News / Politik / Berita
Pansus Angket KPK

Substansi Tidak Jelas, HMI Tolak Hak Angket DPR Terhadap KPK

akurat logo
Muslimin
Senin, 17 Juli 2017 18:34 WIB
Share
 
Substansi Tidak Jelas, HMI Tolak Hak Angket DPR Terhadap KPK
Ketua Umum PB HMI, Muhammad Fauzi bersama Fungsionaris PB HMI. Istimewa

AKURAT.CO, Hak Angket merupakan hak penyelidikan yang dimiliki oleh DPR untuk menjalankan fungsi pengawasan (Controlling). Secara historis, Hak Angket sebagai penguatan posisi DPR ketika berhadapan dengan Pemerintah dalam hal ini Presiden.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menilai Hak Angket tersebut tidak tepat digunakan DPR karena melebihi batas untuk penyelidikan KPK.

“Hal ini menimbulkan kecurigaan publik, karena angket tersebut ‘dipaksakan’ muncul ketika KPK berupaya menuntaskan mega skandal korupsi e-KTP,” kata Ketua Umum HMI Muhamad Fauzi, di Jakarta, Senin (17/7).

Fauzi mengatakan, HMI sebagai organisasi kemahasiswaan melihat bahwa penggunaan angket tersebut telah melebihi batas kewenangan sebagaimana diatur dalam UU No. 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3), maka PB HMI menilai:

Pertama, Hak Angket DPR terhadap KPK tidak jelas substansi dan tujuan yang hendak dicapai, faktanya materi angket dapat menggangu kinerja KPK yang sedang menyelesaikan penyidikan korupsi e-KTP. Sehingga tidak tepat DPR sebagai lembaga politik justru menyelidiki secara politik materi yang sedang diselidiki secara hukum (pro justicia) oleh KPK.

Kedua, Hak Angket DPR sarat kepentingan politik, hal ini dapat dijelaskan dengan adanya nama-nama anggota DPR yang diduga terlibat korupsi e-KTP, namun berada di keanggotaan Panitia Khusus (Pansus) angket DPR bahkan menjadi Ketua Pansus.

Ketiga, Pansus Angket DPR cacat prosedural dan cacat substansi, karena dipaksakan disahkan ketika sejumlah anggota DPR melakukan interupsi hingga walk out. Kemudian, tidak tepat justru yang menjadi subjek angket adalah KPK selaku state indpendent agencies, padahal seharusnya yang harus diselidiki adalah Pemerintah dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri yang melaksanakan program e-KTP.

Keempat, Pansus DPR telah berlebihan dengan dalih klausul “pelaksanaan UU” dalam UU MD3 maka dapat mengangketkan KPK. Sebaliknya, Pansus DPR tidak mengaitkan dengan klausul kedua, yaitu kebijakan pemerintah penting, strategis, dan berdampak luas dan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Padahal rumusan Pasal 79 Ayat (3) UU MD3 adalah kumulatif-alternatif sehingga harus dibuktikan unsur penting, strategis dan berdampak luas. Dapat disimpulkan, Pansus angket KPK tidak memahami nilai historis dan yuridis (original intent) hak angket masuk dalam Perubahan Kedua UUD RI 1945 (Pasal 20A ayat 2).

Kelima,Korupsi adalah kejahatan luar biasa (Extra Ordinari Crime). Pemberantasan korupsi merupakan agenda bersama seluruh elemen bangsa. Maka merupakan kesalahan fatal dan melawan hukum bagi siapapun yang berusaha menghalangi dalam hal ini melakukan kriminalisasi dan pelemahan terhadap agenda perjuangan pemberantasan korupsi.

Berdasarkan hal di atas, kami dari PB HMI MPO menyatakan:

1. Menolak Hak Angket DPR terhadap KPK, karena substansi angket bertentangan dengan upaya penyidikan (pro justicia) kasus e-KTP oleh KPK;

2. Mendesak agar partai politik menarik perwakilan dari Pansus Hak Angket, karena keberadaan Pansus angket cacat prosedural dan substansi;

3. Mendukung Wadah Pegawai KPK untuk melakukan judicial review di Mahkamah Konstitusi terhadap UU No. 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD;

4. Mendukung agenda pemberantasan korupsi oleh KPK yang akuntabel dan tidak tebang pilih;

5. Mengintruksikan kepada seluruh Cabang-Cabang HMI di Indonesia melakukan aksi simpatik menolak pelemahan dan kriminalisasi KPK.[]


Editor. Ridwansyah Rakhman

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Siapakah Militan Sinai yang Diduga Menyerang Masjid al-Rawda?

Sabtu, 25 November 2017 08:37 WIB

Serangan militan di masjid al-Rawda, Bir al-Abed, Sinai Utara, Mesir, terjadi secara mengejutkan dan brutal hingga menewaskan 235 orang


Sedang Jalani Program Bayi Tabung? Tetaplah Berhubungan Badan

Sabtu, 25 November 2017 08:35 WIB

Hubungan badan dikhawatirkan mengganggu transfer embrio yang memakan waktu selama 48 jam hingga dua pekan.


Singapura Kagumi Sumsel Tanpa Konflik

Sabtu, 25 November 2017 08:31 WIB

Singapura mengagumi provinsi Sumatera Selatan tanpa konflik sehingga perkembangan pembangunan cukup pesat.


Paduan Suara dan Orkestra Ramaikan Peringatan Hari Guru di Kemendikbud

Sabtu, 25 November 2017 08:24 WIB

Gubernur DKI Jakarata Anies Rasyid Baswedan yang juga mantan Mendikbud dijadwalkan mengisi acara tersebut


Masjid yang Diserang Militan Sinai Biasa Digunakan Pengikut Tasawuf

Sabtu, 25 November 2017 08:10 WIB

Beberapa kelompok militan, termasuk Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menganggap tasawuf sebagai bid'ah


Warna Bibir Ungkapkan Banyak Hal Tentang Kesehatan

Sabtu, 25 November 2017 08:05 WIB

Tak hanya mata, ternyata warna bibir bisa jadi deteksi masalah di tubuh lho.


Twitter Kembangkan Fitur Bookmark

Sabtu, 25 November 2017 07:51 WIB

Twitter telah mencoba sejumlah desain dan menentukan satu yang paling mudah untuk dinavigasikan dengan mengujinya kepada komunitas.


Kader PAN Desak Rusli Matdian Mengundurkan Diri dari Jabatannya

Sabtu, 25 November 2017 07:46 WIB

Sejumlah kader Partai Amanat Nasional Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan mendesak Ketua DPD Rusli Matdian agar mengundurkan diri.


Kamu Pecinta Kopi? Yuk Datang ke Toraja Coffee House

Sabtu, 25 November 2017 07:44 WIB

Kopi Toraja mendapat tempat di hati masyarakat, tidak hanya di Indonesia, namun juga di kancah Internasional.


Jennifer Dunn Dihujat, Hotman Paris: Orang Lain Punya Istri 4 Boleh

Sabtu, 25 November 2017 07:39 WIB

Kenapa orang lain punya istri empat boleh. Kan agama saya mengizinkan. Sudah itu aja.


Bangkitkan Sensasi Seks dengan Pola Pikir Erotis

Sabtu, 25 November 2017 07:32 WIB

Pola pikir bukan hanya berkaitan dengan pendidikan dan pekerjaan semata. Dalam urusan seks, pola pikir pasangan juga sangat penting.


Menyusui Bisa Cegah Alergi Makanan pada Bayi

Sabtu, 25 November 2017 07:29 WIB

ASI merupakan antibody alami yang bisa mencegah bayi terserang penyakit.


Nasdaq dan S&P 500 Berakhir Menguat

Sabtu, 25 November 2017 07:29 WIB

Sesi perdagangan yang dipersingkat untuk libur, karena Wall Street terus mempertimbangkan risalah Federal Reserve dari pertemuan terakhirnya


Emas Berjangka Turun Akibat Aksi Ambil Untung

Sabtu, 25 November 2017 07:24 WIB

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, turun 4,9 dolar AS atau 0,38 persen, menjadi menetap di 1.287,30 dolar AS per ounce


Bengkulu Tetapkan APBD 2018 Rp3,15 triliun

Sabtu, 25 November 2017 07:23 WIB

Rapat paripurna DPRD Provinsi Bengkulu menetapkan Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2018 senilai Rp3,15 triliun