News / Hukum / Berita

Diperiksa Tim Pemantauan Komnas HAM Selama Tujuh Jam, Begini Kata Novel Baswedan

akurat logo
Yudi Permana
Selasa, 13 Maret 2018 23:58 WIB
Share
 
Diperiksa Tim Pemantauan Komnas HAM Selama Tujuh Jam, Begini Kata Novel Baswedan
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan usai diperiksa Tim Pemantauan Komnas HAM, di Jakarta, Selasa (13/3).. AKURAT.CO/Yudi Permana

AKURAT.CO, Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan telah selesai menjalani pemeriksaan Tim Pemantauan selama 7 jam dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 21.10 WIB. Tim yang telah dibentuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berdasarkan laporan istrinya pada akhir Januari 2018 dengan tujuan untuk mempercepat penyelidikan kasus penyiraman air keras yang menimpanya.

Usai diperiksa Tim Pemantauan Komnas HAM, Novel mengatakan bahwa yang disampaikannya itu bisa memberikan dukungan terhadap penyidik kepolisian yang menangani kasusnya yang hingga sampai saat ini masih di tingkat penyelidikan, karena pelaku utama belum terungkap.

Lebih lanjut Novel berharap, baik tim pemantauan Komnas HAM maupun penyidik polri dapat mengungkap fakta-fakta yang terjadi pada pertengahan April 2017.

“Tentunya kami mengharapkan apa yang disampaikan akan menjadi sesuatu hal yang baik untuk mendukung tugas-tugas kepolisian dalam rangka mengungkap fakta fakta yang ada,” kata Novel di kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/3) malam.

Namun terkait hasil pemeriksaan, dan poin-poin apa saja yang ditanyakan tim pemantauan Komnas HAM kepada dirinya, Novel enggan menjelaskan, dan menyerahkan sepenuhnya kepada tim kuasa hukum. Novel mengaku lelah setelah diperiksa berjam-jam, dan membutuhkan istirahat.

“Selebihnya nanti saya berharap apabila ada penjelasan atau pertanyaan dari rekan-rekan, maka penasihat hukum yang ada disini yang akan menyampaikan kepada rekan-rekan (awak media) semuanya,” ujarnya.

“Karena ini sudah malam dan saya perlu istirahat, bagi saya saya cukup kan terima kasih sekali lagi,” tambah dia.

Sementara itu salah satu kuasa Hukum Novel Baswedan, Alghifari Aqsa mengatakan bahwa pemeriksaan perdana oleh Tim Pemantauan Komnas HAM sebagai langkah maju untuk mengungkap pelaku utama yang melakukan penyiraman air keras. Sebab selama 11 bulan kasus ini berjalan, polri tak kunjung menemukan dan melakukan penangkapan terhadap pelaku. Ia pun mengaku terimakasih kepada Komnas HAM yang telah membentuk Tim Pemantauan Kasus Novel Baswedan.

“Kami ucapkan terimakasih undangan dari Komnas HAM atas dibentuknya tim pemantauan Kasus Novel Baswedan. Dan kami mengapresiasi ini sebagai langkah yang maju, dan sebuah harapan bahwa kasus Novel Baswedan selama 11 bulan yang lalu bisa dituntaskan,” ujar Alghifari ditempat yang sama.

Pihak Kuasa hukum meminta kepolisian untuk menemukan pelaku utamanya, dan juga memproses secara hukum hingga ke pengadilan.

“Fakta-faktanya bisa diungkapkan kepada publik dan pelakunya bisa ditemukan. Dan penegak hukum entah itu KPK ataupun kepolisian bisa memproses pelaku dan juga orang yang menyuruh si pelaku hingga ke pengadilan,” tegasnya. []


Editor. Ridwansyah Rakhman

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Otak Atik Direksi BUMN Konstruksi Guna Peningkatan Kinerja

Kamis, 26 April 2018 10:40 WIB

Kementerian BUMN juga telah melalukan penyegaran disejumlah BUMN Konstruksi lainnya


Jasa Marga Jaring 100 Kendaraan Langgar Aturan di Tol Surabaya-Gempol

Kamis, 26 April 2018 10:37 WIB

Dari 71% kendaraan yang melakukan pelanggaran, 97% ditilang akibat overload dan 3% ditilang akibat overdimensi


Direktur RS Medika Permata Hijau Jadi Saksi Fredrich Yunadi

Kamis, 26 April 2018 10:36 WIB

"dr. Hafil Budianto Abdulgani, dr. Mohammad Toyibi, dan dr. Djoko Sanjoto Suhud. Itu yang sudah fix bisa hadir."


Jon Favreau Konfirm Hadir diAvengers 4

Kamis, 26 April 2018 10:28 WIB

Jon Favreau mungkin tidak muncul di Avengers: Infinity War, tapi...


MUI Soroti Banjirnya Tenaga Kerja Asing ke Indonesia

Kamis, 26 April 2018 10:25 WIB

MUI: Masih banyaknya tenaga kerja lokal berkemampuan yang bisa mengisi formasi pekerjaan tertentu.


Rupiah Masih Lembek, Dekati Level Rp14.000 per USD

Kamis, 26 April 2018 10:19 WIB

Reza: Imbal hasil sejumlah obligasi AS membuat ruang pergerakan Rupiah kian sempit dan menutup peluang untuk terjadinya balik arah


IHSG Masih Belum Melek Awal Perdagangan

Kamis, 26 April 2018 10:16 WIB

Dalam pembukaan perdagangan Kamis (26/4) menghasilkan transaksi perdagangan mencapai Rp350,44 miliar.


Preview: Jalan Terjal Arsenal Dapatkan Kado Perpisahan

Kamis, 26 April 2018 10:15 WIB

Kemenangan akan menjadi kado terindah bagi Arsene Wenger yang akhir musim ini meninggalkan bangku kepelatihan Arsenal.


Padukan Musik dan eSports, Festival Hyperplay 2018 Segera Hadir

Kamis, 26 April 2018 10:10 WIB

Untuk ranah eSports, festival tersebut menggelar turnamen League of Legends.


Palak Sopir Truk, Empat Preman Kampung Diciduk Polisi

Kamis, 26 April 2018 10:09 WIB

Kawanan tersebut tertangkap basah saat tengah memalak sopir yang sedang melintas


Semburan Api di Sumur Minyak Padam, Muncul Semburan Gas Setinggi 70 Meter

Kamis, 26 April 2018 10:05 WIB

Api padam dengan sendirinya sekitar pukul 05.00 WIB pagi tadi.


Pemerintah Klaim Harga Pangan Jelang Bulan Puasa Terpantau

Kamis, 26 April 2018 10:05 WIB

Pemerintah tetapkan HET beras medium wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB dan Sulawesi sebesar Rp9.450 per kilogram.


Bamsoet Minta Perpres TKA Tidak Dipolitisasi

Kamis, 26 April 2018 09:56 WIB

Ketua DPR: Selama 3,5 tahun pemerintahan Jokowi-JK setidaknya sudah menciptakan 8.460.000 lapangan kerja baru bagi bangsa Indonesia.


Apa Kabar 8 Blok WK Migas Terminasi?

Kamis, 26 April 2018 09:45 WIB

Nicke: Proses pengambil alihan delapan WK migas tersebut sedang berjalan, dalam satu bulan ke depan 3 dari 8 WK sudah dialihkan ke Pertamina


PSSI Jelaskan Alasan Kembali Tunjuk Indra Sjafri Sebagai Pelatih

Kamis, 26 April 2018 09:42 WIB

Indra Sjafri kembali dipercaya menukangi Timnas Indonesia U-19.