Pengelolaan Air Tanah Bobrok, Pengamat: Wajar Lingkungan Ibu Kota Semrawut

akurat logo
Arief Munandar
Rabu, 14 Maret 2018 13:15 WIB
Share
 
Pengelolaan Air Tanah Bobrok, Pengamat: Wajar Lingkungan Ibu Kota Semrawut
Instalasi Pengelolaan Air PDAM di Jakarta. (Ilustrasi). AKURAT.CO/Furkan

AKURAT.CO, Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai pengelolaan air tanah di Ibu Kota relatif buruk. 

Menurut Trubus, pemakaian air tanah di Ibu Kota sudah mengkhawatirkan. Dengan jumlah penduduk  lebih dari 10 juta jiwa, kebutuhan air yang diperlukan Jakarta amat besar. 

"Selama 17 tahun belakangan, 65 persen air tanah dan 45 persen PAM.  Layanan air permukaan melalui sistem perpipaan oleh PAM Jaya dan operatornya baru mampu memasok  331 juta meter kubik atau sekitar 35 persen, sisanya sebanyak 65 persen dapat dipastikan diambil dari air tanah," kata Trubus kepada AKURAT.CO, Rabu (14/3).

Apalagi, lanjut Trubus, sungai dan sumber air lainnya di Jakarta tidak dapat dimanfaatkan langsung untuk mensuplai kebutuhan air bersih warga. Wajar jika lingkungan di Ibu Kota semakin memburuk dengan turunnya kontur tanah. 

Trubus menjelaskan, penurunan kontur tanah sebagai akibat eksploitasi air tanah berdampak pada dua hal. Pertama banjir, karena permukaan tanah menurun sehingga permukaan laut cenderung lebih tinggi.

"Praktis air hujan akan sulit menemukan aliran ke laut. Salah satu jalan yakni memperbanyak daerah resapan di Jakarta," ujarnya. 

Dampak kedua, kata Trubus, yakni rusaknya fondasi bangunan. Pasalnya, debit air di tanah berkurang sehingga volume unsur tanah ikut tergerus. 

"Juga amblesnya rumah dan bangunan milik warga, retak atau rusaknya pipa air di tanah, tidak berfungsinya drainase secara optimal, perubahan aliran sungai, intrusi air laut," kata pengamat yang juga dosen di Universitas Trisakti ini.. 

Penurunan tanah di Jakarta terjadi bervariasi secara spasial dan waktu  antara 3-10 cm per tahun. Meskipun menjadi sumber penghasilan negara dan sebagian besar warga Jakarta, sayangnya perhatian terhadap air tanah masih sangat kurang. 

"Jarang sekali air tanah menjadi isu sentral yang dibicarakan dalam kebijakan-kebijakan publik baik tingkat nasional terkait dengan posisi Jakarta sebagai ibukota maupun lokal. Hal ini karena air tanah secara fisik tidak terlihat sehingga kerap lolos dari perhatian, kurang dihargai dan kurang diatur dalam peraturan perundangan," paparnya. 

Meski begitu, Trubua mengapresiasi Gubernur Anies Baswedan yang menginspeksi gedung tinggi terkait pengelolaan air dan limbah. "Sebelumnya tidak ada gubernur yg punya concern terhadap problematika penggunaan air tanah," pungkasnya.[]


Editor. Melly Kartika Adelia

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

MUI Soroti Banjirnya Tenaga Kerja Asing ke Indonesia

Kamis, 26 April 2018 10:25 WIB

MUI: Masih banyaknya tenaga kerja lokal berkemampuan yang bisa mengisi formasi pekerjaan tertentu.


Rupiah Masih Lembek, Dekati Level Rp14.000 per USD

Kamis, 26 April 2018 10:19 WIB

Reza: Imbal hasil sejumlah obligasi AS membuat ruang pergerakan Rupiah kian sempit dan menutup peluang untuk terjadinya balik arah


IHSG Masih Belum Melek Awal Perdagangan

Kamis, 26 April 2018 10:16 WIB

Dalam pembukaan perdagangan Kamis (26/4) menghasilkan transaksi perdagangan mencapai Rp350,44 miliar.


Preview: Jalan Terjal Arsenal Dapatkan Kado Perpisahan

Kamis, 26 April 2018 10:15 WIB

Kemenangan akan menjadi kado terindah bagi Arsene Wenger yang akhir musim ini meninggalkan bangku kepelatihan Arsenal.


Padukan Musik dan eSports, Festival Hyperplay 2018 Segera Hadir

Kamis, 26 April 2018 10:10 WIB

Untuk ranah eSports, festival tersebut menggelar turnamen League of Legends.


Palak Sopir Truk, Empat Preman Kampung Diciduk Polisi

Kamis, 26 April 2018 10:09 WIB

Kawanan tersebut tertangkap basah saat tengah memalak sopir yang sedang melintas


Semburan Api di Sumur Minyak Padam, Muncul Semburan Gas Setinggi 70 Meter

Kamis, 26 April 2018 10:05 WIB

Api padam dengan sendirinya sekitar pukul 05.00 WIB pagi tadi.


Pemerintah Klaim Harga Pangan Jelang Bulan Puasa Terpantau

Kamis, 26 April 2018 10:05 WIB

Pemerintah tetapkan HET beras medium wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB dan Sulawesi sebesar Rp9.450 per kilogram.


Bamsoet Minta Perpres TKA Tidak Dipolitisasi

Kamis, 26 April 2018 09:56 WIB

Ketua DPR: Selama 3,5 tahun pemerintahan Jokowi-JK setidaknya sudah menciptakan 8.460.000 lapangan kerja baru bagi bangsa Indonesia.


Apa Kabar 8 Blok WK Migas Terminasi?

Kamis, 26 April 2018 09:45 WIB

Nicke: Proses pengambil alihan delapan WK migas tersebut sedang berjalan, dalam satu bulan ke depan 3 dari 8 WK sudah dialihkan ke Pertamina


PSSI Jelaskan Alasan Kembali Tunjuk Indra Sjafri Sebagai Pelatih

Kamis, 26 April 2018 09:42 WIB

Indra Sjafri kembali dipercaya menukangi Timnas Indonesia U-19.


Anies Baswedan: Satpol PP Siap Kawal Pilkada Serentak

Kamis, 26 April 2018 09:36 WIB

Anies berharap Satpol PP dan Satlinmas dapat menjaga ketentraman dan ketertiban sebelum atau saat pelaksanaan pemilihan kepala daerah.


Tiga Kelompok Industri Ini Bisa Dapat Tax Allowance, Apa Saja?

Kamis, 26 April 2018 09:35 WIB

Pemerintah masih melakukan finalisasi kebijakan 'tax allowance' dan akan tertuang pada revisi PP No 18 Tahun 2015.


Pemkab Tangerang Gandeng Swasta Optimalkan Pemasaran Produk Unggulan UMKM

Kamis, 26 April 2018 09:29 WIB

Maesyal: Masih banyak pengusaha UMKM lokal yang belum memanfaatkan internet untuk pemasaran sehingga pembeli hanya dari kalangan terbatas.


Indra Sjafri Berniat Bawa Timnas U-19 Berlaga di Piala Dunia

Kamis, 26 April 2018 09:20 WIB

Indra Sjafri kembali dipercaya menukangi Timnas Indonesia U-19.