ini, mereka (wasit) harus membiarkan pelatih berbicara," kata Quique Flores.