News / Hukum / Berita

Ini Tiga Penyebab Sulitnya Pulihkan Aset Negara dari Koruptor

akurat logo
Muslimin
Minggu, 14 Januari 2018 20:10 WIB
Share
 
Ini Tiga Penyebab Sulitnya Pulihkan Aset Negara dari Koruptor
Praktisi Hukum Pemulihan Aset, Paku Utama . AKURAT.CO/Muslimin

AKURAT.CO, Pemulihan aset negara dari pelaku tindak pidana korupsi masih menjadi pekerjaan rumah untuk pemerintahan Joko Widodo. Lemahnya koordinasi antarlembaga ataupun kementerian menjadi salah satu penyebab sulitnya pemulihan aset negara direalisasikan.

Praktisi Hukum Pemulihan Aset, Paku Utama mencatat ada tiga kendala yang dihadapi aparat untuk memulihkan aset negara dari koruptor.

Yang pertama adalah, kendala yang dihadapi penegak hukum di Indonesia untuk mengembalikan aset negara dari korupror adalah koordinasi antarkementerian dan lembaga masih buruk.

"Yang kedua, paradigma penegak hukum belum segaram," kata Paku di Cikini Jakarta Pusat, Minggu (14/1).

Ketiga, kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang masih kurang. Padahal, kata Paku. Menurutnya peran penyidik, penyelidik, penuntut umum, dan unit digital forensik sangat menetukan keberhasilan proses pemulihan aset.

Dalam kajiannya, Paku menunjukkan perlu adanya peningkatan kapasitas aparat terutama berkaitan dengan pemahaman dan keahlian di bidang keuangan dan kejahatan keuangan.

Selain itu, investigasi korporasi dan pemahaman hukum serta instrumen baik di dalam maupun diluar negeri.

"Yang tidak kalah penting yakni pengetahuan mengenai sumber informasi lokasi dan potensi kerja sama luar negeri," ujarnya.

Direktur Hukum dan Regulasi Bappenas, Prahesti Pandanwangi juga mengakui pola koordinasi antarkementerian masih buruk dalam proses pemulihan aset di Indonesia.

Oleh karena itu, ia mengatakan perlu adanya pendidikan dan pelatihan (Diklat) untuk memperbaiki pola koordinasi, SDM, dan paradigma penegak hukum.

"Itu peru dilakukan Diklat tapi jangan kemudian dilakukan sendiri sendiri. nah ini yang kita mau lihat harusnya terpadu antara penegak hukum," katanya.[]


Editor. Ridwansyah Rakhman

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Elektabilitas Jokowi Dibawah 50 Persen, Politisi PDIP Sentil Lembaga Survei Median

Sabtu, 21 April 2018 11:01 WIB

Hasil Survei yang dilakukan oleh Median menunjukkan elektabiltas Incumbent Presiden Joko Widodo masih di bawah 50 persen


Ini Prediksi Amien Rais Bila Prabowo dan Jokowi 'Head To Head'

Sabtu, 21 April 2018 10:58 WIB

Amien Rais memprediksi Ketua Umum Gerindra akan menang di Pilpres 2019.


Bankir Prediksi Suku Bunga Acuan BI Akan Naik 25bps di Desember 2018, Ini Alasannya

Sabtu, 21 April 2018 10:57 WIB

Enrico prediksi suku bunga acuan BI 7 days repo rate di 4,25% akan alami kenaikan 25bps pada akhir Desember 2018


BI: PR Besar Perekonomian NTB, Harus Kembangkan Sektor Pertanian dan Pariwisata

Sabtu, 21 April 2018 10:41 WIB

BI perwakilan NTB melihat bahwa sektor pariwisata dipastikan akan menjadi motor baru ekonomi NTB



Anggaran Double Track Kereta Api Palembang Capai Triliun Rupiah

Sabtu, 21 April 2018 10:34 WIB

Pembangunan double track Kereta Api di Palembang untuk meningkatkan produktifitas angkutan batu bara


Preview: WBA dan Liverpool Bertekad Jaga Momentum

Sabtu, 21 April 2018 10:32 WIB

Liverpool ingin menjaga momentum ketika menyambangi markas WBA.


Trump Protes Harga Minyak Melambung Tinggi

Sabtu, 21 April 2018 10:31 WIB

Harga minyak AS turun hampir 1,2 persen ke level 67,50 dolar AS per barel.


Peringati Hari Kartini, Wanita Korban Kekerasan Gelar Lomba Mengaji

Sabtu, 21 April 2018 10:30 WIB

Memanfaatkan momentum Hari Kartini untuk mengingat semangat juang kaum wanita.


Imbal Hasil Obligasi Dongkrak Dolar AS

Sabtu, 21 April 2018 10:16 WIB

Imbal hasil pada surat utang negara AS dua tahun mencapai 2,457 persen.


Perempuan Minang, Berjuang Melawan Ketidakadilan

Sabtu, 21 April 2018 10:10 WIB

Perempuan Minangkabau pada masa lalu bergerak dan berjuang mengubah diri untuk berkemajuan dengan berbagai cara melawan ketidakadilan


Tedjo Eddy Ingatkan Dampak Buruh China di Indonesia

Sabtu, 21 April 2018 09:43 WIB

TKA asal China banyak yang membawa narkoba masuk ke Indonesia


KRAS Pelajari Program CSR Semen Padang

Sabtu, 21 April 2018 09:41 WIB

KRAS berkunjung ke Semen Padang untuk mempelajari penerapan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan dengan standar ISO 26000 SR.


Reaksi Ferguson dan Klopp soal Pengunduran Diri Wenger

Sabtu, 21 April 2018 09:32 WIB

Ferguson dan Klopp berbicara soal keputusan Wenger untuk mengundurkan diri.


Suku Bunga Acuan yang Dipertahankan Berdampak Positif ke Pertumbuhan Ekonomi

Sabtu, 21 April 2018 09:25 WIB

BI pertahankan suku bunga acuan demi menjaga pertumbuhan ekonomi ekonomi Indonesia, pun tantangan ekonomi global semakin kuat.