News / Hukum / Berita

Dituding Akan Habisi Profesi Advokat, Ini Pesan KPK kepada Fredrich Yunadi

akurat logo
Yudi Permana
Sabtu, 13 Januari 2018 15:56 WIB
Share
 
Dituding Akan Habisi Profesi Advokat, Ini Pesan KPK kepada Fredrich Yunadi
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif memberikan keterangan kepada wartawan terkait penangkapan operasi tangkap tangan (OTT) Walikota Batu di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (17/9). ANTARA

AKURAT.CO, Pimpinan KPK Laode Muhammad Syarif meminta semua pihak tidak menggeneralisasi profesi advokat. Hal itu ia sampaikan dalam rangka menanggapi pernyataan Fredrich Yunadi usai menjalani pemeriksaan selama 10 jam, dan langsung dilakukan penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) milik KPK.

"Sehubungan dengan pernyataan FY (Fredrich Yunadi) yang mengesankan seolah-olah proses hukum atas diri FY merupakan penyerangan atas profesi advokat. Maka saya mengajak semua pihak untuk tidak menggeneralisasi profesi advokat," kata Laode dalam pernyataannya saat dihubungi awak media, Sabtu (13/1).

Menurut Laode, pihaknya mengakui bahwa masih banyak advokat yang menjalankan tugasnya tetap mengacu pada kode etik profesi dalam menegakkan hukum, yang tidak menghalang-halangi proses penyidikan.

"KPK mengetahui banyak sekali advokat yang profesional dan baik, dimana dalam menjalankan profesinya selalu berpedoman pada etika profesi. Dan tidak berupaya menghalang-halangi proses penegakan hukum dalam bekerja," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, profesi advokat dan dokter merupakan tugas mulia yang bisa melindungi kliennya dan dapat mengobati orang-orang sakit.

"Adalah betul bahwa profesi advokat ataupun dokter adalah profesi mulia yang ditujukan untuk melindungi hak-hak klien dan untuk mengobati orang-orang yang sakit," ucapnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, advokat dan dokter diharapkan tidak menghalang-halangi penanganan kasus korupsi yang dilakukan oleh penegak hukum dalam hal ini KPK.

"Karena ada konsekuensi hukumnya sebagai mana dijelaskan di Pasal 21 UU Tipikor KUHAP," sambungnya.

Sebelumnya Fredrich Yunadi mengaku bahwa profesinya sebagai advokat telah di bumihanguskan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus merintangi penyidikan dugaan korupsi proyek e-KTP yang menjerat Setya Novanto. Tak hanya itu, menurut dia, lembaga anti rasuah itu menginginkan untuk menghabiskan profesi advokat. ‎

"Sekarang saya di bumihanguskan ya. Ini adalah suatu pekerjaan, yang diperkirakan ingin menghabiskan profesi advokat," kata Fredrich usai menjalani pemeriksaan selama 11 jam, mulai pukul 00.10 WIB hingga pukul 10.52 WIB, di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (13/1).

Diketahui, Fredrich ditangkap setelah tidak memenuhi panggilan penyidik KPK pada Jumat (12/1) kemarin. Rencananya, pemilik kantor hukum Yunadi & Associated itu akan diperiksa sebagai tersangka dalam kasus merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP.

Saat tiba di gedung KPK, Fredrich menolak berkomentar mengenai penangkapan dirinya. Mengenakan kaos warna hitam dengan celana jins, Fredrich memilih langsung masuk ke markas Agus Rahardjo Cs.

Sebelumnya, Fredrich dan dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama, yakni merintangi penyidikan.

Mereka diduga memanipulasi data medis mantan Ketua DPR itu agar bisa dirawat untuk menghindari pemeriksaan KPK pada pertengahan November 2017 lalu. Selain itu Fredrich ditenggarai telah mengondisikan RS Medika Permata Hijau sebelum Novanto mengalami kecelakaan. []


Editor. Ainurrahman

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Sys NS Alami Pingsan Sebelum Meninggal Dunia

Selasa, 23 Januari 2018 16:30 WIB

Sys NS sempat pingsan sebelum dibawa ke Rumah Sakit Pondok Indah.


20 Tahun Lagi Program Listrik 35.000 MW Tidak Mencukupi Kebutuhan Listrik Nasional

Selasa, 23 Januari 2018 16:27 WIB

Program pemerintah membangun 35.000 MW pada dasarnya hanya bisa mencukupi kebutuhan suplai listrik pada 10 tahun mendatang.


Jessica Mila Tak Menyangka Sys NS akan Meninggal Tiba-tiba

Selasa, 23 Januari 2018 16:24 WIB

Mila mengaku tak menyangka kepergian Sys NS begitu cepat


Deretan Koleksi Tas Nagita Slavina. Harganya Tak Main-main

Selasa, 23 Januari 2018 16:21 WIB

Berikut koleksi tas Nagita Slavina yang harganya selangit.


HNW: Ucapan Zulhas soal LGBT untuk Mengingatkan Publik

Selasa, 23 Januari 2018 16:21 WIB

Segera selesaikan RUU KUHP.


Harga Minyak Sawit Mentah Jambi Naik

Selasa, 23 Januari 2018 16:19 WIB

Kenaikkan sawit sebesar Rp184 per kilogram


Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Minta ASN Netral di Pilkada Serentak

Selasa, 23 Januari 2018 16:16 WIB

Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017, ASN tidak boleh ikut dalam politik praktis


Gara-gara Legenda Arsenal Sanchez Pindah ke MU

Selasa, 23 Januari 2018 16:16 WIB

Sanchez diserang legenda Arsenal karena memutuskan hengkang ke MU.


Pemerintah Indonesia Kecewa Parlemen Eropa Setujui Penghentian Biofuel Kelapa Sawit

Selasa, 23 Januari 2018 16:11 WIB

Meski belum final, keputusan tersebut akan mempengaruhi pandangan konsumen di Uni Eropa.


Teropong Bintang Rakitan Sambut Gerhana Bulan Total di Cirebon

Selasa, 23 Januari 2018 16:07 WIB

Fenomena alam langka, Gerhana Bulan Total tidak ingin dilewatkan begitu saja oleh komunitas Astronomi Cirebon.


Sandiaga Persilahkan Polisi Memproses Laporan Dugaan Kekerasan yang Dilakukan Kasatpol DKI

Selasa, 23 Januari 2018 16:02 WIB

Saya mengusung praduga tak bersalah, saya mempersilahkan proses hukum yang menangani ini.


Kejutkan Petenis Elit, Elise Mertens ke Semifinal

Selasa, 23 Januari 2018 16:02 WIB

Selain Elise Mertens, atlet asal Inggris, Kyle Edmund, juga menciptakan kejutan dengan mengalahkan unggulan ketiga, Grigor Dimitrov.


Klopp Geram Lihat Liverpool Dipermalukan Swansea City

Selasa, 23 Januari 2018 16:01 WIB

Liverpool kalah gara-gara blunder yang dilakukan bek termahal mereka, Virgil Van Dijk.


Adegan Ini yang Membuat Salshabilla Adriani Panik Saat Syuting Ghost

Selasa, 23 Januari 2018 16:01 WIB

Salshabilla Adriani mengaku ini adalah pengalaman pertama main film horor.


Pasca Gempa, Pelayanan Pemkot Depok Sempat Terhenti Satu Jam

Selasa, 23 Januari 2018 16:00 WIB

Pasca gempa sejumlah ASN memilih pulang lebih awal.