News / Politik / Berita

Dukung Djarot-Sihar, Sosiolog: PPP Lakukan Praktik Politik Bunuh Diri

akurat logo
Dedi Ermansyah
Minggu, 14 Januari 2018 14:59 WIB
Share
 
Dukung Djarot-Sihar, Sosiolog: PPP Lakukan Praktik Politik Bunuh Diri
Logo PPP.. ISTIMEWA

AKURAT.CO, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendukung Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus di Pilkada Sumatera Utara.

Sosiolog dan Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta Munsi Umar menilai langkah PPP tersebut sebagai sikap yang tidak aspiratif terhadap konstituennya dan pengurus dibawahnya. Padahal, setiap partai politik berusaha menjaga, merawat dan mempertahankan konstituennya.

“PPP sebagai partai Islam suka tidak suka harus melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan konstituennya.  Pada saat yang sama, harus berusaha menambah konstituen baru sehingga PPP menjadi partai besar,” kata Husni Umar dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Minggu (14/1).

Konstituen PPP adalah umat Islam. Sehingga apa yang dipertontonkan PPP di Sumut adalah politik bunuh diri.

“Praktik politik semacam ini adalah politik bunuh diri karena umat Islam sebagai pemilih PPP disakiti dan tidak dipedulikan aspirasi mereka. Dampaknya, umat Islam sebagai pemilih PPP akan meninggalkan PPP pada pemilu 2019,” ujarnya.

Bahkan secara elektabilitas, dari hasil survei berbagai lembaga, elektabilitas PPP sangat rendah, dibawah 3% pada hal PPP adalah partai politik lama seperti Golkar, PDIP.

Dengan, dukungan ke Djarot-Sihar, menurut dia, PPP telah melakukan dua kali bunuh diri sekaligus. Pertama, saat mendukung Ahok-Djarot dalam Pilgub DKI 2017 dan kedua, mendukung dan mencalonkan Djarot-Sihar dalam Pilgub Sumut.

“Padahal DPW PPP Sumut sudah menolak pencalonan Djarot-Sihar karena tidak mencerminkan aspirasi  umat Islam di Sumut.  Menurut saya, praktik politik PPP mencederai perasaan umat Islam di Sumut sebagai pemilih PPP,” tukasnya.

Dia pun meyakini, umat Islam sebagai  pemilih PPP di Sumatera Utara, tidak akan memilih pasangan calon yang didukung dan dicalonkan PPP. Selain itu, masyarakat akan meninggalkan PPP dan tidak akan memilih calon anggota legislatif PPP pada pemilu 2019, sehingga dapat dimaknai sebagai politik bunuh diri.

“Perpecahan dalam tubuh PPP yang belum ada tanda-tanda akan selesai melalui musyawarah dan rekonsiliasi,” pungkasnya.[]


Editor. Gema Trisna Yudha

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

BI: PR Besar Perekonomian NTB, Harus Kembangkan Sektor Pertanian dan Pariwisata

Sabtu, 21 April 2018 10:41 WIB

BI perwakilan NTB melihat bahwa sektor pariwisata dipastikan akan menjadi motor baru ekonomi NTB



Anggaran Double Track Kereta Api Palembang Capai Triliun Rupiah

Sabtu, 21 April 2018 10:34 WIB

Pembangunan double track Kereta Api di Palembang untuk meningkatkan produktifitas angkutan batu bara


Preview: WBA dan Liverpool Bertekad Jaga Momentum

Sabtu, 21 April 2018 10:32 WIB

Liverpool ingin menjaga momentum ketika menyambangi markas WBA.


Trump Protes Harga Minyak Melambung Tinggi

Sabtu, 21 April 2018 10:31 WIB

Harga minyak AS turun hampir 1,2 persen ke level 67,50 dolar AS per barel.


Peringati Hari Kartini, Wanita Korban Kekerasan Gelar Lomba Mengaji

Sabtu, 21 April 2018 10:30 WIB

Memanfaatkan momentum Hari Kartini untuk mengingat semangat juang kaum wanita.


Imbal Hasil Obligasi Dongkrak Dolar AS

Sabtu, 21 April 2018 10:16 WIB

Imbal hasil pada surat utang negara AS dua tahun mencapai 2,457 persen.


Perempuan Minang, Berjuang Melawan Ketidakadilan

Sabtu, 21 April 2018 10:10 WIB

Perempuan Minangkabau pada masa lalu bergerak dan berjuang mengubah diri untuk berkemajuan dengan berbagai cara melawan ketidakadilan


Tedjo Eddy Ingatkan Dampak Buruh China di Indonesia

Sabtu, 21 April 2018 09:43 WIB

TKA asal China banyak yang membawa narkoba masuk ke Indonesia


KRAS Pelajari Program CSR Semen Padang

Sabtu, 21 April 2018 09:41 WIB

KRAS berkunjung ke Semen Padang untuk mempelajari penerapan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan dengan standar ISO 26000 SR.


Reaksi Ferguson dan Klopp soal Pengunduran Diri Wenger

Sabtu, 21 April 2018 09:32 WIB

Ferguson dan Klopp berbicara soal keputusan Wenger untuk mengundurkan diri.


Suku Bunga Acuan yang Dipertahankan Berdampak Positif ke Pertumbuhan Ekonomi

Sabtu, 21 April 2018 09:25 WIB

BI pertahankan suku bunga acuan demi menjaga pertumbuhan ekonomi ekonomi Indonesia, pun tantangan ekonomi global semakin kuat.


Perekonomian NTB 'Mengkilap' Sepanjang 2017, Ini Bukti dari BI

Sabtu, 21 April 2018 09:12 WIB

Kinerja ekonomi NTB juga membaik, dari kesejahteraan masyarakat kemiskinan terus menurun, tercatat dari 23,8% di 2008, di 2017, jadi 15,05%.


TNI Kembali Evakuasi Tiga Guru dari Tembagapura

Sabtu, 21 April 2018 09:12 WIB

Proses evakuasi berjalan lancar tanpa gangguan dan hambatan termasuk dari KKSB


Beri Pelatihan Wartawan, BI Sosialisasikan Posisi Kebijakan Moneternya

Sabtu, 21 April 2018 09:01 WIB

Pelatihan wartawan oleh BI adalah untuk sosialisasikan posisi BI dalam pengambilan kebijakan moneter di tengah situasi ekonomi saat ini