Filipina Tingkatkan Status Gunung Berapi Mayon Jadi Bahaya

akurat logo
Dedi Ermansyah
Minggu, 14 Januari 2018 12:52 WIB
Share
 
Filipina Tingkatkan Status Gunung Berapi Mayon Jadi Bahaya
Gunung Berapi Mayon di Filipina.. REUTERS.COM / Erik De Castro

AKURAT.CO, Filipina meningkatkan peringatan terhadap Gunung Berapi Mayon karena gunung berapi tersebut menunjukkan tanda-tanda peningkatan magma yang menyebabkan letusan dan sangat berbahaya.

Dikutip dari Reuters, Minggu (14/1), warga di dua desa yang berada di sekitar gunung berapi tersebut telah dievakuasi. Letusan gunung tersebut tersebut mengeluarkan abu vulkanik, batu, bau belerang, serta diikuti oleh suara gemuruh dan cahaya samar dari kawah.

Hal tersebut dilaporkan oleh Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) dalam buletin terbarunya.

Phivolcs lalu meningkatkan kewaspadaan ke level 2, yang menunjukkan bahwa aktivitas saat ini "mungkin berasal dari magma, yang dapat menyebabkan letusan lebih banyak atau akhirnya terjadi letusan magma yang berbahaya."

Letusan yang berasal dari Gunung Berapi Mayon yang paling menimpulkan dampak besar adalah pada Februari 1841. Arus lahar mengubur sebuah kota dan menewaskan 1.200 orang. Gunung Mayon terakhir meletus pada 2014, memuntahkan lahar dan memaksa ribuan orang untuk mengungsi.

"Masyarakat sangat disarankan untuk tetap waspada dan berhenti memasuki daerah radius 6 kilometer (km) Zona Bahaya Permanen untuk meminimalkan risiko dari letusan mendadak, muntahan batuan, dan tanah longsor," kata Phivolcs.

Pihak Phivolcs juga mengimbau para warga untuk menutupi hidung dan mulut mereka dengan kain lembab, kain bersih, atau masker untuk menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik. Imbauan juga diberikan kepada para maskapai penerbangan agar menghindari area puncak Gunung Mayon.

Mereka yang tinggal di dekat gunung berapi, tapi di luar zona bahaya 6 km, diminta untuk melakukan tindakan pencegahan terhadap kemungkinan keruntuhan atap akibat menumpuknya abu vulkanik dan air hujan.

Kepala Badan Pengurang Risiko dan Penanggulangan Bencana Provinsi Albay, Cedric Daep, mengatakan bahwa beberapa warga di pusat-pusat evakuasi diperbolehkan untuk kembali ke rumah mereka di kemudian hari, kecuali Phivolcs meningkatkan status gunung berapi.

"Kami belum mencapai tingkat kritis. Tingkat peringatan 3 adalah yang kami anggap penting, 4 adalah saat letusan sudah dekat, dan 5 adalah letusan yang sedang berlangsung," tukasnya dalam sebuah wawancara di radio.[]


Editor. Gema Trisna Yudha

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Elektabiltas Jokowi Dibawah 50 Persen, Politisi PDIP Sentil Lembaga Survei Median

Sabtu, 21 April 2018 11:01 WIB

Hasil Survei yang dilakukan oleh Median menunjukkan elektabiltas Incumbent Presiden Joko Widodo masih di bawah 50 persen


Ini Prediksi Amien Rais Bila Prabowo dan Jokowi 'Head To Head'

Sabtu, 21 April 2018 10:58 WIB

Amien Rais memprediksi Ketua Umum Gerindra akan menang di Pilpres 2019.


Bankir Prediksi Suku Bunga Acuan BI Akan Naik 25bps di Desember 2018, Ini Alasannya

Sabtu, 21 April 2018 10:57 WIB

Enrico prediksi suku bunga acuan BI 7 days repo rate di 4,25% akan alami kenaikan 25bps pada akhir Desember 2018


BI: PR Besar Perekonomian NTB, Harus Kembangkan Sektor Pertanian dan Pariwisata

Sabtu, 21 April 2018 10:41 WIB

BI perwakilan NTB melihat bahwa sektor pariwisata dipastikan akan menjadi motor baru ekonomi NTB



Anggaran Double Track Kereta Api Palembang Capai Triliun Rupiah

Sabtu, 21 April 2018 10:34 WIB

Pembangunan double track Kereta Api di Palembang untuk meningkatkan produktifitas angkutan batu bara


Preview: WBA dan Liverpool Bertekad Jaga Momentum

Sabtu, 21 April 2018 10:32 WIB

Liverpool ingin menjaga momentum ketika menyambangi markas WBA.


Trump Protes Harga Minyak Melambung Tinggi

Sabtu, 21 April 2018 10:31 WIB

Harga minyak AS turun hampir 1,2 persen ke level 67,50 dolar AS per barel.


Peringati Hari Kartini, Wanita Korban Kekerasan Gelar Lomba Mengaji

Sabtu, 21 April 2018 10:30 WIB

Memanfaatkan momentum Hari Kartini untuk mengingat semangat juang kaum wanita.


Imbal Hasil Obligasi Dongkrak Dolar AS

Sabtu, 21 April 2018 10:16 WIB

Imbal hasil pada surat utang negara AS dua tahun mencapai 2,457 persen.


Perempuan Minang, Berjuang Melawan Ketidakadilan

Sabtu, 21 April 2018 10:10 WIB

Perempuan Minangkabau pada masa lalu bergerak dan berjuang mengubah diri untuk berkemajuan dengan berbagai cara melawan ketidakadilan


Tedjo Eddy Ingatkan Dampak Buruh China di Indonesia

Sabtu, 21 April 2018 09:43 WIB

TKA asal China banyak yang membawa narkoba masuk ke Indonesia


KRAS Pelajari Program CSR Semen Padang

Sabtu, 21 April 2018 09:41 WIB

KRAS berkunjung ke Semen Padang untuk mempelajari penerapan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan dengan standar ISO 26000 SR.


Reaksi Ferguson dan Klopp soal Pengunduran Diri Wenger

Sabtu, 21 April 2018 09:32 WIB

Ferguson dan Klopp berbicara soal keputusan Wenger untuk mengundurkan diri.


Suku Bunga Acuan yang Dipertahankan Berdampak Positif ke Pertumbuhan Ekonomi

Sabtu, 21 April 2018 09:25 WIB

BI pertahankan suku bunga acuan demi menjaga pertumbuhan ekonomi ekonomi Indonesia, pun tantangan ekonomi global semakin kuat.