News / Politik / Berita

KPK Temui SBY, Demokrat: Tak Ada yang Salah, Karena Kami Bersih

akurat logo
Melly Kartika Adelia
Rabu, 13 September 2017 11:41 WIB
Share
 
KPK Temui SBY, Demokrat: Tak Ada yang Salah, Karena Kami Bersih
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan menjawab pertanyaan wartawan seputar pertemuan SBY denga lembaga antirasuah. AKURAT.CO/ Melly Kartika Adelia

AKURAT.CO, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikabarkan akan menggelar pertemuan dengan para pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dari jadwal yang diagendakan, pertemuan tersebut rencananya digelar di Kantor DPP Partai Demokrat di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, sekira pukul 14.00 WIB.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan mengungkapkan, pertemuan ini untuk sosialisasi dan menyamakan persepsi soal pemberantasan korupsi. 

"Intinya harus ada pertemuan yang sifatnya tukar menukar informasi yang menyangkut tentang bagaimana pelaksanaan bersama untuk meningkatkan pemberantasan korupsi," katanya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/9).

"Ini juga merupakan sosialisasi dan komunikasi untuk check and balance juga, kami ingin mendapat masukan dari KPK secara komprehensif," lanjutnya. 

Dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh KPK karena menemui pimpinan partai politik juga dibantah oleh Syarief Hasan. 

Di mana dalam Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 tentang KPK, dalam Ayat 1 Pasal 36 disebutkan pimpinan KPK dilarang mengadakan hubungan langsung atau tidak langsung dengan tersangka atau pihak lain yang ada hubungan dengan perkara tindak pidana korupsi yang ditangani KPK dengan alasan apa pun. 

Maka dari itu, pihaknya tak merasa ada yang salah jika melakukan pertemuan dengan pimpinan KPK, karena ia mengatakan saat ini tidak ada kader partainya yang berstatus sebagai tersangka kasus korupsi. 

"Setahu saya yang tidak boleh itu kalau ada yang statusnya tersangka. Partai Demokrat kan tidak ada yang statusnya tersangka. Kami kan bersih sekarang," ujarnya. 

Syarief juga tak setuju dengan adanya dugaan sebagian pihak yang menilai bahwa Demokrat telah menyalahkan wewenang. Ia meminta masyarakat menelaah terlebih dulu maksud dari pertemuan itu. 

"Kami kan tidak melakukan pelanggaran itu. Kami kan tidak melakukan abuse of power, kami kan tidak melakukan sesuatu yang melanggar aturan. Dan saya pikir sepanjang itu sosialisasi, ini sama juga dengan menemui rakyat, makanya dikarenakan lembaga politik kami ingin ada semacam suatu penjelasan resmi secara menyeluruh. Karena ditengarai selama ini kan penegakan hukum kan tajam ke bawah tumpul ke atas," paparnya.[]

 


Editor. Ridwansyah Rakhman

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Tak Sampai 12 Jam, Panglima TNI: Evakuasi Sandera di Papua Bisa Dilaksanakan

Senin, 20 November 2017 07:02 WIB

"Tidak mungkin pasukan yang bergerak tanpa informasi yang akurat dan tepat"


Setnov: Saya Pikir Masih Diberi Kesempatan untuk Recovery

Senin, 20 November 2017 06:30 WIB

Setnov selesai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 01.15 WIB. Ia dibawa ke gedung KPK pada Minggu (19/11) pukul 23.35 WIB.


Disdukcapil Biak Siap Sediakan Kolom Aliran Kepercayaan di e-KTP

Senin, 20 November 2017 06:21 WIB

"Jika ada warga yang menganut aliran kepercayaan, kami jajaran Disdukcapil Biak siap memasukkan datanya di kolom agama"


Pelemahan USD Diharapkan Mampu Kerek Rupiah

Senin, 20 November 2017 06:20 WIB

Munculnya kisruh politik di pemerintah Presiden Trump diharapkan turut menambah sentimen positif pada Rupiah.


BI Direspon Positif, IHSG Balik Menguat

Senin, 20 November 2017 06:16 WIB

Tampaknya pelaku pasar tidak terlalu memperhatikan pergerakan bursa saham Asia.


Sundulan Aduritz Bikin Athletic Bilbao Raih Satu Angka

Senin, 20 November 2017 06:16 WIB

Hasil ini tak menggeser posisi Athletic Bilbao di peringkat ke-15 klasemen sementara La Liga dengan 12 angka.


Panglima TNI Terharu dengan 5 Perwira Misi Pembebasan Sandera di Papua

Senin, 20 November 2017 05:59 WIB

"Lima perwira tersebut menyampaikan kepada saya, bahwa keberhasilan milik anak buah, kegagalan adalah tanggung jawab perwira"


Gasperini: Icardi Menjadi Pembeda Inter

Senin, 20 November 2017 05:50 WIB

"Kami tahu Inter memiliki banyak peluang untuk mencetak gol dengan gaya menyerangnya."


Sebut Takbir Indikasi Teroris, DPR Desak Kapolri Copot Kapolres Dharmasraya

Senin, 20 November 2017 05:43 WIB

"Apa yang disampaikan Kapolres Dharmasraya, AKBP Roedy Yoelianto, sangat melukai hati umat Islam"


Tumbangkan "Favorit Goffin", Dimitrov Rajai Final ATP

Senin, 20 November 2017 05:36 WIB

Gelar ini merupakan yang keempat sepanjang 2017 bagi Grigor Dimitrov.


Polisi Prancis Tembak Mati Tiga Orang Lalu Bunuh Diri

Senin, 20 November 2017 05:26 WIB

"Polisi itu awalnya membunuh dua orang dengan senjatanya di jalan"


Dua Gol Icardi Bikin Rekor Tak Terkalahkan Inter Berlanjut

Senin, 20 November 2017 05:00 WIB

Inter Milan berada di posisi dua dan hanya berselisih dua poin dengan sang pemuncak klasemen Napoli yang mengemas 35 angka dari 12 laga.


Babak I: Miskin Peluang Tanpa Gol di Giuseppe Meazza

Senin, 20 November 2017 03:46 WIB

Hingga menit ke-40, baik Inter dan Atalanta, sama-sama mengemas 50 persen penguasaan bola.


Pembebasan Sandera di Papua Dilaksanakan Secara Senyap dan Teliti

Senin, 20 November 2017 03:27 WIB

"Kepolisian menyiagakan dan mengamankan warga sekitar, TNI bergerak dengan senyap"


Protes Berlebihan, Pelatih Valencia Absen Dampingi Timnya Kontra Barcelona

Senin, 20 November 2017 03:08 WIB

"Saya tidak suka ini, mereka (wasit) harus membiarkan pelatih berbicara," kata Quique Flores.