FBI Coba Temui Pelatih Seks yang Mengaku Punya Bukti Keterlibatan Rusia Dalam Pemilu AS

akurat logo
Safaraz
Selasa, 13 Maret 2018 22:59 WIB
Share
 
FBI Coba Temui Pelatih Seks yang Mengaku Punya Bukti Keterlibatan Rusia Dalam Pemilu AS
Akun media sosial Anastasia Vashukevich yang mengaku mengetahui bukti campur tangan Rusia dalam pemilu presiden AS. ISTIMEWA

AKURAT.CO, Sejumlah agen FBI mencoba bertemu pasangan ‘pelatih seks’ yang ditahan di penjara Bangkok. Pelatih seks itu mengaku memiliki bukti campur tangan Rusia dalam pemilu presiden Amerika Serikat (AS) pada 2016.

Warga negara Belarusia bernama Anastasia Vashukevich dan Alexander Kirillov mengirim surat tulisan tangan bulan lalu ke Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Bangkok untuk meminta bantuan agar mereka bebas dari penjara dengan ditukar informasi skandal keterlibatan Rusia dalam pemilu presiden AS.

“Sejumlah agen FBI menghubungi biro Imigrasi Thailand pekan lalu untuk mencoba mengatur pertemuan,” ungkap sumber yang tahu tentang masalah tersebut, dikutip CNN, Selasa (13/3).

Permintaan itu ditolak pejabat Thailand karena hanya perwakilan hukum dan anggota keluarga tahanan yang diberi akses pada para tahanan. Saat ditanya tentang upaya FBI bertemu pasangan itu, juru bicara Kedubes AS di Bangkok meminta CNN mengutip pernyataan yang dirilis pekan lalu.

“Kami mengetahui laporan media tentang penahanan individu ini. Dia bukan warga AS dan kami akan merujuk Anda pada penegak hukum Thailand untuk pertanyaan lebih lanjut,” papar pernyataan Kedubes AS di Bangkok, pekan lalu.

Vashukevich dikenal dengan nama Nastya Rybka di media sosialnya. Teman pria dan mentornya, Kirillov memiliki nama samaran Alex Lesley. Keduanya bersama sepuluh “pelatih seks” yang berbahasa Rusia, ditahan pada 25 Februari saat polisi Thailand menggerebek seminar pelatihan seks mereka di kota resor Pattaya.

Mereka mengklaim Rusia mendalangi penangkapan mereka untuk menghentikan mereka mengungkap bukti kuat yang mereka miliki. Rusia menyangkal tuduhan itu.

Vashukevich mengklaim memiliki bukti campur tangan Rusia dalam pemilu AS pada 2016 dalam bentuk rekaman audio lebih dari sejam dan foto-foto pertemuan. Tidak satu pun rekaman audio dan foto pertemuan itu yang telah dikeluarkan ke publik.

Vashukevich mengklaim sebagai mantan simpanan miliarder Rusia Oleg Deripaska. Vashukevich mengaku menyaksikan beberapa pertemuan pada 2016 dan 2017 antara Deripaska dan sedikitnya tiga warga AS.

Deripaska menyangkal memiliki hubungan dengan Vashukevich. Deripaska telah menjadi subyek intrik politik dalam lingkaran politik AS karena memiliki hubungan dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Saat dia dihubungi CNN tahun lalu, Deripaska menyebut berbagai tuduhan itu hanya berita bohong.[]


Editor. Ridwansyah Rakhman

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Adu Komentar dengan Wartawan, Elon Musk Putuskan Buat Media Sendiri

Jumat, 25 Mei 2018 02:35 WIB

Cuitan Musk ini nampak didorong oleh laporan dari website berita Tesla, Electrek, yang mengutip kalimat analis bernama Robert W. Baird.


Perkuat Koopssusgab, Panglima TNI Dorong Pemerintah Keluarkan PP

Jumat, 25 Mei 2018 02:30 WIB

Pemerintah akan diminta secepatnya mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) untuk memperkuat peran Koopssusgab.


Israel Berencana Bangun 2.500 Rumah Baru di Tepi Barat

Jumat, 25 Mei 2018 02:00 WIB

Israel berencana meminta persetujuan dewan perencana daerah untuk pembangunan sekitar 2.500 rumah baru di Tepi Barat.


AS Prihatin Penangkapan Sejumlah Aktivis di Arab Saudi

Jumat, 25 Mei 2018 01:05 WIB

Amerika Serikat (AS) prihatin terjadinya penangkapan sejumlah aktivis perempuan.


Berompi Oranye, Bupati Buton Selatan Resmi Ditahan Sebagai Tersangka Suap

Jumat, 25 Mei 2018 00:44 WIB

KPK resmi menahan bupati Buton Selatan, Ahmad Feisal Hidayat.


Survei IDM: Di Tahun 2019, Elektabilitas Prabowo Lampaui Jokowi

Jumat, 25 Mei 2018 00:40 WIB

Survei IDM menyebut bahwa sebanyak 50,1 persen akan memilih Prabowo dan 29,8 persen bakal memiliki Joko Widodo.


ZTE Terancam Denda Sebesar Rp18,5 T oleh Trump

Jumat, 25 Mei 2018 00:35 WIB

Denda ini adalah konsekuensi dari aturan ketat yang dibuat Pemerintah AS.


Arab Saudi Bebaskan Satu Aktivis Perempuan

Jumat, 25 Mei 2018 00:20 WIB

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi membebaskan tokoh pegiat hak perempuan.


DPR Minta Semua Pihak Intensifkan Kerja Sama Berantas Narkoba

Jumat, 25 Mei 2018 00:00 WIB

Kerja sama semua pihak di tempat-tempat peredaran narkoba, baik di darat, laut, dan udara harus semakin diintensifkan.


Tim Thomas Indonesia Lawan China di Babak Semifinal

Kamis, 24 Mei 2018 23:35 WIB

Indonesia bersiap melawan China di babak semifinal Piala Thomas 2018, pada Jumat (25/5) besok.


Ini Kata Kostrad Soal Dugaan Anggotanya Terlibat Perampokan

Kamis, 24 Mei 2018 23:15 WIB

Pihak Kostrad masih belum bisa memberikan informasi lebih lanjut terkait kabar adanya penangkapan terhadap salah satu oknum anggotanya.


Imbangi Persela, Barito Duduki Peringkat Dua Klasemen

Kamis, 24 Mei 2018 23:05 WIB

Barito Putera mengumpulkan 17 poin dari sepuluh laga. Adapun, Persela tetap bercokol di posisi ketujuh dengan 14 poin.


Fahri Dilarang Ceramah di UGM, Pakar Tata Negara: Tindakan Konyol Istana

Kamis, 24 Mei 2018 23:00 WIB

Pelarangan Fahri Hamzah untuk menyampaikan cermah di kampus UGM Yogjakarta sebagai tindakan konyol.


Percepat Kemandirian Bangsa, Kemendes Luncurkan Akademi Desa 4.0

Kamis, 24 Mei 2018 22:54 WIB

Akademi Desa 4.0 melakukan standardisasi pembelajaran pembangunan desa di Indonesia.


Disdagin Depok Himbau Pengusaha Tetapkan Harga Jual Pangan Sesuai Ketetapan Pemerintah

Kamis, 24 Mei 2018 22:45 WIB

Disdagin Kota Depok pastikan agar selama Ramadan ini harga daging, daging ayam dan telur tidak melampau dari ketetapan Pemerintah