News / Hukum / Berita

Kuasa Hukum Yunadi Nilai Penangkapan yang Dilakukan KPK Tak Normal

akurat logo
Yudi Permana
Sabtu, 13 Januari 2018 14:37 WIB
Share
 
Kuasa Hukum Yunadi Nilai Penangkapan yang Dilakukan KPK Tak Normal
Pengacara Setya Novanto, Friedrich Yunadi ditetapkan sebagai Tersangka KPK pada Sabtu (13/1) pagi. AKURAT.CO/ Yudi Permana

AKURAT.CO, Kuasa Hukum Fredrich Yunadi, Sapriyanto Refa menyesalkan cara-cara yang dilakukan komisi pemberantasan korupsi (KPK) dalam menangkap kliennya. Yunadi ditangkap komisi antirasuah itu, Jumat (12/1) malam.

"Kami sangat menyayangkan cara-cara yang dilakukan KPK," kata Sapriyanto usai mendampingi Fredrich menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Sabtu (13/1)

Dia mengungkapkan, pihaknya sudah mengajukan surat permohonan penundaan pemeriksaan, sebelum penangkapan itu dilakukan KPK. Alasannya, Yunadi akan menjalani pemeriksaan etik yang dilakukan organisasi advokat.

"Memang hari kemarin itu kan panggilan untuk tangal 12, yang (surat pemanggilan) dikirim tangal 9 Januari. Kami juga sudah mengajukan permohonan untuk penundaan. Sebagai iktikad baik kami menghargai KPK," kata dia.

"Maka kami juga datang pagi-paginya itu pada tangal 12 itu untuk menanyakan apakah permohonan kami itu dikabulkan atau tidak. Kalau tidak dikabulkan juga nggak ada masalah, namanya permohonan," lanjut dia.

Namun, kata Refa, dalam jangka waktu 1 hari itu belum berakhir, KPK telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap kliennya. Ia merasa, tindakan KPK tersebut telah melecehkan profesi advokat. ‎

"Surat penangkapan tadi malam. Terus terang kami merasa juga terlecehkan, karena kami lihat kalau pengacara saja diperlakukan seperti ini, maka berbahaya untuk pengacara-pengacara yang lain. Dan juga apalagi masyarakat yang mungkin nggak paham hukum kalau diperlakukan seperti itu," kata dia.

Refa menjelaskan, KPK seharusnya melakukan pemanggilan yang kali kedua jika pemanggilan pertama tak dipenuhi yang bersangkutan. Langkah penangkapan yang dilakukan KPK tadi malam itu menurutnya tak normal.

"Mestinya normal-normal saja, kalau sekali dipanggil memang nggak bisa hadir, lalu dipanggil untuk kedua kalinya. Kalau kedua nggak bisa hadir, baru di jemput paksa. Ini kan nggak," terangnya. ‎

Ia pun mengaku, penangkapan tersebut diluar perkiraan pihak kuasa hukum. Padahal waktu terakhir pemanggilan yang pertama belum habis. "Karena disuruh datang tangal 12 sampai jam 00.00 WIB. Ini ternyata nggak, karena jam 10 sudah dijemput paksa," tandasnya.[]


Editor. Suriaman Panjaitan

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Elektabilitas Jokowi Dibawah 50 Persen, Politisi PDIP Sentil Lembaga Survei Median

Sabtu, 21 April 2018 11:01 WIB

Hasil Survei yang dilakukan oleh Median menunjukkan elektabiltas Incumbent Presiden Joko Widodo masih di bawah 50 persen


Ini Prediksi Amien Rais Bila Prabowo dan Jokowi 'Head To Head'

Sabtu, 21 April 2018 10:58 WIB

Amien Rais memprediksi Ketua Umum Gerindra akan menang di Pilpres 2019.


Bankir Prediksi Suku Bunga Acuan BI Akan Naik 25bps di Desember 2018, Ini Alasannya

Sabtu, 21 April 2018 10:57 WIB

Enrico prediksi suku bunga acuan BI 7 days repo rate di 4,25% akan alami kenaikan 25bps pada akhir Desember 2018


BI: PR Besar Perekonomian NTB, Harus Kembangkan Sektor Pertanian dan Pariwisata

Sabtu, 21 April 2018 10:41 WIB

BI perwakilan NTB melihat bahwa sektor pariwisata dipastikan akan menjadi motor baru ekonomi NTB



Anggaran Double Track Kereta Api Palembang Capai Triliun Rupiah

Sabtu, 21 April 2018 10:34 WIB

Pembangunan double track Kereta Api di Palembang untuk meningkatkan produktifitas angkutan batu bara


Preview: WBA dan Liverpool Bertekad Jaga Momentum

Sabtu, 21 April 2018 10:32 WIB

Liverpool ingin menjaga momentum ketika menyambangi markas WBA.


Trump Protes Harga Minyak Melambung Tinggi

Sabtu, 21 April 2018 10:31 WIB

Harga minyak AS turun hampir 1,2 persen ke level 67,50 dolar AS per barel.


Peringati Hari Kartini, Wanita Korban Kekerasan Gelar Lomba Mengaji

Sabtu, 21 April 2018 10:30 WIB

Memanfaatkan momentum Hari Kartini untuk mengingat semangat juang kaum wanita.


Imbal Hasil Obligasi Dongkrak Dolar AS

Sabtu, 21 April 2018 10:16 WIB

Imbal hasil pada surat utang negara AS dua tahun mencapai 2,457 persen.


Perempuan Minang, Berjuang Melawan Ketidakadilan

Sabtu, 21 April 2018 10:10 WIB

Perempuan Minangkabau pada masa lalu bergerak dan berjuang mengubah diri untuk berkemajuan dengan berbagai cara melawan ketidakadilan


Tedjo Eddy Ingatkan Dampak Buruh China di Indonesia

Sabtu, 21 April 2018 09:43 WIB

TKA asal China banyak yang membawa narkoba masuk ke Indonesia


KRAS Pelajari Program CSR Semen Padang

Sabtu, 21 April 2018 09:41 WIB

KRAS berkunjung ke Semen Padang untuk mempelajari penerapan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan dengan standar ISO 26000 SR.


Reaksi Ferguson dan Klopp soal Pengunduran Diri Wenger

Sabtu, 21 April 2018 09:32 WIB

Ferguson dan Klopp berbicara soal keputusan Wenger untuk mengundurkan diri.


Suku Bunga Acuan yang Dipertahankan Berdampak Positif ke Pertumbuhan Ekonomi

Sabtu, 21 April 2018 09:25 WIB

BI pertahankan suku bunga acuan demi menjaga pertumbuhan ekonomi ekonomi Indonesia, pun tantangan ekonomi global semakin kuat.