News / Hukum / Berita

Penegak Hukum Diminta Utamakan Penyelamatan Aset Negara dalam Kasus Korupsi

akurat logo
Muslimin
Minggu, 14 Januari 2018 19:06 WIB
Share
 
 Penegak Hukum Diminta Utamakan Penyelamatan Aset Negara dalam Kasus Korupsi
Praktisi Hukum Pemulihan Aset, Paku Utama . AKURAT.CO/Muslimin

AKURAT.CO, Praktisi Hukum Pemulihan Aset, Paku Utama mengungkapkan bahwa Pemerintah belum sepenuhnya menjadikan kebijakan aset tindak pidana sebagai sebuah kebijakan yang menyeluruh.

Menurutnya, hal tersebut terjadi karena para penegak hukum di Indonesia masih mengejar koruptor bukan aset negara. Seharusnya kata dia, yang menjadi prioritas utama penegak hukum adalah bagaimana menyelamatkan aset negara.

"Kita mau cari aset tapi dengan pendekatan kita cuman dapat gelasnya, sementara isi gelasnya kita nggak dapat," kata Paku di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (14/1).

Misalnya kata dia, kasus Muhammad Nazarudin. Ia mengatakan, dalam putusannya, Nazarudin memiliki banyak PT, tapi saat dilacak, nama pemilik yang ada di Kemenkum HAM bukan Zazarudin tapi orang lain.

Akibatnya adalah pemerintah tidak bisa merampas PT tersebut karena nama pemiliknya bukam Nazarudin dan pendekan yang dilakukam penegak hukum masih normatif.

"Kita nggak bisa merampas asetnya dia, karena pendekatan kita masih normatif. Benar nggak ini punya nya dia sedangkan si koruptornya itu sudah mengupayakan bahwa nama dia nggak ada dalam perusahaan itu," katanya.

Yang kedua, dikatakan Paku, penegak masih fokus pada kerja-kerja yang sifatnya normatif. Misalnya, penegak hukum meminta data ke PPATK terkait aliran dana si koruptor padahal, si koruptornya tidak menggunkan perbankan normatif untuk transaksi.

"Contohnya kasus Setya Novanto, dia kirim aset ke negara lain nggak pake bank tapi pake money changer, tapi di dalamnya ada margine jual beli," katanya.

Ditambahkan Paku, hal itu sebenarnya telah disadari oleh penegak hukum. Namun, yang menjadi kendala juga adalah keterbatasan anggaran untuk mengejar aset tersebut.

"Sadar, cuman dikatakan dari Bappenas, pertama, anggarannya itu sedikit, misalnya kita mengejar kasus 400 miliar tapi cuman dikasih 500 juta sama pimpinan seminggu juga habis, apalagi kalau kita mau pake teknik-teknik seperti sofwhere-softwhere intelijen, forensik segala macam," pungkasnya.[]


Editor. Iwan Setiawan

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Ini Prediksi Amien Rais Bila Prabowo dan Jokowi 'Head To Head'

Sabtu, 21 April 2018 10:58 WIB

Amien Rais memprediksi Ketua Umum Gerindra akan menang di Pilpres 2019.


Bankir Prediksi Suku Bunga Acuan BI Akan Naik 25bps di Desember 2018, Ini Alasannya

Sabtu, 21 April 2018 10:57 WIB

Enrico prediksi suku bunga acuan BI 7 days repo rate di 4,25% akan alami kenaikan 25bps pada akhir Desember 2018


BI: PR Besar Perekonomian NTB, Harus Kembangkan Sektor Pertanian dan Pariwisata

Sabtu, 21 April 2018 10:41 WIB

BI perwakilan NTB melihat bahwa sektor pariwisata dipastikan akan menjadi motor baru ekonomi NTB



Anggaran Double Track Kereta Api Palembang Capai Triliun Rupiah

Sabtu, 21 April 2018 10:34 WIB

Pembangunan double track Kereta Api di Palembang untuk meningkatkan produktifitas angkutan batu bara


Preview: WBA dan Liverpool Bertekad Jaga Momentum

Sabtu, 21 April 2018 10:32 WIB

Liverpool ingin menjaga momentum ketika menyambangi markas WBA.


Trump Protes Harga Minyak Melambung Tinggi

Sabtu, 21 April 2018 10:31 WIB

Harga minyak AS turun hampir 1,2 persen ke level 67,50 dolar AS per barel.


Peringati Hari Kartini, Wanita Korban Kekerasan Gelar Lomba Mengaji

Sabtu, 21 April 2018 10:30 WIB

Memanfaatkan momentum Hari Kartini untuk mengingat semangat juang kaum wanita.


Imbal Hasil Obligasi Dongkrak Dolar AS

Sabtu, 21 April 2018 10:16 WIB

Imbal hasil pada surat utang negara AS dua tahun mencapai 2,457 persen.


Perempuan Minang, Berjuang Melawan Ketidakadilan

Sabtu, 21 April 2018 10:10 WIB

Perempuan Minangkabau pada masa lalu bergerak dan berjuang mengubah diri untuk berkemajuan dengan berbagai cara melawan ketidakadilan


Tedjo Eddy Ingatkan Dampak Buruh China di Indonesia

Sabtu, 21 April 2018 09:43 WIB

TKA asal China banyak yang membawa narkoba masuk ke Indonesia


KRAS Pelajari Program CSR Semen Padang

Sabtu, 21 April 2018 09:41 WIB

KRAS berkunjung ke Semen Padang untuk mempelajari penerapan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan dengan standar ISO 26000 SR.


Reaksi Ferguson dan Klopp soal Pengunduran Diri Wenger

Sabtu, 21 April 2018 09:32 WIB

Ferguson dan Klopp berbicara soal keputusan Wenger untuk mengundurkan diri.


Suku Bunga Acuan yang Dipertahankan Berdampak Positif ke Pertumbuhan Ekonomi

Sabtu, 21 April 2018 09:25 WIB

BI pertahankan suku bunga acuan demi menjaga pertumbuhan ekonomi ekonomi Indonesia, pun tantangan ekonomi global semakin kuat.


Perekonomian NTB 'Mengkilap' Sepanjang 2017, Ini Bukti dari BI

Sabtu, 21 April 2018 09:12 WIB

Kinerja ekonomi NTB juga membaik, dari kesejahteraan masyarakat kemiskinan terus menurun, tercatat dari 23,8% di 2008, di 2017, jadi 15,05%.