News / Daerah / Berita

Pemkab Imbau Masyarakat Basmi Tikus Secara Serentak

akurat logo
Dedi Ermansyah
Minggu, 02 April 2017 05:13 WIB
Share
 
Pemkab Imbau Masyarakat Basmi Tikus Secara Serentak
ilustrasi Tikus. (Foto: Pixy.com)..

AKURAT.CO, Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengimbau masyarakat melakukan pembasmian tikus secara serentak untuk menekan kasus leptospirosis di wilayah ini.

Sekda Gunung Kidul Drajat Ruswandono meminta warga melakukan "gropyokan" tikus secara serentak dan rutin serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

"Kami juga mengingatkan warga yang beraktivitas di luar rumah seperti di sawah sebaiknya menggunakan alas kaki," kata Drajat.

"Gropyokan" tikus telah dilakukan di dua kecamatan di Gunung Kidul, yakni di Kecamatan Gedangsari dan Patuk. Dua kecamatan tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan karena sudah ada warga setempat yang mengidap penyakit leptospirosis.

"Kami berharap adanya 'gropyokan' mampu mengurangi penyakit akibat tikus," katanya.

Drajat mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan semua Organisasi Perangkat daerah (OPD) untuk penanganan penyakit leptospirosis.

"Kami sudah melakukan koordinasi dengan OPD terkait, semoga segera teratasi," katanya.

Sementara Camat Patuk Haryo Ambar Suwardi mengatakan sebagai wilayah paling banyak warga terserang penyakit leptospirosis, pihaknya meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Upaya yang dilakukan yakni melakukan sosialisasi sampai tingkat rukun tetangga.

"Kami meminta masyarakat untuk melakukan 'gropyokan' tikus," katanya.? Kasi Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Zoonesis Dinas Kesehatan Gunung Kidul Yudo Hendratmo mengatakan untuk menekan kasus leptospirosis, pihaknya melakukan penyuluhan kepada masyarakat.

"Penyakit leptospirosis tidak hanya ditularkan melalui tikus, tetapi memang sebagian besar ditularkan tikus," katanya.

Menurut dia, tikus mengeluarkan urine yang mengandung Leptospira sp. Bakteri ini sebenarnya langsung mati jika terkena sinar matahari, namun jika dalam air akan bertahan lama kurang lebih satu bulan.

"Bakteri akan masuk ke dalam selaput lendir seperti di mata, mulut dan melalui luka. Meski tak luka, kaki tangan di dalam air gampang mudah masuk di dalam air," bebernya.

Selama ini penularan penyakit ini sebagian besar menyerang petani, karena biasanya mereka bekerja sebelum matahari terbit, sehingga bakteri tersebut akan mudah masuk ke dalam tubuh.

Untuk itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada para petani untuk bekerja setelah matahari terbit sehingga bisa mengurangi resiko penularan bakteri.

"Kami juga meminta masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, dan memakai alat pelindung diri jika akan ke ladang atau sawah untuk mencegah penularan," ucapnya.

Yudo mengatakan, sebagai upaya pencegahan pihaknya melakukan koordinasi lintas sektoral seperti dari Dinas Pertanian dan pihak kecamatan untuk melakukan sosialiasasi.[]


Editor. Ridwansyah

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Dalami Kasus Penembakan, Polisi Minta Pendapat Ahli

Selasa, 23 Januari 2018 22:04 WIB

Tim penyidik Polresta Bogor Kota dan Polda Jawa Barat meminta pendapat sejumlah ahli untuk penyelidikan yang dilakukan oknum Brimob


Latih ASN, Kemenpan Bakal Tiru Sistem Telkom Corporate University

Selasa, 23 Januari 2018 22:00 WIB

ASN harus bisa menghadapi tantangan masa kini.


BMKG Pastikan Isu Gempa Susulan Berkekuatan 7,5 SR Hoax

Selasa, 23 Januari 2018 21:48 WIB

Aktifitas Gempa di Banten terus melemah.


Bawaslu Riau Bentuk Tim Siber Pantau Keterlibatan ASN dalam Politik

Selasa, 23 Januari 2018 21:41 WIB

Selamanya, ASN itu haram menyentuh dunia politik.


Dulang Suara di Madura untuk Khofifah-Emil, Demokrat Optimalkan Kyai Kampung

Selasa, 23 Januari 2018 21:40 WIB

Kami maksimalkan kyai kampung karena mereka langsung bersentuhan dengan masyarakat bawah.


Kalahkan Perseru, Persebaya Berpeluang ke Perempatfinal

Selasa, 23 Januari 2018 21:39 WIB

Persebaya mengumpulkan empat poin dan berpeluang ke perempatfinal Piala Presiden 2018.


KPK Ingin Tangani Korupsi di Sektor Swasta, Arsul Sani: Harus Revisi UU KPK

Selasa, 23 Januari 2018 21:34 WIB

Arsul meminta KPK tidak bernafsu besar untuk terlibat menangani perkara korupsi yang ada di sektor swasta.


Chiangrai United Kubur Mimpi Bali United Berlaga di Liga Champions Asia

Selasa, 23 Januari 2018 21:32 WIB

Bali United tak berdaya menghadapi wakil Thailand di perpanjangan waktu.


Polrestra Bogor Belum Bisa Simpulkan Kronologi Penembakan

Selasa, 23 Januari 2018 21:32 WIB

Polrestra Bogor Kota belum bisa menyimpilkan kronologi peristiwa penembakan.


Wiranto Imbau DPD dan DPC Konsentrasi Persiapan Verifikasi Faktual

Selasa, 23 Januari 2018 21:30 WIB

Tidak ada lagi kubu OSO atau Daryatmo.


Terkait Beras 4,5 Ton, BPBD Pidie Jaya: Saya Tidak Bertanggung Jawab

Selasa, 23 Januari 2018 21:24 WIB

Untuk menyuplai beberapa sak beras ke desa-desa, pihaknya selalu mengeluarkan izin.


Remukkan Korsel, Uzbekistan Jumpa Vietnam di Final

Selasa, 23 Januari 2018 21:23 WIB

Laga final antara Uzbekistan dan Vietnam akan dilangsungkan di Changzhou, Sabtu (27/1), mendatang.


Perbedaan Wisatawan Muslim Indonesia dan Malaysia Saat Berwisata ke Jepang

Selasa, 23 Januari 2018 21:21 WIB

Minimnya makanan halal di Jepang, menjadi kendala wisatawan muslim dari Indonesia dan Malaysia.


Ormas Islam Meminta DPRD Tasikmalaya Desak Pemda Tertibkan LGBT

Selasa, 23 Januari 2018 21:13 WIB

Sejumlah Ormas Islam mendatangi kantor DPRD Kota Tasikmalaya untuk mendesak pemerindah daerah menertibkan aktivitas LGBT.