Pendaringan Kampanyekan Pentingnya Peran Petani, Peternak dan Nelayan

akurat logo
Deni Muhtarudin
Kamis, 17 Mei 2018 22:58 WIB
Share
 
Pendaringan Kampanyekan Pentingnya Peran Petani, Peternak dan Nelayan
Warga memberi makan ikan di area persawahan di Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (15/2). Pemerintah Kabupaten Pekalongan memberdayakan petani desa untuk mengembangkan lahan pertanian dengan Program Mina Padi, yaitu membudidayakan ikan di lahan pertanian padi sebagai upaya untuk menambah pendapatan dan kesejahteraan petani. . ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/kye/18

AKURAT.CO, World Resources Institute (WRI), Bank Dunia dan United Nations Development Programme (UNDP) atau Badan Program Pembangunan PBB telah mengingatkan ancaman krisis pangan dan bahaya kelaparan akan terjadi dalam tiga dekade mendatang.

Perselisihan akibat perebutan akses sumber pangan diperkirakan memanas dan menyulut terjadinya perang di banyak tempat. Konflik regional diduga kuat akan sulit terhindar dan memicu terjadinya banyak kematian. Sementara krisis air bersih, pemanasan global dan iklim yang makin tak bersahabat ikut memperburuk keadaan.

Kekhawatiran itu telah mendorong sejumlah anak muda milenial mengambil inisiatif mengampanyekan pentingnya kemandirian dan ketahanan pangan melalui forum Pendaringan. Mereka mendesak agar semua pihak secara serius merumuskan langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi krisis pangan, yang disebut para ahli, akan sangat sulit terhindar.

Aida Syamsuhadi yang menginisiasi terbentuknya Pendaringan tersebut mengungkapkan bahwa negara-negara yang memenuhi kebutuhan pangannya melalui kebijakan impor akan menjadi yang pertama terkena dampak krisis pangan, bahkan 10 tahun lebih awal dari negara-negara lainnya.

Menurut Aida, keteledoran yang dipicu oleh kebijakan impor yang serampangan bukan hanya menciptakan ketergantungan. Lebih buruk dari itu, impor yang tak terkendali dicemaskan mengganggu kedaulatan dan ketahanan pangan untuk jangka waktu yang lebih panjang.

"Kita semua tentu ingin Indonesia secara fundamental kokoh. Sudah saatnya kita mengarahkan fokus perhatian pada penguatan sendi-sendi ketahanan pangan. Profesi petani, peternak dan nelayan diakui amat penting, tapi ketiga profesi ini relatif belum cukup banyak merasakan kebijakan yang berpihak. Ada sejenis kekuatan yang tak ingin Indonesia tangguh dengan membiarkan petani, peternak dan nelayan kita tanpa aturan yang mampu melindungi, menjaga dan merawat kesinambungan," ungkapnya kepada wartawan, Jakarta, Kamis (17/5).

Sementara itu, Nur Agis Aulia, seorang peternak muda yang ikut bergabung di Pendaringan, telah menggagas penyelenggaraan Kuliah Whatsapp (KulWA) yang ditujukan bagi para petani, peternak dan nelayan. KulWA, harap Agis, tak hanya sekadar menjadi arena diseminasi pengetahuan atau tukar informasi dari mereka yang telah berhasil menorehkan banyak prestasi di sektor pangan. Ia menyebut, di forum ini pula petani, peternak dan nelayan dapat berkonsolidasi dan mengorganisasi diri untuk memperjuangkan kebijakan yang berpihak.

"Pendaringan akan kami dorong sebagai tempat untuk mengadvokasi berbagai isu yang dianggap melemahkan kehidupan petani, peternak dan nelayan di Indonesia. Kami juga menyadari, di masa depan para petani, peternak dan nelayan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Digitalisasi produk pertanian misalnya, sangat penting bagi semua pemangku kepentingan. Sekaligus juga upaya kami untuk memudahkan konsumen terhubung langsung dengan petani, peternak dan nelayan," ujarnya.

Agis menerangkan, KulWA Pendaringan saat ini diikuti tak kurang dari 1500 peserta dari kalangan petani, peternak, nelayan, mahasiswa dan umum yang tertarik dengan dunia pangan. Di luar peserta yang berasal dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia, beberapa di antaranya juga berasal dari sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Korea, hingga beberapa negara di Timur Tengah.

Di kesempatan KulWA, Agis juga menyampaikan ajakan pada generasi milenial untuk menjalani profesi sebagai petani, peternak dan nelayan. Melalui media sosial, ia tengah mensosialisasikan tagar #2019JadiPetaniPeternakNelayan.

"Selama kita masih belum mampu mengonsumsi plastik, mengunyah batu, atau menelan besi, maka selama itu pula profesi petani, peternak, dan nelayan akan selalu dibutuhkan. Saya ingin memberikan manfaat bagi sesama, karena itu saya mengajak kita semua jadi petani, peternak, dan nelayan," katanya.[]


Editor. Ainurrahman

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Teco: Kami Pastikan Diego Assis Cetak Gol Gunakan Tangan

Senin, 21 Mei 2018 02:37 WIB

"Lima menit terakhir kami dirugikan dengan keputusan wasit," tegasnya.


Unggah Ujaran Kebencian di FB, Satpam Bank Ditangkap Polres Simalungun

Senin, 21 Mei 2018 02:30 WIB

"Hasil interogasi bahwa AAD mengakui memang benar dia sendiri yang telah menulis dan menggugah kalimat tersebut ke facebook,"


Bupati Mahakam Ulu: Jaga Anak Dari Pengaruh Narkoba

Senin, 21 Mei 2018 02:07 WIB

"Saya mendapat laporan bahwa remaja dan pemuda kita sudah ada yang terkena pengaruh dalam penyalahgunaan narkoba,"


Seungri 'Big Bang' Hadiri Penghargaan TOP 100 CEO

Senin, 21 Mei 2018 02:05 WIB

Bukan hanya penyanyi, Seungri buktikan dirinya sebagai calon CEO sukses di masa depan.


Bertemu di PBNU, Ini yang Dibahas Anwar Ibrahim dan Said Aqil

Senin, 21 Mei 2018 02:00 WIB

"Kita memperkuat hubungan antara Malaysia dan NU, terutama menyamakan persepsi Islam yang damai,"


Kemenag Keluarkan Daftar 200 Mubaligh, Politisi PAN Bilang Itu Tendensius

Senin, 21 Mei 2018 01:30 WIB

"Terkait dengan rekomendasi 200 mubaligh rujukan dari Kemenag itu sangat tidak adil dan seolah tendensius,"


Eibar Rusak Pesta Perpisahan Torres Bersama Atletico

Senin, 21 Mei 2018 01:22 WIB

Dua gol yang dicetak Torres pun menjadi sia-sia.


Rebut Italia Terbuka, Nadal Kembali Duduki Peringkat Satu Dunia

Senin, 21 Mei 2018 01:19 WIB

Nadal mengalahkan juara bertahan di partai final.


James Gunn Ucapkan Selamat Kepada Kru dan Para Pemain 'Deadpool 2'

Senin, 21 Mei 2018 01:05 WIB

Atas keberhasilan yang diraih, melalui sosial media, Gunn mengucapkan selamat.


PDIP: Cawapres Pendamping Jokowi Ditetapkan Setelah Pilkada

Senin, 21 Mei 2018 01:00 WIB

"Sampai saat ini kami belum putuskan yang akan mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019,"


Muhammadiyah: Teror Bentuk Ujian Persaudaraan dan Persatuan Bangsa

Senin, 21 Mei 2018 00:30 WIB

"Aksi teror beberapa waktu tadi merupakan musibah yang salah satunya sebagai bentuk ujian,"


Aplikasi Didi Perbarui Sistem Keamanan Setelah Kasus Pembunuhan Seorang Penumpang

Senin, 21 Mei 2018 00:30 WIB

Layanan Hitch sebelumnya memang menuai kritik dari pengguna.


Podium di Le Mans Tambah Percaya Diri Rossi

Senin, 21 Mei 2018 00:27 WIB

Hasil di MotoGP Prancis membuatnya lebih percaya diri untuk menghadapi balapan di Sirkuit Mugello.


Nanobaterai ini Mampu Isi Ulang HP dalam 5 Detik

Senin, 21 Mei 2018 00:10 WIB

Sekelompok peneliti asal Cornell University mengembangkan nanobaterai inovatif.


Iniesta Tak Pernah Bayangkan Jadi Ikon Barcelona

Senin, 21 Mei 2018 00:05 WIB

Iniesta mengucapkan itu dalam pesta perpisahan yang diadakan oleh manajemen Barcelona.