Din Syamsuddin: Serangan Pada Tokoh Agama Skenario Sistemik

akurat logo
Yohanes Antonius
Rabu, 14 Februari 2018 01:15 WIB
Share
 
 Din Syamsuddin: Serangan Pada Tokoh Agama Skenario Sistemik
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin (kiri) meninggalkan ruangan seusai menyampaikan keterangan kepada wartawan, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/10). Presiden Joko Widodo mengangkat Din Syamsuddin sebagai utusan khusus presiden untuk dialog dan kerja sama antaragama dan peradaban.. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

AKURAT.CO, Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban Din Syamsudin menilai perlu dibentuk Satuan Tugas (Satgas) antaragama untuk menangkal ancaman kekerasan ekstrem yang dapat memecah belah umat beragama .

Din menyebut pelaku kekerasan terhadap figur-figur pemuka agama maupun pengrusakan tempat peribadatan yang terjadi beruntun dalam sepekan terkhir telah diskenario dengan matang.

"Sepertinya ada skenario sistemik dan sistematis yang ingin mengadudomba antarumat beragama. Skenarionya cerdas sekali karena selalu mengedapankan pelaku orang gila atau dianggap gila. Itu berarti otak pelakunya ingin menggunakan kekerasan secara ekstrem," kata Din kepada wartawan Selasa (13/2). 

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia itu menaruh harapan kepada aparat hukum, khususnya Kepolisian Republik Indonesia (Polri), agar serius mengungkap secara tuntas apa dan siapa di balik semua ini.

Karena, menurut dia, kalau kekerasan yang menyasar lambang-lambang keagamaan seperti ini terus berlanjut, akan mudah menimbulkan prasangka dari satu kalangan terhadap yang lain.Terlebih selalu ada provokasi di tengah peristiwa tersebut, yang berpotensi menimbulkan benturan antarumat beragama, yang pada akhirnya mengganggu stabilitas nasional.

"Walaupun saya berkeyakinan umat beragama saat ini sudah cukup matang dan cerdas sehingga tidak akan menyikapi provokasi yang berkembang. Maka kita serahkan kasus ini kepada aparat penegak hukum untuk mengusutnya dengan serius hingga tuntas," ucapnya.

Sementara saat ini polisi masih bekerja, Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu memandang perlu dibentuknya Satgas Antaragama sebagai langkah preventif agar tidak terjadi perpecahan umat akibat peristiwa yang masih saja terus terjadi secara beruntun di berbagai daerah.

"Kalau bisa umat antaragama membentuk satgas dalam rangka meningkatkan kewaspadaan," ujarnya.

Apalagi tahun ini adalah tahun politik, sedang digelar Pilkada serentak di sejumlah daerah, yang sangat rentan terhadap gangguan stabilitas nasional. Maka, dia menerangkan, Satgas Antaragama bisa digerakkan untuk saling menjaga, tak hanya di tempat-tempat ibadah seperti masjid, vihara, gereja dan lain sebagainya, melainkan juga terhadap figur-figur keagamaan seperti kiai, ustad, pastur dan pendeta.[] 


Editor. Gema Trisna Yudha

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Sebanyak Delapan Kereta dari Jakarta Telat Tiba di Madiun

Sabtu, 24 Februari 2018 13:05 WIB

Keterlambatannya cukup parah, rata-rata berkisar antara empat jam hingga delapan jam lebih.


Surat Lamaran Kerja Steve Jobs Dijual Seharga Rp683 Juta

Sabtu, 24 Februari 2018 13:04 WIB

Surat lamaran itu menunjukkan ketertarikan Jobs terhadap teknologi sebelum akhirnya benar-benar menekuni bidangnya tersebut..


Roro Fitria dan Dhawiya Zaida Olahraga Bareng di Penjara

Sabtu, 24 Februari 2018 12:59 WIB

Keduanya sudah saling kenal sebelumnya.


Ilmuwan Ciptakan 'Kostum Happy' Pereda Stress bagi Para Astronot

Sabtu, 24 Februari 2018 12:59 WIB

Astronot di luar angkasa tidak hanya merasakan kelelahan fisik, namun juga psikologis.


Buron 17 Bulan, Pelaku Pembunuhan Mahasiswa di NTT Dibekuk Polisi di Bekasi

Sabtu, 24 Februari 2018 12:55 WIB

"Pelaku GS berhasil kami bekuk di wilayah Bekasi pada Kamis (22/2) lalu bersama tim dari Polda Metro Jaya,"


Usai Mediasi dengan KPU, Partai Idaman Siap Lanjut ke Sidang Adjudikasi

Sabtu, 24 Februari 2018 12:53 WIB

Partai Idaman meyakini akan memenangkan gugatannya dalam sidang adjudikasi


Begini Rahasia Bikin Kentang Goreng Ala Restoran Cepat Saji

Sabtu, 24 Februari 2018 12:50 WIB

Bingung kan bagaimana caranya membuat kentang se-renyah restoran cepat saji? Ini rahasianya.


ASN di Banjar Kedapatan Tengah Mengkonsumsi Sabu-sabu

Sabtu, 24 Februari 2018 12:50 WIB

Selain melakukan pemeriksaan di ruang kerja tersangka, petugas juga menggeledah sepeda motor milik keduanya.


Lebih dari 90% Penderita TB di Denpasar Sembuh dari Penyakitnya

Sabtu, 24 Februari 2018 12:49 WIB

Selain pengobatan, ada pemberian bantuan yang diberikan kepada penderita Tuberculosis.


Bikin Ngiler, Beberapa Kuliner Ini Disajikan dalam Mangkuk Buah Segar

Sabtu, 24 Februari 2018 12:48 WIB

Makanan yang disajikan dalam buah segar lebih menarik jika disajikan dalam piring atau yang lainnya.


Pertamina Aceh Monitoring Penggunaan Elpiji Subsidi

Sabtu, 24 Februari 2018 12:46 WIB

Sidak dan Monitoring dimulai sejak awal Februari 2018 di area Banda Aceh dan terakhir dilakukan pada tanggal 22 Februari 2018.


BPBD Tangani Jebolnya Tanggul di Area Sungai Cilamaya Karawang

Sabtu, 24 Februari 2018 12:35 WIB

Tanggul sungai jebol karena debit air tinggi, sedangkan tanggul kurang begitu besar, sehingga tanggul tidak kuat menahan air.


PDIP: Keberhasilan Kerja Jokowi Tingkatkan Popularitas Partai

Sabtu, 24 Februari 2018 12:20 WIB

terkait kandidat calon Wakil Presiden (Cawapres) yang akan diusung partainya, Kordias mengatakan tidak dalam kapasitasnya memberikan pernyat


Pencalonan Jokowi Jadi Capres 2019 Diyakini Dapat Tingkatkan Elektabilitas PDIP

Sabtu, 24 Februari 2018 12:05 WIB

Dia menilai pencapresan Jokowi itu memunculkan simbiosis mutualisme, karena di satu sisi PDI Perjuangan diuntungkan dari "Jokowi Effect".


Bawaslu Gelar Sidang Mediasi antara Partai Idaman dengan KPU

Sabtu, 24 Februari 2018 11:47 WIB

Sebelumnya, KPU menyatakan partai Idaman tidak lolos dalam proses verifikasi untuk ikut menjadi peserta di Pemilu 2019