Kasus Bayi Debora

Generasi: Kebijakan Pemerintah Terhadap RS Masih Rendah

akurat logo
Dedi Ermansyah
Rabu, 13 September 2017 09:54 WIB
Share
 
Generasi: Kebijakan Pemerintah Terhadap RS Masih Rendah
Ilustrasi.. Foto: AKURAT.CO/Lukman Hakim Naba

AKURAT.CO, Tindakan  Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat yang tidak segera menangani bayi berusia 4 tahun, Tiara Debora hingga akhirnya meninggal dunia, mendapat sorotan dari Gerakan Perlindungan Anak Asa Negeri (Generasi).

Ketua Umum Gerakan Perlindungan Anak Asa Negeri (Generasi), Ena Nurjanah, mengaku, prihatin dan menyesalkan sikap RS tersebut yang dinilai tak mengedepankan kepentingan keselamatan Pasien, apalagi korbannya seorang bayi.

Ena menilai, kejadian tersebut menjadi masukan berharga bagi pemerintah sebagai bahan dalam membuat produk Undang-Undang (UU) terhadap Rumah Sakit yang melakukan pelanggaran. Hal itu agar kedepan tak terjadi lagi peristiwa serupa.

"Adakah UU yang mengatur pengelolaan RS terhadap pasien? Kalo pun ada point seperti kasus ini, pasti susah bahasnya. Namun, harus tetap menjadi concern pemerintah untuk memperjuangkan kepentingan rakyatnya" kata Ena dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (13/9).

Namun demikian, dengan adanya Undang-Undang tersebut pelanggaran terhadap tindakan kelalaian dapat di proses sesuai peraturan yang berlaku melalui peradilan.

"Kalo engga ada, semuanya abu-abu, keluhan akan berujung pada kesenyapan dan akan ramai kembali ketikak kasus berulang," jelasnya.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Generasi, Rini Lestiawati menuturkan, cara cara yang dilakukan RS terhadap Pasien yang tak memiliki uang kerap terjadi.

Menurut Rini kasus Debora hampir sama dengan kasus yang pernah ditanganinya dimana pihak RS selalu berkelit.

"Kami pernah mendampingi kasus yang serupa. Ada seorang anak yang sedang kritis dan harus di operasi sedangkan orang tuanya di luar kota RS minta deposit 37 juta saat itu..dia cuma pgang 10juta RS tetep gak mau ambil tindakan alasan apapun mereka gak terima," ucapnya.

Tak hanya itu, ia menyayangkan RS Mitra Keluarga Kalideres yang tak mau melakukan tindakan pertolongan akibat kurangnya biaya.

"Seharusnya bisa dilihat dari keadaan pasien yang bersangkutan apakah perlu tindakan segera atau masih bisa dibantu obat," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menilai kalau memang kondisinya sudah kritis, setiap RS harus mengutamakan keselamatan pasien dulu terkait pembiayaan bisa dibicarakan setelah penanganan Selesai.

"Apakah sudah begitu komersialnya sebuah RS yg seharusnya menjadi tempat harapan orang untuk mendapatkan kesembuhan tapi pada akhirnya kekecewaan yang didapatkan," pungkasnya.[]


Editor. Ridwansyah Rakhman

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Inter vs Atalanta: Fakta dan Data Tim Sesama Biru-Hitam

Senin, 20 November 2017 00:30 WIB

Kedua tim sama mempunyai kostum ciri khas biru-hitam.


Babak I: Will Hughes Bikin Debut Moyes Tertinggal

Senin, 20 November 2017 00:13 WIB

David Moyes berdiri di tepi lapangan dalam debutnya untuk West Ham United.


Setya Novanto Akhirnya Resmi Ditahan KPK

Minggu, 19 November 2017 23:57 WIB

"Setelah melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, dinyatakan tidak perlu lagi dilakukan perawatan"


Panglima TNI: Ulama Indonesia Ajarkan Umatnya Melindungi Umat Lain

Minggu, 19 November 2017 23:47 WIB

Ulama di Indonesia selalu memberikan tausiyah kepada umatnya untuk menjadi seorang muslim yang cinta bangsa dan NKRI


Si Penakluk Nadal-Federer Mencari Pembalasan Dendam

Minggu, 19 November 2017 23:32 WIB

Grigor Dimitrov unggul head to head dengan skor 4-1 atas David Goffin.


Sampdoria Berikan Kekalahan Kedua untuk Juventus

Minggu, 19 November 2017 23:24 WIB

Selisih angka antara Juventus di posisi kedua dan Napoli pada posisi pertama klasemen Liga Serie A Italia melebar menjadi empat angka.


Pengamat: Kampanye Hitam Untungkan Bupati Ipong

Minggu, 19 November 2017 23:09 WIB

Semakin "dikuyo-kuyo" kandidat biasanya akan memperoleh efek mellow yang baik dipemilih Jawa.


PKS Dorong Pesantren Bisa Jadi Tulang Punggung Indonesia

Minggu, 19 November 2017 23:00 WIB

"Sejarah mencatat dengan tinta emas perjuangan ulama, pesantren dan umat Islam dalam memerdekakan republik"


Pencuri Rumah Kosong Beraksi, Satu Unit Motor dan Laptop Raib

Minggu, 19 November 2017 22:56 WIB

Pelaku adalah spesialis pencurian Rumsong.


Tiba di Rumah Mertua, Kahiang Ayu Disambut Tarian Onang-onang

Minggu, 19 November 2017 22:49 WIB

Keduanya disambut dengan tarian Onang-onang khas Mandailing. Dua orang pesilat diiringi tabuhan gendang menyambut iring-iringan rombongan.


Maju Pilgub, Herman Deru Akan Mewakafkan Dirinya untuk Sumsel

Minggu, 19 November 2017 22:47 WIB

Untuk membangun Sumsel harus mendahulukan rasa saling menghargai, bahu membahu dan bersatu.


KPK Tunggu Rekomendasi Dokter Soal Penahanan Setnov

Minggu, 19 November 2017 22:22 WIB

"Sabar ya kita tunggu dulu KPK mengikuti apa rekomendasi dokter"


Pengacara Setnov Dilaporkan ke KPK, AAN: Salah Kamar

Minggu, 19 November 2017 22:15 WIB

Pasalnya, Fredrich Yunadi tak pantas dikenakan pasal 21 lantaran tindakannya dianggap tak merintangi penyidikan KPK.


Tanda Verifikasi Mulai Dihapus Twitter untuk Akun "Bermasalah"

Minggu, 19 November 2017 22:09 WIB

Bagi Twitter, lambang verifikasi pada akun yang mereka setujui merupakan gambaran mengenai platform media sosial mikroblog tersebut.


Babak I: Juventus Frustasi Bongkar Pertahanan Sampdoria

Minggu, 19 November 2017 22:00 WIB

Pemain Juventus memprotes wasit karena tak memberikan penalti atas hand-ball yang dilakukan pemain Sampdoria di pengujung laga.