News / Hukum / Berita

Facebook Indonesia: Kebocoran Data Bukan Salah Facebook

akurat logo
Dedi Ermansyah
Selasa, 17 April 2018 13:32 WIB
Share
 
Facebook Indonesia: Kebocoran Data Bukan Salah Facebook
Kepala Kebijakan Publik Facebook untuk Indonesia Ruben Hattari (kanan) dan Vice President of Public Policy untuk Asia Pasifik Simon Milner (kiri) memberikan penjelasan mengenai kebocoran data Facebook kepada Komisi I dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan komisi I di Nusantara II, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (17/4). RDPU ini untuk mendengarkan klarifikasi facebook terkait kebocoran data 1 juta pengguna Facebook Indonesia. Komisi I DPR RI perlu mendapatkan gambaran dan risiko terjadinya kebocoran data tersebut sebelum menentukan langkah tindak lanjut untuk mengatasi masalah tersebut. AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Kepala Kebijakan Publik Facebook untuk Indonesia, Rubben Hattari, dan Vice President Public Policy Facebook untuk Asia Pasific Silmon Milner, memberikan klarifikasi terkait adanya kebocoran data pengguna Facebook yang dilakukan perusahaan analisis data Cambridge Analytica hingga 87 juta pengguna.

Ruben menjelaskan, pihaknya telah melakukan identifikasi terkait Cambridge Analytica. Dalam temuannya tak ada kebocoran data Facebook yang dilakukan melalui paltform Facebook, namun terjadi melalui pihak ketiga atau sebuah aplikasi yang bernama thisisyourdigitallife.

"Aplikasi ini dikembangkan oleh seorang peneliti bernama Dr. Aleksandr Kogan. Dr. Kogan bukan dan tidak pernah menjadi karyawan Facebook," kata Ruben saat RDP dengan Komisi DPR, Selasa (17/4).

Pada saat itu, lanjut dia, ia adalah seorang akademisi di Cambridge University. Aplikasi Dr. Kogan sama seperti halnya aplikasi Iain yang menggunakan platform Facebook untuk Login yang tersedia secara umum.

Fitur Facebook Login, memungkinkan pengembang aplikasi pihak ketiga untuk meminta persetujuan dari pengguna aplikasi Facebook agar aplikasi mereka bisa mengakses kategori data tertentu yang dibagikan pengguna tersebut.

Sementara itu, Dr. Kogan mendapatkan data pengguna Facebook. data tersebut kemudian diberikan ke Cambridge Analytica. Padahal, Facebook tidak memberikan izin atau menyetujui pemindahan data tersebut.

"Hal ini merupakan pelanggaran kebijakan platform Facebook," tegasnya.

Begitupun yang terjadi di Indonesia. Berdasarakan hasil penulusuran pihaknya, pada tahun 2013 ada sebanyak 748 orang di Indonesia menggunakan sebuah aplikasi bernama thisisyourdigitallife yang dikembangkan oleh Aleksandr Kogan tersebut.

"Kami mengetahui bahwa 748 orang di Indonesia telah memasang aplikasi ini selama tersedia di platform facebook (dari November 2013 saat aplikasi tersedia sampai dengan tanggal 17 Desember 2015) atau 0,25 % dari total pemasangan aplikasi ini di seluruh dunia," paparnya.

Namun, berkembang sangat cepat hingga berjumlah 1, 096. Juta pengguna atau sekitar 1,26 persen. Dan jumlah itulah yang datanya bocor.

"Penting untuk saya sampaikan bahwa tidak pernah terjadi kebocoran data dari sistem facebook. Kejadian ini bukanlah kejadian dimana pihak ketiga menembus sistem facebook atau berhasil lolos dari perangkat keamanan data yang kami miliki," jelasnya.[]


Editor. Gema Trisna Yudha

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Jennifer Dunn Jalani Sidang Keempat, Faisal Harris Absen

Jumat, 27 April 2018 09:50 WIB

Faisal Harris dituding menjadi suami dari pernikahan siri Jennifer Dunn.


Tembakan Maut Polisi Akhiri Pelarian Perampok Sadis di Palembang

Jumat, 27 April 2018 09:47 WIB

Tersangka juga menghujani anggota polisi dengan tembakan bertubi-tubi menggunakan senjata api rakitan (senpira).


IHSG Dibuka Merangkak Tipis

Jumat, 27 April 2018 09:45 WIB

Barisan top gainers, yaitu: Pelita Samudera Shipping, Inti Agri Resources dan Media Nusantara Citra


Nikita Mirzani Terpikir Ganti Kelamin, Lucinta Luna Tersindir

Jumat, 27 April 2018 09:39 WIB

Lucinta Luna balas menyindir Nikita melalui instagram story.


Serikat Pekerja: Prespres TKA Memang Legal Sesuai UU Ketenagakerjaan?

Jumat, 27 April 2018 09:37 WIB

Indra sayangkan pihak-pihak yang membuat Perpres TKA hanya ingin senangkan hati Presiden tanpa pikirkan dampak peraturan yang diberlakukan.


Cedera Paksa Muguruza dan Kerber Angkat Koper

Jumat, 27 April 2018 09:37 WIB

Dua petenis unggulan itu harus angkat koper dari Stuttgart Terbuka.


Traveling Bersama Anak? Jangan Khawatir..

Jumat, 27 April 2018 09:34 WIB

Ada panduan menarik bagi ayah dan bunda ketika berlibur bersama anak-anak ke luar negeri.


Dukung Kemenag, MUI Tak Ingin Masjid Jadi Wahana Politik Praktis

Jumat, 27 April 2018 09:33 WIB

"Karena sering kali kegiatan politik praktis itu diwarnai dengan intrik, fitnah, dan adu domba."


Pengamat: Era Ahok Jadi Tempat Pengaduan Warga, Kini Balai Kota untuk Kampanye

Jumat, 27 April 2018 09:18 WIB

Trubus menyebut Gubernur dan Wakil Gubernur sudah menyalahi aturan dan seharusnya dia mengikuti pergub yang telah ada.


MU Tolak Geser Jadwal, Persija vs Persib Makin Tak Jelas

Jumat, 27 April 2018 09:18 WIB

Tanggal 4, MU dijadwalkan bentrok dengan Persib di Pamekasan, Madura.


Patah Hati Bisa Picu Kematian? Ini Kata Pakar

Jumat, 27 April 2018 09:11 WIB

Begini penjelasan pakar ahli jantung dan asisten profesor klinik di New York University.


Preview: Ujian Awal Mental Bertanding Pemain Indonesia U-23

Jumat, 27 April 2018 08:56 WIB

Milla menyadari Bahrain U-23 bukan lawan yang sangat mudah untuk dikalahkan.


Meriahkan Ramadan, Rhoma Irama, Ani, dan Rika Kembali ke Layar Kaca

Jumat, 27 April 2018 08:51 WIB

Rhoma menjelaskan, Tuhan menciptakan cinta dan kasih dalam tiap individu.


Bawa Puluhan Kayu Tanpa Dokumen, Dua Pria Ini Diamankan Polisi

Jumat, 27 April 2018 08:43 WIB

Rezki mengungkapkan, saat ini kedua tersangka telah diamankan ke Mapolres Aceh Utara guna pemeriksaan lebih lanjut.


Bursa Dunia Cenderung Variatif

Jumat, 27 April 2018 08:29 WIB

Laju bursa saham AS mampu berbalik ke teritori positif.