News / Daerah / Berita

Tak Diperhatikan Pemerintah, Petani di Sulteng Bangun Bendungan Sendiri

akurat logo
Deni Muhtarudin
Senin, 21 Agustus 2017 17:04 WIB
Share
 
Tak Diperhatikan Pemerintah, Petani di Sulteng Bangun Bendungan Sendiri
Saripudin (56) salah seorang petani di Kampung Muara, Desa Jambe Nenggang, memperlihatkan bendungan irigasi Cimuncang yang rusak berat. Pikiran Rakyat/Ahmad Rayadie

AKURAT.CO, Sebagian petani di daerah lumbung padi di Sausu, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng), saat ini membutuhkan bendungan irigasi karena sudah bertahun-tahun bendungan di daerah mereka tak kunjung dibangun pemerintah.

"Terpaksa setiap kali mau mengolah sawah, petani secara swadaya membuat bendungan sendiri. Pakai karung, bahkan sewa alat berat sendiri," ungkap Kepala Desa Sausu, Piore Ismail, kepada wartawan di Palu, Senin (21/8).

Ismail mengatakan, setiap kali musim penggarapan sawah, petani menghabiskan dana puluhan juta untuk membuat bendung agar sawah mereka bisa dialiri.

Menurut Ismail, bendungan tersebut sangat dibutuhkan karena sebelumnya sudah ada jaringan irigasi yang dibangun pemerintah. Hanya saja daerah irigasi tersebut tidak dilengkapi dengan bendungan.

"Hampir setiap tahun kami ajukan proposal pembangunan bendung itu. Tidak saja ke kabupaten, tapi juga ke pemerintah provinsi. Tapi sampai sekarang ini tidak ada realisasinya. Kasian petani kami," katanya.

Irigasi di Sungai Sausu tersebut menyuplai air untuk dua desa yakni Sausu Piore dan Sausu Tambu dengan luas sawah sekitar 700 hektare.

Ismail menyebutkan, sedikitnya ada 600 petani di dua desa tersebut yang selalu berharap agar pemerintah segera membangun bendungan sehingga petani tidak lagi mengeluarkan ongkos besar setiap kali musim pengolahan sawah.

Ismail menyampaikan, sudah banyak perwakilan pemerintah yang datang melihat langsung kondisi bendungan tersebut, namun sampai saat ini tak kunjung ada realisasi pembangunannya.

"Petani hanya di janji terus, tidak ada realisasi sampai sekarang. Saya juga tidak tahu, dana pembangunannya tersangkut dimana," ujarnya.

Ismail berharap, agar pemerintah daerah menjadikan pembangunan bendungan tersebut sebagai prioritas, mengingat sudah hampir dua kali pemilihan kepala daerah dan pemilihan umum kebutuhan petani tidak pernah dipenuhi.

"Padahal ini untuk kepentingan petani. Mestinya ini prioritas agar produksi dan produktivitas pertanian kita bisa lebih baik," ungkapnya.

Seperti diketahui, masalah irigasi selalu menjadi keluhan petani di berbagai daerah di Sulawesi Tengah mengingat pemerintah daerah tidak mampu memenuhi semua permintaan pembangunan irigasi.

Saat ini terdapat 484 daerah irigasi dengan luas potensial 161.636 hektare, namun luas fungsionalnya baru mencapai 109.508 hektare. Sementara yang belum fungsional masih mencapai 52.128 hektare.

Dari jumlah irigasi tersebut masing-masing enam daerah irigasi menjadi kewenangan pemerintah pusat, 33 daerah irigasi kewenangan provinsi (tiga diantaranya sedang dalam pengerjaan oleh Balai Sungai) dan 445 daerah irigasi menjadi kewenangan pemerintah kabupaten.[]


Editor. Ridwansyah Rakhman

Sumber. Antara

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Penertiban PKL di Jakarta Rawan Maladministrasi, Sandi: Jika PNS Terlibat Tindak Tegas

Jumat, 24 November 2017 22:06 WIB

ORI menyebut beberapa wilayah di Jakarta rawan praktik maladministrasi dalam penataan dan penertiban pedagang kaki lima.


Reuni 212, Sandi: Katanya Saya Diundang

Jumat, 24 November 2017 21:48 WIB

Sandiaga Uno mengaku belum menerima undangan peringatan satu tahun aksi 212 yang rencananya digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas).


Pancasila Bisa Menjadi Role Model Kerukunan Internasional

Jumat, 24 November 2017 21:43 WIB

Sekretaris Jenderal Religion of Peace, Kyoichi Sugino menilai Pancasila bisa menjadi role model dalam membangun negara dalam perbedaan


Dituding Sudutkan Setya Novanto, Doli Kurnia Dipolisikan

Jumat, 24 November 2017 21:35 WIB

Politisi Partai Golkar, Johnson Silitonga melaporkan mantan Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG), Ahmad Doli Kurnia


Presiden Kedua Zimbabwe Dilantik, Mnangagwa: Saya Tidak Lupa pada Rakyat

Jumat, 24 November 2017 21:32 WIB

Saya tidak lupa pada banyak rakyat Zimbabwe dari berbagai ras dan kekuatan politik yang membantu menciptakan hari ini


Pemprov DKI Ingin Kerja Sama dengan PT Pindad

Jumat, 24 November 2017 21:29 WIB

Pemprov DKI Jakarta berencana menjalin kerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pindad untuk pengadaan alat-alat berat.


Madu Bisa Dipadukan dengan 6 Bahan Ini untuk Bantu Kesehatan Rambut

Jumat, 24 November 2017 21:26 WIB

Berikut beberapa bahan alami yang dipadukan dengan madu agar rambut kamu tidak rapuh.


KPK Terima Daftar Saksi yang Meringankan Setnov

Jumat, 24 November 2017 21:24 WIB

Kuasa hukum Setya Novanto menurunkan delapan orang saksi dan empat orang ahli yang meringankan Setnov


DPD Partai Golkar Jabar Desak Ridwan Kamil Tentukan Wakilnya

Jumat, 24 November 2017 21:23 WIB

Itu domainnya DPP. Suratnya saya belum baca


Banyak Lakukan Blunder, Ahsan/Rian Dikandaskan Ganda Jepang

Jumat, 24 November 2017 21:18 WIB

Indonesia hanya mengirimkan dua wakil saja ke babak semifinal Hong Kong Terbuka 2017.


Frans Magnis: Selain Pancasila, ini Dua Hal Perekat Kebangsaan

Jumat, 24 November 2017 21:17 WIB

Tiga langkah yang dilakukan Indonesia dalam menjaga kerukunan antar umat beragama, pertama adalah Pancasila


Serangan Militan di Masjid Al-Rawda Tewaskan 155 Jamaah

Jumat, 24 November 2017 21:14 WIB

Lebih dari 100 orang terluka dalam serangan itu


Lawan Indonesia, Skuat Guyana Kombinasi Pemain Muda dan Senior

Jumat, 24 November 2017 21:06 WIB

Guyana membawa 19 pemain ke Indonesia.


Pengamat Nilai Calon Ketum Baru Partai Golkar Harus Dapat Restu Jokowi

Jumat, 24 November 2017 21:00 WIB

Pasti kepentingan presiden juga ada


Tinggalkan Malaysia, RD Kembali ke Pelukan Mantan

Jumat, 24 November 2017 20:51 WIB

Pelatih yang sempat memberikan gelar juara double winner tahun 2007 ke SFC ini dikontrak hingga dua tahun ke depan.