Hajar Milisi Kurdi, Militer Turki Akan Masuk ke Provinsi Idlib

akurat logo
Deni Muhtarudin
Minggu, 14 Januari 2018 01:30 WIB
Share
 
Hajar Milisi Kurdi, Militer Turki Akan Masuk ke Provinsi Idlib
Presiden Turki Tayyip Erdogan. Foursignposts.com

AKURAT.CO, Presiden Turki, Tayyip Erdogan, mengungkapkan bahwa masuknya militer Turki ke Provinsi Idlib di bagian utara Suriah dilakukan guna menghajar pasukan milisi Kurdi yang mengendalikan kawasan Afrin.

Milisi YPG Kurdi mengatakan, pasukan Turki di Suriah menggempur Afrin pada Sabtu (13/1), tetapi belum ada laporan tentang korban.

Pasukan Turki masuk ke Idlib tiga bulan lalu setelah persetujuan dicapai dengan Rusia dan Iran. Ketiga negara itu berusaha mengurangi pertempuran pasukan Suriah dengan pemberontak di bagian Suriah, yang dikuasai pejuang.

Tetapi, sejumlah pos pengamatan, menurut tentara Turki, didirikan dekat dengan garis pemisah antara lahan yang dikuasai pemberontak dan kawasan Afrin, yang dikuasai Kurdi.

"Kalau teroris di Afrin tidak menyerah, kami akan merobek-robek mereka," kata Erdogan dalam sebuah kongres Partai AK yang berkuasa di Elazig, kota di bagian timur Turki.

Petempur YPG Kurdi mengatakan, pasukan Turki berada di wilayah Suriah menggempur beberapa desa Kurdi di kawasan Afrin pada Sabtu (13/1) tanpa menimbulkan jatuhnya korban.

Rojhat Roj, juru bicara YPG Kurdi di Afrin mengatakan kepada Reuters bahwa gempuran tersebut dilakukan oleh pasukan Turki di Dar Taizaah dan Qalat Seman. Kawasan-kawasan itu, menurut Rojhat, sejumlah pasukan Turki telah berada di sana sebagai bagian dari perjanjian dengan Rusia dan Iran.

"Dari sisi kami, tak ada gempuran saat ini," ujarnya.

Erdogan mengatakan, milisi YPG Kurdi berusaha membentuk 'koridor teror' di perbatasan bagian selatan Turki, yang menghubungkan Afrin dengan kawasan yang dikuasai Kurdi ke arah timur.

Pada 2016, Turki melancarkan ofensif militer 'Euphrates Shield' di bagian utara Suriah untuk memukul mundur ISIS dari perbatasan dan membagi-bagi kawasan yang dikuasai Kurdi.

"Dengan operasi Euphrates Shield kami memotong koridor teror tepat di tengah. Kami pukul mereka segera satu malam. Dengan operasi Idlib, kami runtuhkan sayap bagian barat," kata Erdogan.

Erdogan juga menyampaikan, Turki dapat mengusir pasukan YPG keluar dari Manbij. Kota yang dihuni sebagian etnis Arab itu terletak di sebelah barat Euphrates, dan Turki telah lama mendesak para pejuang Kurdi mengembalikan bagian timur dari sungai itu.

"Di Manbij, jika mereka mengingkari janji, kami akan bertindak sampai tak ada lagi teroris. Mereka akan lihat apa yang akan kami lakukan dalam waktu sekitar sepekan," kata Erdogan.

Turki merupakan pendukung utama pejuang yang bertempur menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad, tetapi terhalang oleh kekuatan pasukan Kurdi yang bertempur di bagian tenggara Turki.

Pihak Turki pun mengecam Amerika Serikat (AS) yang mempersenjatai para pejuang YPG dan Arab dalam pasukan Demokratik Suriah, yang mengusir ISIS dari Raqqa dan beberapa bagian lain di Suriah.

"AS mengirim 4.900 truk berisi senjata ke Suriah. Kami tahu itu. Itu bukan apa yang sekutu lakukan. Kami tahu mereka mengirim 2.000 pesawat penuh senjata," kata Erdogan.[]


Editor. Ainurrahman

Sumber. ANTARA

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Kementerian BUMN Pastikan Holding Migas Tak Rugikan Karyawan

Selasa, 22 Mei 2018 03:30 WIB

Pembentukan holding BUMN Migas tetap pertahankan 100% pekerja yang ada dan tidak ada perubahan kompensasi dan benefit bagi karyawan


Aa Gym Minta Rekomendasi 200 Mubaligh Dievaluasi

Selasa, 22 Mei 2018 03:30 WIB

"Sehingga kelak dapat menghasilkan kebijakan yang adil dan didukung oleh umat,"


Airlangga: Golkar Bahas Cawapres Jokowi Setelah Pilkada

Selasa, 22 Mei 2018 03:15 WIB

"Mengenai cawapres kita bahas pascapilkada,"


Rehabilitasi Jaringan Irigasi, Pemprov Bengkulu Kucurkan Rp1,2 juta per hektare

Selasa, 22 Mei 2018 03:08 WIB

Dinstan Mukomuko optimis rehabilitasi jaringan irigasi tersier rusak dan peningkatan jaringan irigasi selesai pada tahun ini


Kembangkan Teknologi AI, Microsoft Akuisisi Semantic Machines

Selasa, 22 Mei 2018 03:05 WIB

Semantic Machines menggambarkan dirinya sebagai perusahaan yang mengembangkan teknologi dasar.


BPPTKG: Status Gunung Merapi Naik Jadi Siaga

Selasa, 22 Mei 2018 02:37 WIB

Status gunung berapi dinakan oleh pihak BPPTKG pada Senin (21/5) sekitar pukul 23.00 WIB.


TNI Sebut Doktrin Teroris Kuat di Dunia Maya

Selasa, 22 Mei 2018 02:30 WIB

"Dunia maya lebih rumit karena mereka bermain pada wilayah doktrin dan pikiran,"


Ketua DPR: Lapor Aparat Jika Ada Kelompok Meresahkan

Selasa, 22 Mei 2018 02:00 WIB

"Jangan ragu melaporkan kepada aparat hukum maupun pemimpin lingkungan setempat jika melihat kelompok mencurigakan,"


20 Tahun Reformasi, Fahri Hamzah: Sistemnya Sudah Baik Tapi Pemimpinnya Enggak

Selasa, 22 Mei 2018 01:57 WIB

"Sistemnya udah baik. apa yang belum suskes, pemimpinnya yang belum baik,"


Pencuri 43 Unit Motor di Kendari Diringkus Polisi

Selasa, 22 Mei 2018 01:30 WIB

Pelaku yang berinisial "Swr" (43), dalam menjalankan aksinya selalu sendiri dan tidak melibatkan orang lain.


Berupaya Masukan Sabu ke LP, Kernet Mobil di Aceh Diamankan Polisi

Selasa, 22 Mei 2018 01:20 WIB

"Yang bersangkutan ditangkap setelah adanya laporan dari pihak petugas Lapas,"


Ruth Bader Ginsburg Hampir Menjadi Anggota X-Force Deadpool

Selasa, 22 Mei 2018 01:05 WIB

Seseorang mungkin ada memperhatikan ketika Deadpool sedang membalik-balik foto kandidat.


Dikritik, Tarawih Akbar di Monas Dipindahkan ke Masjid Istiqlal

Selasa, 22 Mei 2018 01:00 WIB

"Jadi kita mendengar apa yang disampaikan para ulama dan kita dalam urusan ibadah, urusan agama merujuk kepada para ulama,"


Ajang Penelitian di Malaysia, Tim SMA Matauli Pandan Raih Prestasi

Selasa, 22 Mei 2018 00:56 WIB

SMA Negeri 1 mengirimkan 13 tim peserta dengan jumlah siswa sebanyak 73 orang


Melawan, Penyelundup Sabu Kemasan Teh Cina Tewas Didor Polisi

Selasa, 22 Mei 2018 00:30 WIB

"Pada saat pengembangan tersangka Fatah mencoba melawan petugas, dilumpuhkan dengan tembakan,"