News / Politik / Berita

Nadirsyah Ingatkan Guyon Gus Dur tentang Jadi Presiden Pakai Dengkul Amien Rais

akurat logo
Siswanto
Selasa, 17 April 2018 09:59 WIB
Share
 
 Nadirsyah Ingatkan Guyon Gus Dur tentang Jadi Presiden Pakai Dengkul Amien Rais
Manatan Ketua MPR RI Amien Rais. AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Setelah Amien Rais membuat dikotomi partai Allah dan partai setan yang kemudian heboh, dosen hukum Universitas Monash Nadirsyah Hosen mengomentari pendiri Partai Amanat Nasional itu di akun Twitter. Cuitan-cuitan dosen dari Nahdlatul Ulama ini bermuatan kritik, sebagian dengan mengingatkan guyonan-guyonan tokoh.

"Dulu di masa akhir Orde Baru, Din Syamsuddin sudah mengingatkan Amien Rais: “Pak Amien itu seperti Muadzin yang berteriak-teriak meminta Presiden diganti, tapi nanti yang jadi imam-nya malah orang lain, bukan anda.” Sampai sekarang ucapan Din Syamsuddin terbukti benar," tulis Nadirsyah Hosen.

Nadirsyah Hosen kembali mengingatkan memori pemilu presiden tahun 2004.

"Dulu saat pilpres tahun 2004, Amien Rais bertarung dengan SBY, Megawati, Hamzah Has dan Wiranto. Pakar hukum Indonesia dari University of Melbourne, Prof Tim Lindsey bilang ke saya saat itu: “saya tidak tahu siapa yang akan menang. Tapi saya tahu siapa yang akan kalah: Amien Rais!” tulis dia.

Cuitan lainnya dia mengutip guyonan khas Gus Dur tentang Amien Rais.

"Gus Dur juga pernah komen dengan guyon khas beliau, bahwa untuk jadi Presiden RI itu butuh kemampuan A-Plus, bukan cuma A-MienUs. Atau gini: “saya jadi Presiden dengan modal dengkul tanpa keluar uang sepeserpun, itupun pakai dengkulnya Amien Rais” Yah namanya juga guyon :)" tulis Nadirsyah Hosen.

Nadirsyah kemudian menyinggung sikap Amien Rais yang menurutnya sering bermasalah dengan ketua umum PAN penggantinya.

"Dulu dukung Soetrisno Bachir dan Hatta Rajasa, terus pecah kongsi. Sekarang dukung besannya Zulkifli Hasan. Tanda-tanda pecah kongsi sudah kelihatan. Nanti kalau PAN ikut dukung Jokowi, dipastikan Amien Rais akan ngamuk-ngamuk ke besannya," tulis Nadirsyah Hosen.

Menurut Nadirsyah Hosen orang bijak itu tahu kapan harus berada di depan, di tengah atau di belakang. Kapan harus bicara atau diam. Nadirsyah menyayangkan sikap Amien Rais yang seharusnya menjadi seorang negarawan.

"Amien Rais tetaplah seorang Amien Rais yang tak tahu kapan harus berhenti menjadi politisi dan beralih menjadi negarawan. Sungguh amat disayangkan," tulis dia.

Pernyataan-pernyataan Amien Rais belakangan ini yang dinilai terus memainkan isu agama amat disayangkan Nadirsyah Hosen.

"Pemilahan partai Allah dan partai syetan itu bukan saja tidak kuat secara keilmuan dan tidak sesuai kenyataan di lapangan, tapi juga penuh dg dan kebencian terhadap Jokowi dan partai pendukungnya," tulis dia.

Nadirsyah menyesalkan tokoh yang pernah disebut sebagai tokoh reformis itu membuat pernyataan tentang partai Allah dan partai setan.

"Amat disayangkan kalau tokoh reformasi 98 ini pernyataannya “turun kelas” hanya sekelas nyinyiran dan lucu-lucuan ala Fadli Zon, Fahri Hamzah dan Rocky Gerung. Saya pernah berharap kritikan Amien Rais bisa lebih berbobot. Tapi ah sudahlah..."

Meski demikian, Nadirsyah tetap mendoakan Amien Rais agar selalu sehat.

"Saya selalu mendoakan tokoh nasional dan tokoh bangsa kita agar terus dikaruniai kesehatan, kebijaksanaan dan kelembutan hati serta kejernihan berpikir. Amien Rais terus menjadi bagian dari doa saya. Shallu ‘alan Nabi!" tulis dia. []


Editor. Siswanto

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Bill Harris Sebut Bitcoin Sebagai Penipuan Terbesar Sepanjang Sejarah

Kamis, 26 April 2018 06:50 WIB

CEO Paypal, Bill Harris, menyebut bitcoin adalah penipuan dengan skema pemindahan kekayaan dari satu pemilik ke pemilik lainnya.


Nelayan Tapteng Hilang di Perairan Madina

Kamis, 26 April 2018 06:47 WIB

Berdasarkan informasi diterima dari pelapor menyebutkan, korban diduga terpeleset dari kapal, Sumut.


Samsung Galaxy A6 dan A6 Plus Pengganti Galaxy J8

Kamis, 26 April 2018 06:45 WIB

Masa kerja Galaxy J8 hampir usai. HP yang sempat jadi idola kelas menegah itu akan digantikan oleh duo Galaxy lainnya.


KPU Bekasi Mulai Lakukan Pengadaan Logistik Pilkada

Kamis, 26 April 2018 06:38 WIB

Kita mulai melakukan pengadaan logistik untuk kelengkapan Tempat Pemungutan Suara (TPS).


Pengamat: BI Jangan Alergi Naikkan Suku Bunga, Agar Rupiah Selamat

Kamis, 26 April 2018 06:37 WIB

Kenaikan suku bunga acuan bisa menjadi salah satu upaya yang dilakukan BI untuk menekan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.


Kurangi Serangan Panik dengan Cara Ini

Kamis, 26 April 2018 06:30 WIB

Berikut ini beberapa tipsnya untuk mengatasi panik.


Bagaimana Kehidupan Seks Pasangan yang Selisih 25 Tahun? Ini Ceritanya

Kamis, 26 April 2018 06:25 WIB

Mereka sama-sama menyukai musik.


Forhati Minta DPR Atur Sanksi LGBT dalam Revisi UU KUHP

Kamis, 26 April 2018 06:20 WIB

Forhati khawatir sanksi ini akan "sepi-sepi saja" sampai RUU KUHP disetujui jadi undang-undang baru.


Sony Rilis Aksesoris Game untuk HP Seri Xperia dan PlayStation

Kamis, 26 April 2018 06:20 WIB

X Mount adalah aksesoris game terkini yang dirilis Sony untuk perangkat Xperia dan juga PlayStation.


WhatsApp Batasi Pengguna Di Bawah Umur 16 Tahun

Kamis, 26 April 2018 06:15 WIB

Sebelumnya, usia pengguna WhatsApp minimal 13 tahun. Kini, aturan itu berubah. Pengguna harus minimal harus berusia 16 tahun.


Gatot Nurmantyo Optimis Indonesia Jadi Negara yang Kuat

Kamis, 26 April 2018 06:05 WIB

Indonesia kuat jika kita semua optimistis.


Cedera Lutut Pupuskan Asa Chambo Tampil di Piala Dunia

Kamis, 26 April 2018 06:05 WIB

Dia mengalami cedera ligamen lutut


Rekomendasi Panja DPR Terkait TKA Tak Dijalankan Pemerintah

Kamis, 26 April 2018 05:50 WIB

Kita dulu punya namanya Panja pengawasan TKA, rekomendasi kita adalah membuat Satgas pengawasan.


Ketua Dewan Minta Pemerintah Aceh Tangani Serius Ledakan Sumur Minyak

Kamis, 26 April 2018 05:25 WIB

Harapan kita kepada Pemerintah Aceh, khususnya Pemkab Aceh Timur agar segera mengerahkan bantuan.


Saat Diboyong MU, Pemain Ini Mengaku Linglung

Kamis, 26 April 2018 05:10 WIB

Dari Palace, ke MU, kembali ke Palace