News / Hukum / Berita
Pansus Angket KPK

Dasar KPK Lemah, MK Tolak Keluarkan Putusan Sela

akurat logo
Yudi Permana
Rabu, 13 September 2017 16:26 WIB
Share
 
Dasar KPK Lemah, MK Tolak Keluarkan Putusan Sela
Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman mengatakan telah menolak mengeluarkan putusan provisi (sela) terkait keabsahan Hak Angket KPK. 

Keputusan tersebut menurutnya, berdasarkan hasil rapat pemusyawaratan hakim (RPH). Jadi dengan tidak adanya putusan sela tersebut, maka pansus angket KPK yang digulirkan DPR tetap bisa berjalan.

"Sidang dalam permohonan pengujian UU Nomor 17/2014 terhadap UUD 1945 dilanjutkan tanpa penjatuhan putusan provisi," kata Anwar saat memimpin persidangan, di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (13/9).

Lebih lanjut dikatakan Anwar, bahwa MK sebelumnya telah mengadakan rapat pada Rabu (6/9), untuk mengambil suatu keputusan, apakah perlu mengeluarkan putusan sela atau tidak.

Dalam rapat tersebut, lanjut dia, yang dihadiri oleh 8 hakim konstitusi, yakni Arief Hidayat, Anwar Usman, Aswanto, Wahiduddin Adams, Manahan Sitompul, Maria Farida Indrati, Suhartoyo, I Dewa Gede Palguna. 

Ia juga menyatakan, dalam rapat permusyawaratan hakim tidak tercapai mufakat (kesepakatan) dalam mengambil suatu keputusan (putusan sela), meskipun telah diusahakan dengan sungguh-sungguh. 

"Maka sesuai dengan ketentuan pasal 45 ayat 7 Undang-undang Nomor 24/2003 tentang Mahkamah Konstitusi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang 8/2011 tentang perubahan atas Undang-undang 24/2003 tentang Mahkamah Konstitusi. Selanjutnya disebut sebagai UU MK, maka keputusan diambil dengan suara terbanyak," paparnya. 

Ia menegaskan, dalam rapat tersebut, antar sesama hakim berbeda pendapat, ada yang menyatakan untuk dikeluarkan putusan sela (provisi), dan ada juga hakim yang menolak dikeluarkan putusan tersebut.

"Berhubung putusan dengan suara terbanyak tidak dapat diambil, dikarenakan 4 orang hakim berpendapat permohonan putusan provisi ditolak, dan 4 orang hakim lainnya berpendapat dikeluarkan permohonan putusan provisi untuk dikabulkan," ujar Anwar.

Karena, lanjut dia, suara dari hakim sama-sama kuat, maka pernyataan dari Ketua MK Arief Hidayat menjadi penting. 

"Ternyata, Arief berada di pihak yang menolak adanya putusan provisi. Selain Arief, ada 3 hakim lagi yang menolak putusan provisi, yaitu Anwar Usman, Aswanto dan Wahiduddin Adams," sambungnya. 

Sementara, 4 orang hakim yang menyetujui putusan provisi adalah I Dewa Gede Palguna, Suhartoyo, Manahan Sitompul dan Maria Farida indrati.

Anwar beralasan, sebagaimana dimaksud pada ayat 7, 'tidak dapat diambil dengan suara terbanyak, maka suara terakhir ketua sidang pleno yang menentukan' putusan tersebu dilakukan atau tidak. 

"Berhubung suara ketua MK Arief Hidayat sebagaimana dimaksud dalam pasal 45 ayat 8 UU MK, termasuk ke dalam 4 hakim konstitusi yang berpendapat menolak permohonan putusan provisi, maka permohonan putusan provisi dinyatakan ditolak," tegasnya.

Sebelumnya seperti diketahui, para penggugat meminta MK untuk mengeluarkan putusan sela agar proses pansus angket di DPR dapat dihentikan sampai keluarnya hasil putusan gugatan terhadap pasal 79 UU MD3. []


Editor. Ainurrahman

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Penertiban PKL di Jakarta Rawan Maladministrasi, Sandi: Jika PNS Terlibat Tindak Tegas

Jumat, 24 November 2017 22:06 WIB

ORI menyebut beberapa wilayah di Jakarta rawan praktik maladministrasi dalam penataan dan penertiban pedagang kaki lima.


Reuni 212, Sandi: Katanya Saya Diundang

Jumat, 24 November 2017 21:48 WIB

Sandiaga Uno mengaku belum menerima undangan peringatan satu tahun aksi 212 yang rencananya digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas).


Pancasila Bisa Menjadi Role Model Kerukunan Internasional

Jumat, 24 November 2017 21:43 WIB

Sekretaris Jenderal Religion of Peace, Kyoichi Sugino menilai Pancasila bisa menjadi role model dalam membangun negara dalam perbedaan


Dituding Sudutkan Setya Novanto, Doli Kurnia Dipolisikan

Jumat, 24 November 2017 21:35 WIB

Politisi Partai Golkar, Johnson Silitonga melaporkan mantan Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG), Ahmad Doli Kurnia


Presiden Kedua Zimbabwe Dilantik, Mnangagwa: Saya Tidak Lupa pada Rakyat

Jumat, 24 November 2017 21:32 WIB

Saya tidak lupa pada banyak rakyat Zimbabwe dari berbagai ras dan kekuatan politik yang membantu menciptakan hari ini


Pemprov DKI Ingin Kerja Sama dengan PT Pindad

Jumat, 24 November 2017 21:29 WIB

Pemprov DKI Jakarta berencana menjalin kerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pindad untuk pengadaan alat-alat berat.


Madu Bisa Dipadukan dengan 6 Bahan Ini untuk Bantu Kesehatan Rambut

Jumat, 24 November 2017 21:26 WIB

Berikut beberapa bahan alami yang dipadukan dengan madu agar rambut kamu tidak rapuh.


KPK Terima Daftar Saksi yang Meringankan Setnov

Jumat, 24 November 2017 21:24 WIB

Kuasa hukum Setya Novanto menurunkan delapan orang saksi dan empat orang ahli yang meringankan Setnov


DPD Partai Golkar Jabar Desak Ridwan Kamil Tentukan Wakilnya

Jumat, 24 November 2017 21:23 WIB

Itu domainnya DPP. Suratnya saya belum baca


Banyak Lakukan Blunder, Ahsan/Rian Dikandaskan Ganda Jepang

Jumat, 24 November 2017 21:18 WIB

Indonesia hanya mengirimkan dua wakil saja ke babak semifinal Hong Kong Terbuka 2017.


Frans Magnis: Selain Pancasila, ini Dua Hal Perekat Kebangsaan

Jumat, 24 November 2017 21:17 WIB

Tiga langkah yang dilakukan Indonesia dalam menjaga kerukunan antar umat beragama, pertama adalah Pancasila


Serangan Militan di Masjid Al-Rawda Tewaskan 155 Jamaah

Jumat, 24 November 2017 21:14 WIB

Lebih dari 100 orang terluka dalam serangan itu


Lawan Indonesia, Skuat Guyana Kombinasi Pemain Muda dan Senior

Jumat, 24 November 2017 21:06 WIB

Guyana membawa 19 pemain ke Indonesia.


Pengamat Nilai Calon Ketum Baru Partai Golkar Harus Dapat Restu Jokowi

Jumat, 24 November 2017 21:00 WIB

Pasti kepentingan presiden juga ada


Tinggalkan Malaysia, RD Kembali ke Pelukan Mantan

Jumat, 24 November 2017 20:51 WIB

Pelatih yang sempat memberikan gelar juara double winner tahun 2007 ke SFC ini dikontrak hingga dua tahun ke depan.