Pengamat: Tur Asia Trump Lebih Pada Gaya bukan Substansi

akurat logo
Safaraz
Selasa, 14 November 2017 19:55 WIB
Share
 
Pengamat: Tur Asia Trump Lebih Pada Gaya bukan Substansi
Presiden AS Donald Trump disambut hangat Pemimpin China Xi Jinping di Beijing. AFP/GETTY IMAGES

AKURAT.CO, Lawatan Asia Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berakhir tanpa pencapaian besar apapun. Para pengamat pun menilai, dengan berbagai kemegahan dan upacara yang dia ikuti di setiap negara, hasil kongkrit dalam lawatan itu hanya sedikit.

Para pemimpin negara yang disinggahi Trump saling berlomba menampilkan sambutan termegah atau terindah bagi Trump yang terkenal suka mendapat penghormatan tersebut. “Ini seperti karpet merah yang tidak seorang pun, saya pikir, yang mungkin pernah menerimanya,” kata Trump memberikan pengakuan tentang pengalamannya dalam tur Asia tersebut, dikutip Channel News Asia, Selasa (14/11).

Di Tokyo, dia bermain golf bersama Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe, diikuti gala dinner. Di Beijing, Trump diajak ke Kota Terlarang sebagai bagian dari tur tambahan kenegaraan, termasuk menyaksikan Opera Peking.

Di Seoul, Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in memberi tos kepresidenan untuk menghormati pria yang telah membuat Amerika “hebat lagi”, sesuai semboyan kampanye presiden Trump. Selama kunjungan itu pun Trump tampak rileks dan nyaman.

Dari Tokyo ke Manila, melalui Seoul, Beijing, Danang dan Hanoi, presiden 71 tahun itu menyebut dua prioritas yakni meningkatkan tekanan terhadap Korea Utara (Korut) terkait program senjata nuklir dan mendorong akses ke pasar Asia bagi perusahaan-perusahaan AS.

Kini, setelah berbagai peluang retorika dan foto tersenyum bersama para pemimpin negara lain, pertanyaan yang muncul adalah apa kemajuan yang dia capai dalam dua isu tersebut. “Jika Anda bandingkan sebelum dan setelah tur Asia Trump, tak ada yang benar-benar berubah dalam isu Korut,” papar Dr Go Myong-hyun, pengamat di Asan Institute for Policy Studies yang berbasis di Seoul, Korsel.

Dr Go menambahkan, Trump berupaya mendesak Presiden China Xi Jinping agar meningkatkan tekanan pada Korut agar meninggalkan ambisi nuklirnya, tapi Beijing tetap pada sikap semula, hanya menerapkan sanksi-sanksi terbatas. []


Editor. Ainurrahman

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Tak Sampai 12 Jam, Panglima TNI: Evakuasi Sandera di Papua Bisa Dilaksanakan

Senin, 20 November 2017 07:02 WIB

"Tidak mungkin pasukan yang bergerak tanpa informasi yang akurat dan tepat"


Setnov: Saya Pikir Masih Diberi Kesempatan untuk Recovery

Senin, 20 November 2017 06:30 WIB

Setnov selesai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 01.15 WIB. Ia dibawa ke gedung KPK pada Minggu (19/11) pukul 23.35 WIB.


Disdukcapil Biak Siap Sediakan Kolom Aliran Kepercayaan di e-KTP

Senin, 20 November 2017 06:21 WIB

"Jika ada warga yang menganut aliran kepercayaan, kami jajaran Disdukcapil Biak siap memasukkan datanya di kolom agama"


Pelemahan USD Diharapkan Mampu Kerek Rupiah

Senin, 20 November 2017 06:20 WIB

Munculnya kisruh politik di pemerintah Presiden Trump diharapkan turut menambah sentimen positif pada Rupiah.


BI Direspon Positif, IHSG Balik Menguat

Senin, 20 November 2017 06:16 WIB

Tampaknya pelaku pasar tidak terlalu memperhatikan pergerakan bursa saham Asia.


Sundulan Aduritz Bikin Athletic Bilbao Raih Satu Angka

Senin, 20 November 2017 06:16 WIB

Hasil ini tak menggeser posisi Athletic Bilbao di peringkat ke-15 klasemen sementara La Liga dengan 12 angka.


Panglima TNI Terharu dengan 5 Perwira Misi Pembebasan Sandera di Papua

Senin, 20 November 2017 05:59 WIB

"Lima perwira tersebut menyampaikan kepada saya, bahwa keberhasilan milik anak buah, kegagalan adalah tanggung jawab perwira"


Gasperini: Icardi Menjadi Pembeda Inter

Senin, 20 November 2017 05:50 WIB

"Kami tahu Inter memiliki banyak peluang untuk mencetak gol dengan gaya menyerangnya."


Sebut Takbir Indikasi Teroris, DPR Desak Kapolri Copot Kapolres Dharmasraya

Senin, 20 November 2017 05:43 WIB

"Apa yang disampaikan Kapolres Dharmasraya, AKBP Roedy Yoelianto, sangat melukai hati umat Islam"


Tumbangkan "Favorit Goffin", Dimitrov Rajai Final ATP

Senin, 20 November 2017 05:36 WIB

Gelar ini merupakan yang keempat sepanjang 2017 bagi Grigor Dimitrov.


Polisi Prancis Tembak Mati Tiga Orang Lalu Bunuh Diri

Senin, 20 November 2017 05:26 WIB

"Polisi itu awalnya membunuh dua orang dengan senjatanya di jalan"


Dua Gol Icardi Bikin Rekor Tak Terkalahkan Inter Berlanjut

Senin, 20 November 2017 05:00 WIB

Inter Milan berada di posisi dua dan hanya berselisih dua poin dengan sang pemuncak klasemen Napoli yang mengemas 35 angka dari 12 laga.


Babak I: Miskin Peluang Tanpa Gol di Giuseppe Meazza

Senin, 20 November 2017 03:46 WIB

Hingga menit ke-40, baik Inter dan Atalanta, sama-sama mengemas 50 persen penguasaan bola.


Pembebasan Sandera di Papua Dilaksanakan Secara Senyap dan Teliti

Senin, 20 November 2017 03:27 WIB

"Kepolisian menyiagakan dan mengamankan warga sekitar, TNI bergerak dengan senyap"


Protes Berlebihan, Pelatih Valencia Absen Dampingi Timnya Kontra Barcelona

Senin, 20 November 2017 03:08 WIB

"Saya tidak suka ini, mereka (wasit) harus membiarkan pelatih berbicara," kata Quique Flores.