News / Daerah / Berita

Pembangunan Makam Modern di Cirebon Ditolak Warga

akurat logo
Ridwansyah Rakhman
Rabu, 13 September 2017 13:52 WIB
Share
 
Pembangunan Makam Modern di Cirebon Ditolak Warga
Warga Sampiran mendatangi Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk menyampaikan penolakannya atas rencana pembangunan makam modern. radarcirebon

AKURAT.CO, Pembangunan kawasan makam modern di daerah peebatasan desa Sampiran, kecamatan Talun, kabupaten Cirebon terus bergulir.

Pembangunan makam yang di kerjakan oleh PT. Pagoda Mitra Abadi (PMA), masih terus dilakukan walau sebagian masyarakat meminta proyek tersebut dihentikan.

Erwin salah satu pendamping warga yang terdampak dari pembanungan makam modern tersebut mengatakan, pembangunan makam tersebut banyak kejanggalan mulai dari proses izin dan rekomendasi yang tidak memiliki kekuatan hukum.

Pasalnya banyak warga yang belum menanda tangani persetujuan pembangunan makam modern tersebut.

“PT Pagoda Mitra Abadi mengabaikan Lingkungan Hidup, Sosial Kultur (Kearifan Lokal) serta ketidakjelasan RTRW dan belum lagi persoalan lain kabupaten Cirebon yang belum memiliki RDTR (rencana detail tata ruang). Selain itu, persoalan izin yang hanya mengacu pada BKPRD sebagai dasar fatwa izin lokasi dan pembangunan kantor juga pagar keliling”, papar Erwin.

Sampai berita ini diturunkan, pihak BPMPT kabupaten Cirebon, Dinas Lingkungan Hidup serta Bappeda kabupaten Cirebon, belum memberikan tanggapannya.[]


Editor. Ainurrahman

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Berkursi Roda, Setnov Gunakan Rompi Tahanan KPK

Senin, 20 November 2017 00:46 WIB

"Yang bersangkutan (Setnov) tidak membutuhkan lagi rawat inap?. Maka pembantaranya tidak dibutuhkan lagi"


IDI Tegaskan Analisa Kesehatan Setnov Tak Berdasarkan Sosmed

Senin, 20 November 2017 00:38 WIB

Tim IDI yang diterjunkan bertugas untuk memberikan 'second opinion' dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim dokter RSCM.


Inter vs Atalanta: Fakta dan Data Tim Sesama Biru-Hitam

Senin, 20 November 2017 00:30 WIB

Kedua tim sama mempunyai kostum ciri khas biru-hitam.


Babak I: Will Hughes Bikin Debut Moyes Tertinggal

Senin, 20 November 2017 00:13 WIB

David Moyes berdiri di tepi lapangan dalam debutnya untuk West Ham United.


Setya Novanto Akhirnya Resmi Ditahan KPK

Minggu, 19 November 2017 23:57 WIB

"Setelah melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, dinyatakan tidak perlu lagi dilakukan perawatan"


Panglima TNI: Ulama Indonesia Ajarkan Umatnya Melindungi Umat Lain

Minggu, 19 November 2017 23:47 WIB

Ulama di Indonesia selalu memberikan tausiyah kepada umatnya untuk menjadi seorang muslim yang cinta bangsa dan NKRI


Si Penakluk Nadal-Federer Mencari Pembalasan Dendam

Minggu, 19 November 2017 23:32 WIB

Grigor Dimitrov unggul head to head dengan skor 4-1 atas David Goffin.


Sampdoria Berikan Kekalahan Kedua untuk Juventus

Minggu, 19 November 2017 23:24 WIB

Selisih angka antara Juventus di posisi kedua dan Napoli pada posisi pertama klasemen Liga Serie A Italia melebar menjadi empat angka.


Pengamat: Kampanye Hitam Untungkan Bupati Ipong

Minggu, 19 November 2017 23:09 WIB

Semakin "dikuyo-kuyo" kandidat biasanya akan memperoleh efek mellow yang baik dipemilih Jawa.


PKS Dorong Pesantren Bisa Jadi Tulang Punggung Indonesia

Minggu, 19 November 2017 23:00 WIB

"Sejarah mencatat dengan tinta emas perjuangan ulama, pesantren dan umat Islam dalam memerdekakan republik"


Pencuri Rumah Kosong Beraksi, Satu Unit Motor dan Laptop Raib

Minggu, 19 November 2017 22:56 WIB

Pelaku adalah spesialis pencurian Rumsong.


Tiba di Rumah Mertua, Kahiang Ayu Disambut Tarian Onang-onang

Minggu, 19 November 2017 22:49 WIB

Keduanya disambut dengan tarian Onang-onang khas Mandailing. Dua orang pesilat diiringi tabuhan gendang menyambut iring-iringan rombongan.


Maju Pilgub, Herman Deru Akan Mewakafkan Dirinya untuk Sumsel

Minggu, 19 November 2017 22:47 WIB

Untuk membangun Sumsel harus mendahulukan rasa saling menghargai, bahu membahu dan bersatu.


KPK Tunggu Rekomendasi Dokter Soal Penahanan Setnov

Minggu, 19 November 2017 22:22 WIB

"Sabar ya kita tunggu dulu KPK mengikuti apa rekomendasi dokter"


Pengacara Setnov Dilaporkan ke KPK, AAN: Salah Kamar

Minggu, 19 November 2017 22:15 WIB

Pasalnya, Fredrich Yunadi tak pantas dikenakan pasal 21 lantaran tindakannya dianggap tak merintangi penyidikan KPK.