News / Politik / Berita

Soal La Nyalla, Lieus Sungkharisma Sebut Ada Agenda Tersembunyi

akurat logo
Arief Munandar
Minggu, 14 Januari 2018 12:38 WIB
Share
 
Soal La Nyalla, Lieus Sungkharisma Sebut Ada Agenda Tersembunyi
Koordinator Komunitas Tionghoa Antikorupsi (Komtak) Lieus Sungkharisma. AKURAT.CO/Arief Munandar

AKURAT.CO, Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma tak percaya dengan pernyataan La Nyalla Matalitti yang menyebut Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, meminta uang kepadanya Rp40 miliar.

“Sebagai orang yang mengenal baik Pak Prabowo, saya tidak percaya dengan berita tersebut. Ini pasti ada miskomunikasi,” kata Lieus dalam siaran pers yang diterima AKURAT.CO, Minggu (14/1).

Meski begitu, tokoh Tionghoa ini mengetahui jika La Nyalla diberikan tugas oleh Prabowo untuk membangun koalisi dengan partai lain. Hal itu pun sesuai dengan kapasitas La Nyalla, yang merupakan kader partai berlambang burung garuda itu.

“Kalaupun seorang calon diminta menyiapkan dana untuk membiayai proses pencalonannya, termasuk untuk kebutuhan logistik, kampanye, dan saksi-saksi di TPS nanti, itu bisa saja. Tak ada yang salah soal itu,” ungkap Lieus.

Oleh karena itu, kata Lieus, masalah ini adalah internal partai yang seharusnya diselesaikan dengan cara musyawarah. Apalagi sebagai kader partai, ia merasa apa yang disampaikan La Nyalla lewat media, sangat tidak elok.

"Sebagai orang yang mengaku kader partai, tidak seharusnya La Nyalla membeberkan soal ini ke publik. Masalah ini seharusnya bisa diklarifikasi di internal partai. Namun, dengan membukanya ke publik, justru kita menangkap ada agenda tersembunyi di balik pernyataan La Nyalla itu,” pungkasnya.[]


Editor. Gema Trisna Yudha

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Ini Prediksi Amien Rais Bila Prabowo dan Jokowi 'Head To Head'

Sabtu, 21 April 2018 10:58 WIB

Amien Rais memprediksi Ketua Umum Gerindra akan menang di Pilpres 2019.


Bankir Prediksi Suku Bunga Acuan BI Akan Naik 25bps di Desember 2018, Ini Alasannya

Sabtu, 21 April 2018 10:57 WIB

Enrico prediksi suku bunga acuan BI 7 days repo rate di 4,25% akan alami kenaikan 25bps pada akhir Desember 2018


BI: PR Besar Perekonomian NTB, Harus Kembangkan Sektor Pertanian dan Pariwisata

Sabtu, 21 April 2018 10:41 WIB

BI perwakilan NTB melihat bahwa sektor pariwisata dipastikan akan menjadi motor baru ekonomi NTB



Anggaran Double Track Kereta Api Palembang Capai Triliun Rupiah

Sabtu, 21 April 2018 10:34 WIB

Pembangunan double track Kereta Api di Palembang untuk meningkatkan produktifitas angkutan batu bara


Preview: WBA dan Liverpool Bertekad Jaga Momentum

Sabtu, 21 April 2018 10:32 WIB

Liverpool ingin menjaga momentum ketika menyambangi markas WBA.


Trump Protes Harga Minyak Melambung Tinggi

Sabtu, 21 April 2018 10:31 WIB

Harga minyak AS turun hampir 1,2 persen ke level 67,50 dolar AS per barel.


Peringati Hari Kartini, Wanita Korban Kekerasan Gelar Lomba Mengaji

Sabtu, 21 April 2018 10:30 WIB

Memanfaatkan momentum Hari Kartini untuk mengingat semangat juang kaum wanita.


Imbal Hasil Obligasi Dongkrak Dolar AS

Sabtu, 21 April 2018 10:16 WIB

Imbal hasil pada surat utang negara AS dua tahun mencapai 2,457 persen.


Perempuan Minang, Berjuang Melawan Ketidakadilan

Sabtu, 21 April 2018 10:10 WIB

Perempuan Minangkabau pada masa lalu bergerak dan berjuang mengubah diri untuk berkemajuan dengan berbagai cara melawan ketidakadilan


Tedjo Eddy Ingatkan Dampak Buruh China di Indonesia

Sabtu, 21 April 2018 09:43 WIB

TKA asal China banyak yang membawa narkoba masuk ke Indonesia


KRAS Pelajari Program CSR Semen Padang

Sabtu, 21 April 2018 09:41 WIB

KRAS berkunjung ke Semen Padang untuk mempelajari penerapan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan dengan standar ISO 26000 SR.


Reaksi Ferguson dan Klopp soal Pengunduran Diri Wenger

Sabtu, 21 April 2018 09:32 WIB

Ferguson dan Klopp berbicara soal keputusan Wenger untuk mengundurkan diri.


Suku Bunga Acuan yang Dipertahankan Berdampak Positif ke Pertumbuhan Ekonomi

Sabtu, 21 April 2018 09:25 WIB

BI pertahankan suku bunga acuan demi menjaga pertumbuhan ekonomi ekonomi Indonesia, pun tantangan ekonomi global semakin kuat.


Perekonomian NTB 'Mengkilap' Sepanjang 2017, Ini Bukti dari BI

Sabtu, 21 April 2018 09:12 WIB

Kinerja ekonomi NTB juga membaik, dari kesejahteraan masyarakat kemiskinan terus menurun, tercatat dari 23,8% di 2008, di 2017, jadi 15,05%.