News / Daerah / Berita

Sikapi Polemik Transportasi Online, Pemkot Malang minta Kemenhub Terbitkan Aturan

akurat logo
Yohanes Antonius
Selasa, 19 September 2017 09:30 WIB
Share
 
 Sikapi Polemik Transportasi Online, Pemkot Malang minta Kemenhub Terbitkan Aturan
Ilutrasi Trasportasi berbasis aplikasi dalam jaringan atau taranportasi online . Istimewa

AKURAT.CO, Polemik tranportasi berbasis aplikasi dalam jaringan atau taranportasi online di kota Malang masih terus terjadi, Pemerintah Kota Malang meminta Kementerian Perhubungan segera menerbitkan aturan yang jelas dan tegas terkait tranportasi daring itu agar polemik di tingkat daerah bisa diredam.

Wakil Wali Kota Malang Sutiaji mengemukakan selama belum ada payung hukum yang jelas dan tegas sejak dikabulkannya gugatan regulasi terkait taksi online oleh Mahkamah Agung (MA) beberapa waktu lalu, di daerah akan terjadi benturan dan memunculkan polemik yang tidak berkesudahan.

"Regulasi di tingkat daerah pun juga sulit diterbitkan. Kalaupun dibuat, mungkin hanya berkaitan dengan gojek, kurang lengkap dan itu pun sampai sekarang juga belum ada, karena itu ranahnya pusat. Oleh karena itu, kami desak pusat agar segera menerbitkan aturan yang jelas agar di daerah tidak terjadi benturan terus menerus," katanya, Selasa (19/9).

MA mengabulkan gugatan pihak taksi online dan brdampak pada dicabutnya beberapa poin dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dan Kendaraan Bermotor Umum tidak dalam Trayek atau Permenhub tentang Taksi Online.

Ia mengakui di daerah tidak ada dasar hukum yang mengatur terkait transportasi berbasis aplikasi online tersebut. "Aturan dan regulasinya merupakan kewenangan dan ranahnya pemerintah pusat, sehingga kami yang di daerah tidak bisa berbuat apa-apa ketika ada tuntutan atau komplain dari transportasi konvensional," ujarnya.

Setelah mereda beberapa bulan terakhir, polemik dan tarik ulur terkait transportasi berbasi aplikasi online kembali muncul, bahkan ribuan sopir transportasi konvensional, baik angkutan umum kota (angkot) maupun taksi berencana menggelar aksi besar-besaran memprotes keberadaan transportasi daring tersebut, Senin (18/9), namun dibatalkan.

Meski rencana itu dibatalkan, bukan berarti permasalahan ini tuntas. "Ada kekosongan hukum dalam fenomena transportasi online yang mencuat satu tahun terakhir ini. Oleh karenanya, kami sampaikan ke pemerintah pusat, daerah tidak ada dasar hukum yang mengatur dan pemerintah pusat harus segera membuat regulasinya agar tidak memunculkan polemik terus menerus," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang sopir angkot trayek Landungsari-Dinoyo-Arjosari (ADL), Mohammad menilai tidak adanya keadilan terkait transportasi daring tersebut, sebab seluruh kendaraan konvensional harus taat aturan, mulai dari izin trayek, uji kir hingga peraturan lainnya.

Sedangkan transportasi daring, katanya, tiba-tiba beroperasi di wilayah operasional angkot dan taksi konvensional, tanpa ada izin trayek, uji kir dan ketentuan lainnya yang wajib dipatuhi seperti halnya angkot dan taksi konvensional.

"Enak sekali mereka beropearsi tanpa harus memenuhi segala aturan seperti yang kami jalani selama ini," ucapnya.

Sebelum adanya transportasi berbasis aplikasi daring, lanjutnya, penumpang angkot sudah menurun drastis akibat terbukanya pasar sepeda motor dengan pemberian kredit murah dan mudah, bahkan tanpa batasan jumlah kendaraan (sepeda motor) yang dilepas ke pasaran.

"Dulu saja sudah sangat sulit mendapatkan penumpang, apalagi sekarang setelah adanya transportasi berbasis online. Lama-lama kami (angkot) akan mati dengan sendirinya, apalagi sekarang juga ada grab dan gojek," katanya.

Pada awal 2017, ribuan sopir angkot dan taksi menggelar unjuk rasa, bahkan mogok massal hingga beberapa hari sehingga ribuan penumpang tak terangkut dan berdampak pada kelancaran serta kinerja pegawai yang masih mengandalkan angkot.

Akhirnya penmpang diangkut kendaraan militer dan relawan yang bermunculan, baik relawan sepeda motor maupun mobil. Rencananya, ribuan sopir angkot tersebut menggelar unjuk rasa lagi (Senin, 18/9), namun diurungkan.[]


Editor. Melly Kartika Adelia

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Benarkan Ada PK Ahok, MA: Sidang Pertama Pekan Depan

Senin, 19 Februari 2018 14:58 WIB

Permohonan PK diajukan secara tertulis oleh Ahok melalui penasehat hukumnya


Wah, Suami Unggah Foto Laudya Cynthia Bella Tanpa Hijab

Senin, 19 Februari 2018 14:58 WIB

Emran sepertinya sudah kangen. Saat ini Bella di Indonesia.


Mandiri Gaet UGM Kembangkan Tenaga Kriya Perbankan

Senin, 19 Februari 2018 14:55 WIB

Sinergi ini akan memberikan peluang yang lebih baik kepada tenaga kriya dalam meningkatkan karir, baik di Bank Mandiri maupun di tempat lain


JK Beri Peringatan Usai SUGBK Mengalami Kerusakan

Senin, 19 Februari 2018 14:53 WIB

Jusuf Kalla menghimbau agar masyarakat Indonesia bisa menjaga fasilitas-fasilitas milik negara ini.


Campina Ice Cream Bayar Utang ke Swiss Life

Senin, 19 Februari 2018 14:52 WIB

Perseroan telah melunasi utang pada 15 Februari 2018 lalu


Mabes Gelar Rapat Vicon Untuk Bahas Pengamanan Ulama

Senin, 19 Februari 2018 14:49 WIB

Penyerangan kepada tokoh agama makin sering terjadi.


Usai Sidang, Tiga Terdakwa Kasus First Travel Diteriaki Penipu dan Dajjal

Senin, 19 Februari 2018 14:44 WIB

Ketiga terdakwa hanya menunduk malu.


Bikin Malu! Justin Bieber Tepis Hp Kemal Palevi

Senin, 19 Februari 2018 14:32 WIB

Justin sebelumnya sudah menolak.


Nazaruddin Pastikan Ganjar dan Anas Ikut Terima Uang e-KTP

Senin, 19 Februari 2018 14:32 WIB

Nazaruddin mengaku melihat secara langsung penyerahan uang tersebut kepada Ganjar.


Polisi Amankan Dua Perawat dan Ribuan Infus

Senin, 19 Februari 2018 14:25 WIB

Otak pencurian infus ini masuk DPO.


Persipura Resmi Datangkan Hilton dan Marcel Sacramento

Senin, 19 Februari 2018 14:25 WIB

Persipura terus berbenah untuk memperbaiki skuat.


300 Personel TNI Ikut Amankan Kampanye Pilkada Damai di Pidie Jaya

Senin, 19 Februari 2018 14:24 WIB

Penguatan pengamanan ini dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas-tugas Polri.



Ekonomi Warga Raja Ampat Terdongkrak Karena Berkembangnya Destinasi Wisata

Senin, 19 Februari 2018 14:16 WIB

Sejumlah investor melirik destinasi wisata raja Ampat


Zulhas: Jokowi dan Anies Tos-tosan Selama Pertandingan

Senin, 19 Februari 2018 14:12 WIB

Jokowi dan Anies yang saling senang dan akur-akur saja selama pertandingan sepak bola berlangsung.