News / Hukum / Berita

Polres Gunung Kidul Imbau Masyarakat Laporkan Praktik Penimbunan Beras

akurat logo
Bayu Primanda
Minggu, 14 Januari 2018 18:52 WIB
Share
 
Polres Gunung Kidul Imbau Masyarakat Laporkan Praktik Penimbunan Beras
Ilustrasi. ANTARA FOTO

AKURAT.CO, Kepolisian Resor Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta masyarakat dan instansi terkait untuk mengawasi peredaran beras guna mengantisipasi adanya praktik penimbunan bahan pangan yang bisa merugikan masyarakat.

Kapolres Gunung Kidul AKBP Ahmad Fuady di Gunung Kidul, Minggu(14/1), mengatakan pihaknya akan menindak tegas jika di Kabupaten Gunung Kidul ditemukan mafia beras atau masyarakat yang melakukan penimbunan beras.

Aksi penimbunan yang dilakukan bisa menyebabkan meningkatnya harga dan merugikan konsumen.

"Kami akan proses sesuai dengan aturan. Jangan main-main, dengan ketersediaan pangan, kami akan tindak tegas," katanya.

Dia mengatakan, melihat fenomena meningkatnya harga beras, pihaknya berharap pihak terkait termasuk masyarakat ikut membantu. Dirinya mengintruksikan Kasat Reskrim dan Kasat Intelnya untuk melakukan pengawasan, penindakan dan penyelidikan.

"Inflasi dipicu sejumlah faktor, salah satunya meningkatnya permintaan masyarakat terhadap pangan dan adanya spekulan yang melakukan penimbunan," katanya.

Ahmad mengatakan pihaknya sudah melakukan pemantauan tidak ada yang bermasalah di Gunung Kidul. Polres akan melakukan pemantauan setiap hari.

"Setiap hari kami terus monitor. Sejauh ini belum terjadi penyimpangan di Gunung Kidul, katanya.

Dia mengatakan tidak hanya pangan, namun elpiji tiga kg juga langka. Kejahatan mafia gas tidak dapat ditolerir, terlebih gas untuk kebutuhan masyarakat miskin atau bersubsidi.

"Jangan main-main jika kami temukan akan ditindak tegas," katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunung Kidul Hidayat mengatakan sampai saat ini bahan kebutuhan pokok masih aman.

"Memang ada kenaikan sejumlah bahan pokok, tetapi dari ketersediaan masih aman," pungkasnya.[]


Editor. Ridwansyah Rakhman

Sumber. ANTARA

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

BI: PR Besar Perekonomian NTB, Harus Kembangkan Sektor Pertanian dan Pariwisata

Sabtu, 21 April 2018 10:41 WIB

BI perwakilan NTB melihat bahwa sektor pariwisata dipastikan akan menjadi motor baru ekonomi NTB



Anggaran Double Track Kereta Api Palembang Capai Triliun Rupiah

Sabtu, 21 April 2018 10:34 WIB

Pembangunan double track Kereta Api di Palembang untuk meningkatkan produktifitas angkutan batu bara


Preview: WBA dan Liverpool Bertekad Jaga Momentum

Sabtu, 21 April 2018 10:32 WIB

Liverpool ingin menjaga momentum ketika menyambangi markas WBA.


Trump Protes Harga Minyak Melambung Tinggi

Sabtu, 21 April 2018 10:31 WIB

Harga minyak AS turun hampir 1,2 persen ke level 67,50 dolar AS per barel.


Peringati Hari Kartini, Wanita Korban Kekerasan Gelar Lomba Mengaji

Sabtu, 21 April 2018 10:30 WIB

Memanfaatkan momentum Hari Kartini untuk mengingat semangat juang kaum wanita.


Imbal Hasil Obligasi Dongkrak Dolar AS

Sabtu, 21 April 2018 10:16 WIB

Imbal hasil pada surat utang negara AS dua tahun mencapai 2,457 persen.


Perempuan Minang, Berjuang Melawan Ketidakadilan

Sabtu, 21 April 2018 10:10 WIB

Perempuan Minangkabau pada masa lalu bergerak dan berjuang mengubah diri untuk berkemajuan dengan berbagai cara melawan ketidakadilan


Tedjo Eddy Ingatkan Dampak Buruh China di Indonesia

Sabtu, 21 April 2018 09:43 WIB

TKA asal China banyak yang membawa narkoba masuk ke Indonesia


KRAS Pelajari Program CSR Semen Padang

Sabtu, 21 April 2018 09:41 WIB

KRAS berkunjung ke Semen Padang untuk mempelajari penerapan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan dengan standar ISO 26000 SR.


Reaksi Ferguson dan Klopp soal Pengunduran Diri Wenger

Sabtu, 21 April 2018 09:32 WIB

Ferguson dan Klopp berbicara soal keputusan Wenger untuk mengundurkan diri.


Suku Bunga Acuan yang Dipertahankan Berdampak Positif ke Pertumbuhan Ekonomi

Sabtu, 21 April 2018 09:25 WIB

BI pertahankan suku bunga acuan demi menjaga pertumbuhan ekonomi ekonomi Indonesia, pun tantangan ekonomi global semakin kuat.


Perekonomian NTB 'Mengkilap' Sepanjang 2017, Ini Bukti dari BI

Sabtu, 21 April 2018 09:12 WIB

Kinerja ekonomi NTB juga membaik, dari kesejahteraan masyarakat kemiskinan terus menurun, tercatat dari 23,8% di 2008, di 2017, jadi 15,05%.


TNI Kembali Evakuasi Tiga Guru dari Tembagapura

Sabtu, 21 April 2018 09:12 WIB

Proses evakuasi berjalan lancar tanpa gangguan dan hambatan termasuk dari KKSB


Beri Pelatihan Wartawan, BI Sosialisasikan Posisi Kebijakan Moneternya

Sabtu, 21 April 2018 09:01 WIB

Pelatihan wartawan oleh BI adalah untuk sosialisasikan posisi BI dalam pengambilan kebijakan moneter di tengah situasi ekonomi saat ini