News / Hankam / Berita

DPR Kesal Facebook Salahkan Pihak Ketiga

akurat logo
Dedi Ermansyah
Selasa, 17 April 2018 16:14 WIB
Share
 
DPR Kesal Facebook Salahkan Pihak Ketiga
Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Meutya Hafidz. AKURAT.CO/Dedi Ermansyah

AKURAT.CO, Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Meutya Hafidz mengaku kesal dengan penjelasan pihak Facebook yang menyalahkan pihak ketiga atau platform aplikasi lain terkait kebocoran data pengguna.

“Kesalahan kebocoran seolah dilemparkan ke pihak ketiga yaitu pihak aplikasi. Nah kita sekarang tanya, memang kesepakatan antar aplikasi apa? Itu penting karena harus ada dasar hukum yang juga kita pakai untuk menilai apakah betul sesuai klaimnya Facebook tak melakukan kebocorannya,” kata Meutya usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Facebook di Komisi I DPR, Selasa (17/4).

Menurutnya, pihak Facebook seharusnya membuktikan pernyataannya tersebut dengan bukti dokumen yang disepakati atau nota kesepahaman antara kedua belah pihak.

“Artinya kita enggak bisa percaya begitu saja klaimnya bahwa yang membocorkan itu pihak ketiga dan pihak ketiga telah melanggar perjanjian dengan Facebook. Karena perjanjiannya itu tidak disodorkan ke kita. Padahal kalau ada perjanjian itu kita sebetulnya ingin tahu siapa yang bertanggung jawab terhadap pencurian atau pengambilan data dari satu koma satu juta pengguna di Indonesia,” tukasnya.

Terlebih, dalam perundang-undangan yang berlakuk di Indonesia yaitu UU Tentang Informasi Transaksi dan Eleetronik (UU ITE) yang harus menjadi pijakan dalam penegakan hukum.

“Ada kebocoran tetapi sampai saat ini belum ada yang salah. Nah siapa yang terkena ranah hukum ketika ada pemindahtanganan data pribadi. Pelanggaran seperti ini ada di pasal 30 dan pasal 32 UU ITE. Nah siapa yang melanggar, kan kita harus cari tahu,” jelasnya.

“Kita sangat tidak puas dengan apa yang disampaikan Facebook,” tambahnya.

Dengan demikian, dia pun menegaskan masih akan mempertimbangkan pemblokiran Facebook sebagai konsekwensi dari ketidaktaatan hukum mereka.

“Kalau pemblokiran mungkin. Kita memberikan waktu untuk adanya perbaikan,” jelasnya.

Diketahui, Facebook mengungkap informasi dari sekira 87 juta pengguna telah digunakan secara tidak layak oleh perusahaan konsultan politik, Cambridge Analytica. Indonesia juga termasuk tiga besar yang menjadi korban dengan jumlah 1,2 juta.

Dalam RDP dengan DPR, Kepala Kebijakan Publik Facebook untuk Indonesia, Rubben Hattari membantah telah terjadi kebocoran data melalui Facebook.

Ruben menjelaskan, kebocoran data Facebook terjadi melalui pihak ketiga atau pengguna aplikasi yang bernama (“thisisyourdigitallife") karena untuk login aplikasi tersebut mengharuskan menggunakan Facebook login atau akun Facebook.

“Aplikasi ini dikembangkan oleh seorang peneliti bernama Dr. Alexander Kogan. Dr. Kogan bukan dan tidak pernah menjadi karyawan Facebook,” kata Ruben.

“Tidak pernah terjadi kebocoran data dari sistem facebook. Kejadian ini bukanlah kejadian dimana pihak ketiga menembus sistem facebook atau berhasil lolos dari perangkat keamanan data yang kami miliki," jelasnya.[]


Editor. Ainurrahman

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Serikat Pekerja: Prespres TKA Memang Legal Sesuai UU Ketenagakerjaan?

Jumat, 27 April 2018 09:37 WIB

Indra sayangkan pihak-pihak yang membuat Perpres TKA hanya ingin senangkan hati Presiden tanpa pikirkan dampak peraturan yang diberlakukan.


Cedera Paksa Muguruza dan Kerber Angkat Koper

Jumat, 27 April 2018 09:37 WIB

Dua petenis unggulan itu harus angkat koper dari Stuttgart Terbuka.


Traveling Bersama Anak? Jangan Khawatir..

Jumat, 27 April 2018 09:34 WIB

Ada panduan menarik bagi ayah dan bunda ketika berlibur bersama anak-anak ke luar negeri.


Dukung Kemenag, MUI Tak Ingin Masjid Jadi Wahana Politik Praktis

Jumat, 27 April 2018 09:33 WIB

"Karena sering kali kegiatan politik praktis itu diwarnai dengan intrik, fitnah, dan adu domba."


Pengamat: Era Ahok Jadi Tempat Pengaduan Warga, Kini Balai Kota untuk Kampanye

Jumat, 27 April 2018 09:18 WIB

Trubus menyebut Gubernur dan Wakil Gubernur sudah menyalahi aturan dan seharusnya dia mengikuti pergub yang telah ada.


MU Tolak Geser Jadwal, Persija vs Persib Makin Tak Jelas

Jumat, 27 April 2018 09:18 WIB

Tanggal 4, MU dijadwalkan bentrok dengan Persib di Pamekasan, Madura.


Patah Hati Bisa Picu Kematian? Ini Kata Pakar

Jumat, 27 April 2018 09:11 WIB

Begini penjelasan pakar ahli jantung dan asisten profesor klinik di New York University.


Preview: Ujian Awal Mental Bertanding Pemain Indonesia U-23

Jumat, 27 April 2018 08:56 WIB

Milla menyadari Bahrain U-23 bukan lawan yang sangat mudah untuk dikalahkan.


Meriahkan Ramadan, Rhoma Irama, Ani, dan Rika Kembali ke Layar Kaca

Jumat, 27 April 2018 08:51 WIB

Rhoma menjelaskan, Tuhan menciptakan cinta dan kasih dalam tiap individu.


Bawa Puluhan Kayu Tanpa Dokumen, Dua Pria Ini Diamankan Polisi

Jumat, 27 April 2018 08:43 WIB

Rezki mengungkapkan, saat ini kedua tersangka telah diamankan ke Mapolres Aceh Utara guna pemeriksaan lebih lanjut.


Bursa Dunia Cenderung Variatif

Jumat, 27 April 2018 08:29 WIB

Laju bursa saham AS mampu berbalik ke teritori positif.


Pencarian Hari Kedua Nelayan Hilang di Perairan Tapteng Masih Nihil

Jumat, 27 April 2018 08:23 WIB

Ia menyebut, pencarian kali ini berhadapan dengan cuaca buruk di perairan dimana berlangsung pencarian.


Belum Terkalahkan, Nadal Tembus Perempat Final Barcelona Terbuka

Jumat, 27 April 2018 08:12 WIB

Nadal masih belum terkalahkan bermain di lapangan tanah liat.


Korban D Mengaku Dihantam Dua Kali oleh Diego Michiels

Jumat, 27 April 2018 08:10 WIB

Insiden pemukulan terjadi pada 21 Mei 2017.


Korban Tewas Ledakan Sumur Minyak di Aceh Timur Bertambah 22 Orang

Jumat, 27 April 2018 08:05 WIB

Korban terakhir yang meninggal dunia bernama Rifky Mauliansyah (23), yang mengalami luka parah atau luka bakar cukup serius.