News / Hukum / Berita

Sesumbar Jaksa Agung akan Menangkap Djoko Tjandra Terdakwa Korupsi Bank Bali

akurat logo
Yudi Permana
Jumat, 13 April 2018 22:48 WIB
Share
 
Sesumbar Jaksa Agung akan Menangkap Djoko Tjandra Terdakwa Korupsi Bank Bali
Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan), Jaksa Agung H M Prasetyo (kedua kiri) didampingi Dirut PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Bambang Eka Cahyana (kedua kanan) berbincang dengan warga saat meninjau pelaksanaan program Padat Karya Tunai di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (11/4). Program padat karya tunai dilaksanakan Pelindo I bersama Biro Klasifikasi Indonesia, Sucofindo dan Persero Batam, berupa pembangunan drainase sepanjang 300 meter, pembuatan MCK yang tersebar di tiga wilayah dan melibatkan 300 warga dengan total biaya Rp1 M. . ANTARA FOTO/M N Kanwa/ama/18

AKURAT.CO, Kejaksaan Agung masih memburu Djoko Tjandra yang sudah merubah kewarganegaraannya

Perburuan Djoko Tjandra akan dilakukan Kejagung ke Papua New Guinea (PNG) setelah adanya temuan dari Ombudsman PNG yang menyebutkan kewarganegaraan PNG Djoko Tjandra yang diberikan oleh mantan Menteri Hukum PNG Ano Pala ilegal, karena tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara tersebut, salah satunya harus tinggal dalam negara itu selama delapan tahun. 

Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan Interpol dan memberikan red notice untuk Djoko Tjandra yang kini tidak memiliki hak sebagai warga negara Indonesia dan negara manapun. 

"Ketika Djoko Tjandra lari ke sana ternyata kewarganegaraannya sudah berubah jadi warga negara PNG. Jadi bukan WNI lagi, kita tidak tahu itu. Tapi yang pasti kita sudah minta bantuan Interpol dan sudah dimasukkan ke dalam Red notice," kata Prasetyo di gedung Kejaksaan Agung, Kebayoran, Jakarta Selatan, Jumat (13/4). 

Menurut mantan Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) itu, putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK) yang telah mengabulkan permohonan uji materi Pasal 263 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana yang diajukan istri terpidana Djoko Tjandra pada 2016 lalu itu tidak berlaku surut. 

Artinya, kata dia, tindakan hukum yang dilakukan kejaksaan sebelum putusan terbit tetap berlaku sesuai undang-undang yang berlaku dalam suatu negara.

"Memang waktu itu kan istri Djoko Tjandra sempat mengajukan uji materi ke MK dan dalam putusannya menyatakan bahwa jaksa tidak bisa mengajukan PK (Peninjauan Kembali) atas putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap," ujarnya. 

"Kita sudah tahu maksudnya, karena putusan yang terakhir itu yang harus menjalani putusan adalah PK," tambah dia. 

Prasetyo mengaku dapat segera meringkus Djoko Tjandra yang sudah dideteksi keberadaannya saat ini. Ia menambahkan, kejagung akan segera meringkus dan memulangkan Djoko Tjandra dalam waktu dekat untuk menjalani hukumannya di Tanah Air.

"Kami sedang kejar terus. Red notice-nya kan sudah ada. Akan kami tangkap pokoknya, tunggu saja nanti. Ketika keluarganya minta agar dihapuskan dari Red Notice, kita tidak mau karena putusan MK tidak berlaku surut," tegasnya. 

Sebelumnya beberapa tahun lalu, Pemerintah RI dan PNG telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait perjanjian ekstradisi kedua negara tersebut. Dari pihak Indonesia yang menandatangani nota tersebut adalah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Amir Syamsuddin.

Perjanjian ekstradisi tersebut diharapkan bisa menjadi jalan keluar dari proses pemulangan Djoko Tjandra yang sudah berlarut-larut dan bertahun-tahun. 

Djoko Tjandra merupakan terdakwa kasus hak tagih Bank Bali yang melarikan diri menggunakan pesawat carteran dari Bandara Halim Perdanakusuma ke PNG.

Pelarian itu dilakukan Djoko, demikian nama khususnya, sekitar sehari sebelum adanya putusan dari Mahkamah Agung.

MA memvonis Djoko Tjandra bersalah pada kasus pengalihan tagihan piutang Bank Bali di tahun 2009 dan dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun.

Selain itu, ia harus membayar denda sebesar Rp15 juta dan uang yang disimpan Djoko Tjandra di Bank Bali sebesar Rp54 miliar harus dirampas untuk negara. []


Editor. Ridwansyah Rakhman

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

KPU Bekasi Mulai Lakukan Pengadaan Logistik Pilkada

Kamis, 26 April 2018 06:38 WIB

Kita mulai melakukan pengadaan logistik untuk kelengkapan Tempat Pemungutan Suara (TPS).


Pengamat: BI Jangan Alergi Naikkan Suku Bunga, Agar Rupiah Selamat

Kamis, 26 April 2018 06:37 WIB

Kenaikan suku bunga acuan bisa menjadi salah satu upaya yang dilakukan BI untuk menekan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.


Kurangi Serangan Panik dengan Cara Ini

Kamis, 26 April 2018 06:30 WIB

Berikut ini beberapa tipsnya untuk mengatasi panik.


Bagaimana Kehidupan Seks Pasangan yang Selisih 25 Tahun? Ini Ceritanya

Kamis, 26 April 2018 06:25 WIB

Mereka sama-sama menyukai musik.


Forhati Minta DPR Atur Sanksi LGBT dalam Revisi UU KUHP

Kamis, 26 April 2018 06:20 WIB

Forhati khawatir sanksi ini akan "sepi-sepi saja" sampai RUU KUHP disetujui jadi undang-undang baru.


Sony Rilis Aksesoris Game untuk HP Seri Xperia dan PlayStation

Kamis, 26 April 2018 06:20 WIB

X Mount adalah aksesoris game terkini yang dirilis Sony untuk perangkat Xperia dan juga PlayStation.


WhatsApp Batasi Pengguna Di Bawah Umur 16 Tahun

Kamis, 26 April 2018 06:15 WIB

Sebelumnya, usia pengguna WhatsApp minimal 13 tahun. Kini, aturan itu berubah. Pengguna harus minimal harus berusia 16 tahun.


Gatot Nurmantyo Optimis Indonesia Jadi Negara yang Kuat

Kamis, 26 April 2018 06:05 WIB

Indonesia kuat jika kita semua optimistis.


Cedera Lutut Pupuskan Asa Chambo Tampil di Piala Dunia

Kamis, 26 April 2018 06:05 WIB

Dia mengalami cedera ligamen lutut


Rekomendasi Panja DPR Terkait TKA Tak Dijalankan Pemerintah

Kamis, 26 April 2018 05:50 WIB

Kita dulu punya namanya Panja pengawasan TKA, rekomendasi kita adalah membuat Satgas pengawasan.


Ketua Dewan Minta Pemerintah Aceh Tangani Serius Ledakan Sumur Minyak

Kamis, 26 April 2018 05:25 WIB

Harapan kita kepada Pemerintah Aceh, khususnya Pemkab Aceh Timur agar segera mengerahkan bantuan.


Saat Diboyong MU, Pemain Ini Mengaku Linglung

Kamis, 26 April 2018 05:10 WIB

Dari Palace, ke MU, kembali ke Palace


Korban Tewas Akibat Ledakan Sumur Minyak Bertambah Jadi 19 Orang

Kamis, 26 April 2018 05:05 WIB

Yang meninggal hingga saat ini berjumlah 19 orang.


Survei KedaiKOPI: Gatot Nurmantyo Capres Alternatif selain Jokowi dan Prabowo

Kamis, 26 April 2018 04:50 WIB

Dari hasil survei elektabilitas Gatot Nurmantyo (27,4 persen).


DPR: Terlalu Dini Mengaitkan Pertemuan Jokowi-PA 212 dengan Pilpres

Kamis, 26 April 2018 04:30 WIB

Pertemuan itu konteksnya agar tidak ada kegaduhan dan suhu politik tidak terlalu panas, maka sah-sah saja.