Pasca Kebakaran, Pedagang Pasar Rawa Kalong Mengais Sisa Barang Dagangan

akurat logo
Setiawan
Sabtu, 13 Januari 2018 15:20 WIB
Share
 
Pasca Kebakaran, Pedagang Pasar Rawa Kalong Mengais Sisa Barang Dagangan
Suasana Pasca Kebakaran Pasar Rawa Kalong, Tambun, Bekasi, Sabtu (13/1). AKURAT.CO/Setiawan

AKURAT.CO, Sejumlah pedagang Pasar Rawa Kalong, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (13/1) mengais sisa barang dagangan mereka.

Hal itu dilakukan setelah bangunan kios milik para pedagang hangus terbakar.

Salah seorang pedagang, Mario (31) mengaku, mencari barang dagangannya dengan harapan bisa di jual kembali.

Ia juga khawatir dirinya tak lagi bisa berdagang. Sebab kebakaran menghanguskan barang dagang miliknya berupa beras sebanya 50 ton.

"Saya tidak tahu kebakaran itu, soalnya toko sudah saya tutup pada sore hari, kemudian saya mendapat informasi dari temen kalau Pasar terbakar, ketika saya sampai kesini api sudah besar banget," kata Rio kepada AKURAT.CO di Lokasi.

"Di dalam kios ada stok 50 ton beras, saya kebingungan soalnya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dari berdagang beras, kalau dihitung kerugian saya mencapai Rp. 500 juta," lanjutnya.

Sementara petugas kepolisian disiagakan untuk menghindari adanya aksi penjarahan yang dilakukan orang tidak bertanggungjawab.

Diketahui api membakar sedikitnya 120 kios di Pasar Rawa Kalong, Tambun, pada Jum'at (13/1) Malam Kemarin. Api berhasil dipadamkan selama enam jam. Kebakaran diduga dari konsletik listrik salah satu kios.[]


Editor. Melly Kartika Adelia

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Elektabilitas Jokowi Dibawah 50 Persen, Politisi PDIP Sentil Lembaga Survei Median

Sabtu, 21 April 2018 11:01 WIB

Hasil Survei yang dilakukan oleh Median menunjukkan elektabiltas Incumbent Presiden Joko Widodo masih di bawah 50 persen


Ini Prediksi Amien Rais Bila Prabowo dan Jokowi 'Head To Head'

Sabtu, 21 April 2018 10:58 WIB

Amien Rais memprediksi Ketua Umum Gerindra akan menang di Pilpres 2019.


Bankir Prediksi Suku Bunga Acuan BI Akan Naik 25bps di Desember 2018, Ini Alasannya

Sabtu, 21 April 2018 10:57 WIB

Enrico prediksi suku bunga acuan BI 7 days repo rate di 4,25% akan alami kenaikan 25bps pada akhir Desember 2018


BI: PR Besar Perekonomian NTB, Harus Kembangkan Sektor Pertanian dan Pariwisata

Sabtu, 21 April 2018 10:41 WIB

BI perwakilan NTB melihat bahwa sektor pariwisata dipastikan akan menjadi motor baru ekonomi NTB



Anggaran Double Track Kereta Api Palembang Capai Triliun Rupiah

Sabtu, 21 April 2018 10:34 WIB

Pembangunan double track Kereta Api di Palembang untuk meningkatkan produktifitas angkutan batu bara


Preview: WBA dan Liverpool Bertekad Jaga Momentum

Sabtu, 21 April 2018 10:32 WIB

Liverpool ingin menjaga momentum ketika menyambangi markas WBA.


Trump Protes Harga Minyak Melambung Tinggi

Sabtu, 21 April 2018 10:31 WIB

Harga minyak AS turun hampir 1,2 persen ke level 67,50 dolar AS per barel.


Peringati Hari Kartini, Wanita Korban Kekerasan Gelar Lomba Mengaji

Sabtu, 21 April 2018 10:30 WIB

Memanfaatkan momentum Hari Kartini untuk mengingat semangat juang kaum wanita.


Imbal Hasil Obligasi Dongkrak Dolar AS

Sabtu, 21 April 2018 10:16 WIB

Imbal hasil pada surat utang negara AS dua tahun mencapai 2,457 persen.


Perempuan Minang, Berjuang Melawan Ketidakadilan

Sabtu, 21 April 2018 10:10 WIB

Perempuan Minangkabau pada masa lalu bergerak dan berjuang mengubah diri untuk berkemajuan dengan berbagai cara melawan ketidakadilan


Tedjo Eddy Ingatkan Dampak Buruh China di Indonesia

Sabtu, 21 April 2018 09:43 WIB

TKA asal China banyak yang membawa narkoba masuk ke Indonesia


KRAS Pelajari Program CSR Semen Padang

Sabtu, 21 April 2018 09:41 WIB

KRAS berkunjung ke Semen Padang untuk mempelajari penerapan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan dengan standar ISO 26000 SR.


Reaksi Ferguson dan Klopp soal Pengunduran Diri Wenger

Sabtu, 21 April 2018 09:32 WIB

Ferguson dan Klopp berbicara soal keputusan Wenger untuk mengundurkan diri.


Suku Bunga Acuan yang Dipertahankan Berdampak Positif ke Pertumbuhan Ekonomi

Sabtu, 21 April 2018 09:25 WIB

BI pertahankan suku bunga acuan demi menjaga pertumbuhan ekonomi ekonomi Indonesia, pun tantangan ekonomi global semakin kuat.