News / Politik / Berita
Jelang Pilkada 2018

Garda 212: Jangan Gunakan Nama 'Alumni 212' untuk Berpolitik

akurat logo
Muslimin
Sabtu, 13 Januari 2018 14:40 WIB
Share
 
Garda 212: Jangan Gunakan Nama 'Alumni 212' untuk Berpolitik
Massa aksi 'Reuni 212' memenuhi kawasan Silang Tugu Monumen Nasional, Jakarta, Sabtu (2/12). Aksi ini diadakan dalam rangka mensyukuri bersatunya umat Islam dalam Aksi 212 tahun lalu. Selain itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pun turut hadir dan menyampaikan semoga pertemuan ini bisa mengirimkan pesan persatuan untuk semuanya.. AKURAT.CO/Handaru M Putra

AKURAT.CO, Alumni Gerakan 212 yang tergabung dalam Garda 212 mengimbau para petinggi alumni 212 untuk mendukung beberapa calon kepala daerah yang dianggap bisa memperjuangkan kepentingan umat di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018, tak hanya karena partai yang mengusungnya saja.

Ketua Umum Garda 212, Ustadz Ansufri Idrus Sambo mengatakan, pihaknya menghargai sikap politik yang ditempuh oleh alumni 212, namun, ia menolak jika membawa nama-nama Alumni dalam kepentingan politik.

“Kami tidak ingin nama Alumni dipakai untuk politik, apalagi dibenturkan dengan partai yang selama ini mendukung gerakan 212,” kata Ansufri Idrus saat konferensi pers di Kemang Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1).

Adapun partai yang selalu mendukung gerakan 212 tersebut, kata dia, yakni Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Keamanan Nasional (PAN).

Dia menganggap bahwa pernyataan La Nyalla yang membawa nama Alumni 212 di Pilkada Jawa Timur adalah tindakan yang ingin membentur Alumni 212 dan partai pendukung gerakan tersebut.

"Sebab, jumlah alumni 212 sebanyak 7 juta orang, sehingga jumlah tersebut berpotensi untuk dimanfaatkan baik di Pilkada 2018 maupun di Pemilu 2019 mendatang," kata dia.

Ditegaskan Ansufri Idrus, alumni 212 tidak dibentuk untuk berkecimpung dalam poltik praktis. Meski ada beberapa orang secara pribadi ikut berpolitik praktis, namun jangan sampai membawa nama Alumni 212.

“Kalaupun ada alumni 212 ikut, itu hak pribadi, tidak boleh membawa nama alumni,” pungkasnya.[]


Editor. Melly Kartika Adelia

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

BI: PR Besar Perekonomian NTB, Harus Kembangkan Sektor Pertanian dan Pariwisata

Sabtu, 21 April 2018 10:41 WIB

BI perwakilan NTB melihat bahwa sektor pariwisata dipastikan akan menjadi motor baru ekonomi NTB



Anggaran Double Track Kereta Api Palembang Capai Triliun Rupiah

Sabtu, 21 April 2018 10:34 WIB

Pembangunan double track Kereta Api di Palembang untuk meningkatkan produktifitas angkutan batu bara


Preview: WBA dan Liverpool Bertekad Jaga Momentum

Sabtu, 21 April 2018 10:32 WIB

Liverpool ingin menjaga momentum ketika menyambangi markas WBA.


Trump Protes Harga Minyak Melambung Tinggi

Sabtu, 21 April 2018 10:31 WIB

Harga minyak AS turun hampir 1,2 persen ke level 67,50 dolar AS per barel.


Peringati Hari Kartini, Wanita Korban Kekerasan Gelar Lomba Mengaji

Sabtu, 21 April 2018 10:30 WIB

Memanfaatkan momentum Hari Kartini untuk mengingat semangat juang kaum wanita.


Imbal Hasil Obligasi Dongkrak Dolar AS

Sabtu, 21 April 2018 10:16 WIB

Imbal hasil pada surat utang negara AS dua tahun mencapai 2,457 persen.


Perempuan Minang, Berjuang Melawan Ketidakadilan

Sabtu, 21 April 2018 10:10 WIB

Perempuan Minangkabau pada masa lalu bergerak dan berjuang mengubah diri untuk berkemajuan dengan berbagai cara melawan ketidakadilan


Tedjo Eddy Ingatkan Dampak Buruh China di Indonesia

Sabtu, 21 April 2018 09:43 WIB

TKA asal China banyak yang membawa narkoba masuk ke Indonesia


KRAS Pelajari Program CSR Semen Padang

Sabtu, 21 April 2018 09:41 WIB

KRAS berkunjung ke Semen Padang untuk mempelajari penerapan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan dengan standar ISO 26000 SR.


Reaksi Ferguson dan Klopp soal Pengunduran Diri Wenger

Sabtu, 21 April 2018 09:32 WIB

Ferguson dan Klopp berbicara soal keputusan Wenger untuk mengundurkan diri.


Suku Bunga Acuan yang Dipertahankan Berdampak Positif ke Pertumbuhan Ekonomi

Sabtu, 21 April 2018 09:25 WIB

BI pertahankan suku bunga acuan demi menjaga pertumbuhan ekonomi ekonomi Indonesia, pun tantangan ekonomi global semakin kuat.


Perekonomian NTB 'Mengkilap' Sepanjang 2017, Ini Bukti dari BI

Sabtu, 21 April 2018 09:12 WIB

Kinerja ekonomi NTB juga membaik, dari kesejahteraan masyarakat kemiskinan terus menurun, tercatat dari 23,8% di 2008, di 2017, jadi 15,05%.


TNI Kembali Evakuasi Tiga Guru dari Tembagapura

Sabtu, 21 April 2018 09:12 WIB

Proses evakuasi berjalan lancar tanpa gangguan dan hambatan termasuk dari KKSB


Beri Pelatihan Wartawan, BI Sosialisasikan Posisi Kebijakan Moneternya

Sabtu, 21 April 2018 09:01 WIB

Pelatihan wartawan oleh BI adalah untuk sosialisasikan posisi BI dalam pengambilan kebijakan moneter di tengah situasi ekonomi saat ini