News / Hukum / Berita

Pakar: Sikap Kejagung Janggal dalam Kasus SMAK Dago

akurat logo
Deni Muhtarudin
Minggu, 14 Januari 2018 05:55 WIB
Share
 
Pakar: Sikap Kejagung Janggal dalam Kasus SMAK Dago
Sidang perkara pidana keterangan palsu Akta Notaris Nomor 3/18 November 2005 kembali digelar ke 14 kalinya di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/11). Dok. Pribadi

AKURAT.CO, Polemik sengketa lahan SMAK Dago, Bandung, Jawa Barat, dengan terdakwa Edward Soeryadjaya masih bergulir hingga saat ini. Pasalnya, sudah lebih dari 15 kali sidang, namun Edward Soeryadjaya tidak pernah hadir sekali pun dalam persidangan.

Saat ini, Edward Soeryadjaya telah ditahan oleh pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) dengan kasus yang berbeda, yakni terkait kasus penggelapan dana pensiun PT Pertamina dan diduga merugikan negara Rp1,4 triliun.

Menyikapi hal itu, Pakar Hukum dan advokat Maruli Sianturi, mengungkapkan bahwa dengan telah ditahannya Edwar Soeryadjaya oleh Kejagung, maka seharusnya pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri (PN) Bandung lebih mudah berkoordinasi dengan Kejagung untuk menghadirkan Edward Soeryadjaya di persidangan.

"Seharusnya tidak boleh ada alasan tidak bisa hadir, karena ini adalah tindakan pro justicia antar lembaga penegak hukum," ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima AKURAT.CO, Jakarta, Minggu (14/1).

Maruli pun mencium adanya kejanggalan dengan sikap Kejagung yang terlihat enggan bekerjasama dengan pihak Kejati Jawa Barat untuk menghadirkan Edward Soeryadjaya ke persidangan kasus SMAK Dago.

"Saya pikir ada kejanggalan sikap Kejagung dengan tidak mengabulkan permohonan Kejati Jawa barat untuk bisa menghadirkan edward sebagai saksi," ujarnya.

Maruli juga menyarankan agar pihak Kejagung mau mengkonfirmasi apa yang menjadi alasan mereka belum mengabulkan permohonan pihak Kejati Jawa Barat.

Seperti diketahui, Edward Soeryadjaya mangkir dan tidak pernah hadir dalam sidang perkara keterangan palsu Akta Notaris Nomor 3/18 November 2005 yang telah berlangsung sebanyak 15 kali.

Edward Soeryadjaya berdalih sakit sehingga diputuskan ditunda pemeriksaannya di PN Bandung. Padahal sebelumnya, dokter independen yang memeriksa kesehatan Edward Soeryadjaya menyatakan bahwa terdakwa dapat dihadirkan ke persidangan asal didampingi ahli medis.

Bahkan pihak RSUD Tarakan Jakarta, tempat Edward Soeryadjaya diperiksa kesehatannya, menyampaikan bahwa pihaknya tidak pernah menerbitkan surat sakit permanen terhadap Edward.

Maruli menambahkan, alasan ketidakhadiran Edward Soeryadjaya ini pun sangat tidak masuk akal. "Mangkirnya Edward selama 15 kali sudah bisa dikategorikan sebagai pembangkangan hukum," katanya.[]


Editor. Ainurrahman

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Elektabilitas Jokowi Dibawah 50 Persen, Politisi PDIP Sentil Lembaga Survei Median

Sabtu, 21 April 2018 11:01 WIB

Hasil Survei yang dilakukan oleh Median menunjukkan elektabiltas Incumbent Presiden Joko Widodo masih di bawah 50 persen


Ini Prediksi Amien Rais Bila Prabowo dan Jokowi 'Head To Head'

Sabtu, 21 April 2018 10:58 WIB

Amien Rais memprediksi Ketua Umum Gerindra akan menang di Pilpres 2019.


Bankir Prediksi Suku Bunga Acuan BI Akan Naik 25bps di Desember 2018, Ini Alasannya

Sabtu, 21 April 2018 10:57 WIB

Enrico prediksi suku bunga acuan BI 7 days repo rate di 4,25% akan alami kenaikan 25bps pada akhir Desember 2018


BI: PR Besar Perekonomian NTB, Harus Kembangkan Sektor Pertanian dan Pariwisata

Sabtu, 21 April 2018 10:41 WIB

BI perwakilan NTB melihat bahwa sektor pariwisata dipastikan akan menjadi motor baru ekonomi NTB



Anggaran Double Track Kereta Api Palembang Capai Triliun Rupiah

Sabtu, 21 April 2018 10:34 WIB

Pembangunan double track Kereta Api di Palembang untuk meningkatkan produktifitas angkutan batu bara


Preview: WBA dan Liverpool Bertekad Jaga Momentum

Sabtu, 21 April 2018 10:32 WIB

Liverpool ingin menjaga momentum ketika menyambangi markas WBA.


Trump Protes Harga Minyak Melambung Tinggi

Sabtu, 21 April 2018 10:31 WIB

Harga minyak AS turun hampir 1,2 persen ke level 67,50 dolar AS per barel.


Peringati Hari Kartini, Wanita Korban Kekerasan Gelar Lomba Mengaji

Sabtu, 21 April 2018 10:30 WIB

Memanfaatkan momentum Hari Kartini untuk mengingat semangat juang kaum wanita.


Imbal Hasil Obligasi Dongkrak Dolar AS

Sabtu, 21 April 2018 10:16 WIB

Imbal hasil pada surat utang negara AS dua tahun mencapai 2,457 persen.


Perempuan Minang, Berjuang Melawan Ketidakadilan

Sabtu, 21 April 2018 10:10 WIB

Perempuan Minangkabau pada masa lalu bergerak dan berjuang mengubah diri untuk berkemajuan dengan berbagai cara melawan ketidakadilan


Tedjo Eddy Ingatkan Dampak Buruh China di Indonesia

Sabtu, 21 April 2018 09:43 WIB

TKA asal China banyak yang membawa narkoba masuk ke Indonesia


KRAS Pelajari Program CSR Semen Padang

Sabtu, 21 April 2018 09:41 WIB

KRAS berkunjung ke Semen Padang untuk mempelajari penerapan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan dengan standar ISO 26000 SR.


Reaksi Ferguson dan Klopp soal Pengunduran Diri Wenger

Sabtu, 21 April 2018 09:32 WIB

Ferguson dan Klopp berbicara soal keputusan Wenger untuk mengundurkan diri.


Suku Bunga Acuan yang Dipertahankan Berdampak Positif ke Pertumbuhan Ekonomi

Sabtu, 21 April 2018 09:25 WIB

BI pertahankan suku bunga acuan demi menjaga pertumbuhan ekonomi ekonomi Indonesia, pun tantangan ekonomi global semakin kuat.