Kemendikbud Minta Sekolah Cari Alternatif Danai UN

akurat logo
Yohanes Antonius
Rabu, 14 Maret 2018 07:00 WIB
Share
 
Kemendikbud Minta Sekolah Cari Alternatif Danai UN
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hamid Muhammad. AKURAT.CO/Dedi Ermansyah

AKURAT.CO, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) meminta sekolah menengah atas (SMA) maupun sekolah menengah kejuruan (SMK) mencari alternatif lain untuk mendanai penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) menyusul terlambatnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

"Sama seperti tahun lalu, kami pastikan dana BOS kembali terlambat karena perubahan mekanisme belanja langsung yang diberlakukan mulai tahun lalu untuk SMA-SMK," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud, Hamid Muhammad, dalam taklimat media di Jakarta, Selasa (13/3).

Pencairan dana BOS pada Triwulan I 2018 karena ada regulasi yang sudah diberlakukan sejak 2017 bahwa dana BOS untuk SMA dan SMK negeri sifatnya belanja langsung.

Dengan regulasi tersebut, maka pencairan dana BOS di SMA dan SMK negeri bisa dilakukan kalau sekolah sudah membuat laporan pertanggungjawaban penggunaan dana BOS periode sebelumnya dan itu harus mencakup semua sekolah yang ada.

"Kalau ada satu sekolah yang belum menyerahkan laporan pertanggungjawaban atau bermasalah, maka akan bermasalah semuanya," jelas Hamid Muhammad.

Meski demikian, lanjut Hamid, karena SMA-SMK maka sekolah diperbolehkan untuk memungut iuran dengan persetujuan dari komite.

"Porsi iuran dulu yang dipakai untuk penyelenggaraan UN berbasis kertas pensil (UNKP) dan UN berbasis komputer (UNBK)".

Dana BOS tersebut, rencananya akan digunakan sekolah untuk membiayai proktor dan pengawas ujian di satuan pendidikan.

Terdapat perbedaan pelaksanaan ujian nasional tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni soal isian singkat yang terdapat pada mata pelajaran matematika jenjang SMA-sederajat.

Kemudian pada tahun ini, sertifikat hasil ujian nasional (SHUN) menggunakan tanda tangan digital dan biaya untuk proktor dan pengawas ujian di satuan pendidikan menggunakan anggaran yang dibebankan pada dana BOS.

UN 2018 akan diikuti 8,1 juta peserta didik yang berasal dari 95.780 satuan pendidikan dari berbagai jenjang SMP sederajat, SMA sederajat dan paket kesetaraan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 78 persen peserta didik mengikuti UNBK dan sisanya UNKP.

Jumlah peserta didik yang akan mengikuti UNBK pada 2018 sebanyak 6.293.552 peserta atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 3,7 juta peserta didik.

Untuk jenjang SMK, UN akan dimulai pada tanggal 2-5 April 2018. Jenjang SMA-Madrasah Aliyah (MA) diselenggarakan pada tanggal 9-12 April 2018. Sedangkan untuk peserta didik yang tidak dapat mengikuti UN pada tanggal yang ditentukan dapat mengikuti UN susulan pada tanggal 17 dan 18 April 2018.

Pada jenjang SMP-Madrasah Tsanawiyah (MTs), UN akan dilaksanakan pada tanggal 23-26 April 2018. Sedangkan UN susulan akan diselenggarakan pada tanggal 8-9 Mei 2018.

Untuk pendidikan kesetaraan program Paket C, UN dilaksanakan pada tanggal 27, 28, atau 29, 30 April dan 2 Mei 2018. Sedangkan untuk program Paket B, UN akan dilaksanakan pada tanggal 4, 5, 6, dan 7 Mei 2018. Ujian nasional susulan untuk program Paket B dan Paket C akan dilaksanakan pada tanggal 11 sampai dengan 14 Mei 2018.[]


Editor. Ridwansyah Rakhman

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Direktur RS Medika Permata Hijau Jadi Saksi Fredrich Yunadi

Kamis, 26 April 2018 10:36 WIB

"dr. Hafil Budianto Abdulgani, dr. Mohammad Toyibi, dan dr. Djoko Sanjoto Suhud. Itu yang sudah fix bisa hadir."


Jon Favreau Konfirm Hadir diAvengers 4

Kamis, 26 April 2018 10:28 WIB

Jon Favreau mungkin tidak muncul di Avengers: Infinity War, tapi...


MUI Soroti Banjirnya Tenaga Kerja Asing ke Indonesia

Kamis, 26 April 2018 10:25 WIB

MUI: Masih banyaknya tenaga kerja lokal berkemampuan yang bisa mengisi formasi pekerjaan tertentu.


Rupiah Masih Lembek, Dekati Level Rp14.000 per USD

Kamis, 26 April 2018 10:19 WIB

Reza: Imbal hasil sejumlah obligasi AS membuat ruang pergerakan Rupiah kian sempit dan menutup peluang untuk terjadinya balik arah


IHSG Masih Belum Melek Awal Perdagangan

Kamis, 26 April 2018 10:16 WIB

Dalam pembukaan perdagangan Kamis (26/4) menghasilkan transaksi perdagangan mencapai Rp350,44 miliar.


Preview: Jalan Terjal Arsenal Dapatkan Kado Perpisahan

Kamis, 26 April 2018 10:15 WIB

Kemenangan akan menjadi kado terindah bagi Arsene Wenger yang akhir musim ini meninggalkan bangku kepelatihan Arsenal.


Padukan Musik dan eSports, Festival Hyperplay 2018 Segera Hadir

Kamis, 26 April 2018 10:10 WIB

Untuk ranah eSports, festival tersebut menggelar turnamen League of Legends.


Palak Sopir Truk, Empat Preman Kampung Diciduk Polisi

Kamis, 26 April 2018 10:09 WIB

Kawanan tersebut tertangkap basah saat tengah memalak sopir yang sedang melintas


Semburan Api di Sumur Minyak Padam, Muncul Semburan Gas Setinggi 70 Meter

Kamis, 26 April 2018 10:05 WIB

Api padam dengan sendirinya sekitar pukul 05.00 WIB pagi tadi.


Pemerintah Klaim Harga Pangan Jelang Bulan Puasa Terpantau

Kamis, 26 April 2018 10:05 WIB

Pemerintah tetapkan HET beras medium wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB dan Sulawesi sebesar Rp9.450 per kilogram.


Bamsoet Minta Perpres TKA Tidak Dipolitisasi

Kamis, 26 April 2018 09:56 WIB

Ketua DPR: Selama 3,5 tahun pemerintahan Jokowi-JK setidaknya sudah menciptakan 8.460.000 lapangan kerja baru bagi bangsa Indonesia.


Apa Kabar 8 Blok WK Migas Terminasi?

Kamis, 26 April 2018 09:45 WIB

Nicke: Proses pengambil alihan delapan WK migas tersebut sedang berjalan, dalam satu bulan ke depan 3 dari 8 WK sudah dialihkan ke Pertamina


PSSI Jelaskan Alasan Kembali Tunjuk Indra Sjafri Sebagai Pelatih

Kamis, 26 April 2018 09:42 WIB

Indra Sjafri kembali dipercaya menukangi Timnas Indonesia U-19.


Anies Baswedan: Satpol PP Siap Kawal Pilkada Serentak

Kamis, 26 April 2018 09:36 WIB

Anies berharap Satpol PP dan Satlinmas dapat menjaga ketentraman dan ketertiban sebelum atau saat pelaksanaan pemilihan kepala daerah.


Tiga Kelompok Industri Ini Bisa Dapat Tax Allowance, Apa Saja?

Kamis, 26 April 2018 09:35 WIB

Pemerintah masih melakukan finalisasi kebijakan 'tax allowance' dan akan tertuang pada revisi PP No 18 Tahun 2015.