Genosida Muslim Rohingya

Konflik Rohingya 'Digoreng' untuk Benturkan Agama Islam dan Budha

akurat logo
Dedi Ermansyah
Rabu, 13 September 2017 18:20 WIB
Share
 
Konflik Rohingya 'Digoreng' untuk Benturkan Agama Islam dan Budha
Ilustrasi.. Foto: AKURAT.CO/Lukman Hakim Naba

AKURAT.CO, Pengamat intelijen Prayitno Ramelan mengatakan krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Muslim Rohingnya di Myanmar dimanfaatkan oleh kelompok yang ingin menggoyahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mengadu domba antar agama.

"Sekarang kasus kemanusiaan di Myanmar 'digoreng' dengan membenturkan agama Islam dan Buddha. Upaya-upaya ini harus diwaspadai karena isu SARA itu sangat rentan di masyarakat kita," kata Prayitno di Jakarta, Rabu ().

Menurut Pray, sapaan akrab Prayitno Ramelan, apa yang terjadi Myanmar sebenarnya bukan konflik agama meski yang terlibat benturan dari kelompok yang memiliki agama berbeda, melainkan konflik kemanusiaan yang dilandasi politik dan ekonomi, juga karena sistem demokrasi yang belum berjalan.

"Faktanya isu kemanusiaan, tapi digeser menjadi isu agama. Tujuannya menggerakkan massa. Apalagi ini solidaritas Islam, pasti ribuan orang yang turun, seperti kasus Al Maidah," kata purnawirawan perwira tinggi TNI AU itu.

Pray mengajak seluruh anak bangsa untuk berpikir jernih mencermati kondisi yang terjadi akhir-akhir ini. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk kembali memperkuat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika untuk menjaga NKRI.

Terkait penyelesaian krisis Rohingya, ia menilai pemerintah Indonesia telah melakukan langkah yang tepat melalui jalur diplomasi serta memberikan bantuan kemanusiaan ke Myanmar.

Apalagi, ia juga khawatir kondisi di Myanmar itu memicu terjadinya aksi terorisme, terutama dengan adanya rumor pengiriman orang ke Myanmar untuk ikut berperang di sana serta kemungkinan kasus itu ditunggangi kelompok radikal ISIS untuk melebarkan sayapnya di kawasan Asia Tenggara, selain di Marawi, Filipina.

"Mungkin saja dimanfaatkan kelompok radikal karena saat ini tokohnya ingin menghidupkan ISIS di Asia Tenggara. Setelah Al Qaeda memperkirakan pada 2017 ISIS habis di Timur Tengah, bisa saja ISIS mungkin bermain di Marawi dan Myanmar," kata dia.[]


Editor. Ridwansyah Rakhman

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

PPP Apresiasi TNI - Polri Tangani KKB

Sabtu, 18 November 2017 06:07 WIB

Djan Faridz mengapresiasi keberhasilan TNI dan Polri dalam Operasi Satgas Terpadu Penanggulangan KKB di Papua.


Gus Ipul-Anas Konsolidasi dengan PDIP

Sabtu, 18 November 2017 05:44 WIB

Sekitar 1.500 pengurus PDIP di tingkat kota, seluruh anggota DPRD, seluruh pengurus 31 kecamatan dan 156 kelurahan akan menghadiri forum itu


KPAI: Jangan Terprovokasi Dugaan Malapraktik Jessica

Sabtu, 18 November 2017 05:15 WIB

Hasil yang didapatkan dari penelusuran KPAI, RS Adam Malik telah melakukan prosedur operasi standar dalam penanganan Jessica.


Pileg 2019, PKB Targetkan 100 Kursi di DPR

Sabtu, 18 November 2017 04:36 WIB

Pada Pemilu Anggota DPR RI 2014, PKB meraih suara sebanyak 11 juta, sehingga pada Pemilu 2019, cak Imim mengharapkan lebih dari itu.


PAN: Wajar Kiai Terlibat Proses Pilkada Jatim

Sabtu, 18 November 2017 04:11 WIB

Menurut Ketua Komite Pemenangan Pemilu DPW PAN Jatim Keterlibatan kiai dalam Pilkada Jatim merupakan bentuk keterpanggilan.


TNI Amankan Mortir Aktif Temuan Warga di Sukabumi

Sabtu, 18 November 2017 04:00 WIB

Mortir itu pertama kali ditemukan oleh warga yang diketahui bernama Tohasin saat sedang mencari barang bekas di sekita Sungai Cibandang


Organda: Taksi Online Harus Ikuti Aturan

Sabtu, 18 November 2017 03:32 WIB

Dengan aturan pemerintah yang juga diterapkan kepada taksi online, persaingan antara taksi konvensional dengan online dapat makin sehat


Mahfud MD Tegaskan Sikap Politik KAHMI Independen

Sabtu, 18 November 2017 03:15 WIB

Kahmi dan HMI tidak akan mengambil sikap politik partisan, melainkan politik yang mengedepankan kepentingan yang lebih besar


Tiga Parpol di Kabupaten Bandung Terancam Gagal Ikut Pemilu

Sabtu, 18 November 2017 03:01 WIB

Ketiga parpol yang terancam tidak lolos menjadi peserta Pemilu 2019 diketahui pada Rapat Penyampaian Hasil Penelitian Administrasi KPU.


Tragis, Empat Warga Ketapang Tewas di Dalam Sumur

Sabtu, 18 November 2017 02:41 WIB

Peristiwa itu bermula ketika keempat korban menguras sumur di lingkungan lembaga pendidikan Islam di Dusun Tobedes Laok.


Khofifah Beri Santunan Korban Longsor Jember

Sabtu, 18 November 2017 02:23 WIB

Santunan tersebut diberikan Menteri Sosial di sela-sela kegiatan kuliah umum pelatihan kader lanjut PMII


Jokowi: Indonesia Perlu Keseimbangan Kebijakan Luar Negeri

Sabtu, 18 November 2017 01:56 WIB

Upaya menciptakan keseimbangan dalam kebijakan politik luar negeri tersebut mendapatkan respon positif dari pemimpin Timur Tengah


Pelanggaran Dalam Operasi Zebra Tembus 3.800 Kasus

Sabtu, 18 November 2017 01:44 WIB

Kebanyakan pelanggaran dilakukan kendaraan roda dua karena ketidaklengkapan surat menyurat.


BNN Sulbar: Narkoba Merusak Otak

Sabtu, 18 November 2017 01:30 WIB

Indonesia saat ini dinyatakan pemerintah darurat narkoba karena terdapat 66 jenis narkoba yang masuk dan beredar di negara ini


Di Lebanon, Prajurit TNI Indobatt Latih Tentara UNIFIL dan LAF

Sabtu, 18 November 2017 01:18 WIB

Pelatihan Joint Urban Combat Training tersebute merupakan salah satu program dari PBB