News / Hukum / Berita

KPK: Kita Tidak Safari Politik, Tapi Melakukan Pencegahan Korupsi

akurat logo
Bayu Primanda
Kamis, 14 September 2017 17:40 WIB
Share
 
KPK: Kita Tidak Safari Politik, Tapi Melakukan Pencegahan Korupsi
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat menjawab pertanyaan wartawan terkait safari politik. AKURAT.CO

AKURAT.CO, Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diketahui baru saja melakukan safari politik ke sejumlah partai. Maksud dilakukannya safari politik tersebut, konon katanya bertujuan untuk melakukan kajian seputar pendanaan politik yang berasal dari APBN.

Kajian tersebut dilakukan KPK dengan tujuan agar terjadi akuntabilitas dalam pengelolaan dan aspek integritasnya.

"Kita sudah jalan sekitar 8 parpol sampai hari ini. Sejak 31 Agustus yang lalu proses ini sebenarnya proses lanjutan kajian KPK yang kami lakukan sejak tahun 2012 itu kajian yang paling awal," ujar Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis(14/9).

Ketika ditanya soal adanya tudingan terhadap kegiatan tersebut yang dinilai seolah-olah untuk mencari perlindungan para elit poltitik dari cecaran Pansus Angket, KPK pun tak mau menanggapi hal tersebut lebih jauh.

"KPK tetap pada penjelasan itu ya saya kira. Bahwa kita melakukan upaya pencegahan tindak pidana korupsi dan membantu bersama-sama memperkuat sistem politik kita." tegas Febri.

Diketahui, KPK hari ini telah mengunjungi Partai Amanat Nasional (PAN) dan rencananya esok akan kembali meneruskan safarinya ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Perindo.[]


Editor. Ridwansyah Rakhman

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

IDI Tegaskan Analisa Kesehatan Setnov Tak Berdasarkan Sosmed

Senin, 20 November 2017 00:38 WIB

Tim IDI yang diterjunkan bertugas untuk memberikan 'second opinion' dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim dokter RSCM.


Inter vs Atalanta: Fakta dan Data Tim Sesama Biru-Hitam

Senin, 20 November 2017 00:30 WIB

Kedua tim sama mempunyai kostum ciri khas biru-hitam.


Babak I: Will Hughes Bikin Debut Moyes Tertinggal

Senin, 20 November 2017 00:13 WIB

David Moyes berdiri di tepi lapangan dalam debutnya untuk West Ham United.


Setya Novanto Akhirnya Resmi Ditahan KPK

Minggu, 19 November 2017 23:57 WIB

"Setelah melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, dinyatakan tidak perlu lagi dilakukan perawatan"


Panglima TNI: Ulama Indonesia Ajarkan Umatnya Melindungi Umat Lain

Minggu, 19 November 2017 23:47 WIB

Ulama di Indonesia selalu memberikan tausiyah kepada umatnya untuk menjadi seorang muslim yang cinta bangsa dan NKRI


Si Penakluk Nadal-Federer Mencari Pembalasan Dendam

Minggu, 19 November 2017 23:32 WIB

Grigor Dimitrov unggul head to head dengan skor 4-1 atas David Goffin.


Sampdoria Berikan Kekalahan Kedua untuk Juventus

Minggu, 19 November 2017 23:24 WIB

Selisih angka antara Juventus di posisi kedua dan Napoli pada posisi pertama klasemen Liga Serie A Italia melebar menjadi empat angka.


Pengamat: Kampanye Hitam Untungkan Bupati Ipong

Minggu, 19 November 2017 23:09 WIB

Semakin "dikuyo-kuyo" kandidat biasanya akan memperoleh efek mellow yang baik dipemilih Jawa.


PKS Dorong Pesantren Bisa Jadi Tulang Punggung Indonesia

Minggu, 19 November 2017 23:00 WIB

"Sejarah mencatat dengan tinta emas perjuangan ulama, pesantren dan umat Islam dalam memerdekakan republik"


Pencuri Rumah Kosong Beraksi, Satu Unit Motor dan Laptop Raib

Minggu, 19 November 2017 22:56 WIB

Pelaku adalah spesialis pencurian Rumsong.


Tiba di Rumah Mertua, Kahiang Ayu Disambut Tarian Onang-onang

Minggu, 19 November 2017 22:49 WIB

Keduanya disambut dengan tarian Onang-onang khas Mandailing. Dua orang pesilat diiringi tabuhan gendang menyambut iring-iringan rombongan.


Maju Pilgub, Herman Deru Akan Mewakafkan Dirinya untuk Sumsel

Minggu, 19 November 2017 22:47 WIB

Untuk membangun Sumsel harus mendahulukan rasa saling menghargai, bahu membahu dan bersatu.


KPK Tunggu Rekomendasi Dokter Soal Penahanan Setnov

Minggu, 19 November 2017 22:22 WIB

"Sabar ya kita tunggu dulu KPK mengikuti apa rekomendasi dokter"


Pengacara Setnov Dilaporkan ke KPK, AAN: Salah Kamar

Minggu, 19 November 2017 22:15 WIB

Pasalnya, Fredrich Yunadi tak pantas dikenakan pasal 21 lantaran tindakannya dianggap tak merintangi penyidikan KPK.


Tanda Verifikasi Mulai Dihapus Twitter untuk Akun "Bermasalah"

Minggu, 19 November 2017 22:09 WIB

Bagi Twitter, lambang verifikasi pada akun yang mereka setujui merupakan gambaran mengenai platform media sosial mikroblog tersebut.