News / Hukum / Berita

Fredrich: KPK Ingin Habisi Profesi Advokat

akurat logo
Yudi Permana
Sabtu, 13 Januari 2018 12:58 WIB
Share
 
Fredrich: KPK Ingin Habisi Profesi Advokat
Pengacara Setya Novanto, Friedrich Yunadi ditetapkan sebagai Tersangka KPK pada Sabtu (13/1) pagi. AKURAT.CO/ Yudi Permana

AKURAT.CO, Pengacara Fredrich Yunadi mengaku bahwa profesinya sebagai advokat telah dibumihanguskan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang menjerat Setya Novanto. Tak hanya itu, menurut dia, lembaga anti rasuah itu menginginkan untuk menghabisi profesi advokat. ‎

"Sekarang saya dibumihanguskan ya. Ini adalah suatu pekerjaan, yang diperkirakan ingin menghabiskan profesi advokat," kata Fredrich usai menjalani pemeriksaan selama 11 jam, mulai pukul 00.10 WIB hingga pukul 10.52 WIB, di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (13/1).

Ketika disinggung, siapa yang telah membumihanguskan, ia menjawab bahwa tidak ada lain selain lembaga pemberantas korupsi. " Ya jelas KPK dong, siapa lagi sekarang, iya kan?," katanya sambil menanyakan. ‎‎

Ia pun mengaku tidak melakukan perbuatan yang dapat merintangi proses penyidikan (Obstruction of Justice). Bahkan mantan kuasa hukum Setya Novanto itu meminta KPK untuk membuktikan dugaan kasus yang menghalang-halangi penyidikan kasus korupsi proyek e-KTP yang menjerat Setya Novanto. ‎

"Sama sekali tidak ada, buktikan. Itu permainan kan, dan itu sesuatu hal rangkaian yang namanya skenario karena ingin membumihanguskan," ujarnya.

Tak hanya itu juga, ia membantah kalau telah membooking salah satu lantai di Rumah Sakit (RS) Medika Permata Hijau. ‎‎"Nggak ada lah, bohong semua," jelasnya.

Selain itu juga, dalam penggeledahan yang dilakukan di kantor advokat miliknya pada Kamis kemarin, salah satu stafnya telah mendapat ancaman dari KPK terkait pasal yang menghalang-halangi dan menghambat proses penyidikan.

"Anak buah saya mengirim foto bahwa ada orang KPK melakukan penggeledahan. Anak buah saya cewek dapat ancaman, katanya apa, kamu menghambat penyidikan, kamu bisa saya jerat dengan pasal 21," tegasnya. ‎‎

Diketahui, Fredrich ditangkap setelah tidak memenuhi panggilan penyidik KPK pada Jumat (12/1) kemarin. Rencananya, pemilik kantor hukum Yunadi & Associated itu akan diperiksa sebagai tersangka dalam kasus merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP.

Saat tiba di gedung KPK, Fredrich menolak berkomentar mengenai penangkapan dirinya. Mengenakan kaos warna hitam dengan celana jins, Fredrich memilih langsung masuk ke markas Agus Rahardjo Cs.

Sebelumnya, Fredrich dan dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama, yakni merintangi penyidikan.

Mereka diduga memanipulasi data medis mantan Ketua DPR itu agar bisa dirawat untuk menghindari pemeriksaan KPK pada pertengahan November 2017 lalu. Selain itu Fredrich ditenggarai telah mengondisikan RS Medika Permata Hijau sebelum Novanto mengalami kecelakaan. []


Editor. Ainurrahman

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Polisi Batalkan Transaksi Narkoba Jenis Sabu di Sumenep

Minggu, 21 Januari 2018 03:32 WIB

Barang bukti berupa sabu-sabu yang disita dari tersangka tersebut sekitar 0,25 gram.


BPBD Lebak Imbau Masyarakat Waspada Angin Kencang

Minggu, 21 Januari 2018 03:05 WIB

BPBD mengimbau masyarakat mewaspadai angin kencang setelah sepekan terakhir ini sejumlah rumah rusak.


Prihatin, Pelajar SMP Pesta Minuman Keras di Kalteng

Minggu, 21 Januari 2018 02:28 WIB

Polsek Baamang mengamankan sembilan pelajar di sebuah rumah di Jalan Wengga Metropolitan III, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang.


Zulhas Klaim 8 Fraksi DPR Setuju Miras Dijual di Warung-warung

Minggu, 21 Januari 2018 02:02 WIB

Sekarang ini sudah ada delapan partai politik di DPR RI yang menyetujui minuman keras dijual di warung-warung.


PDIP Utamakan Sihar Sitorus, Djarot Tak Diikutikan dalam Sekolah Kepemimpinan

Minggu, 21 Januari 2018 01:31 WIB

PDIP bakal ikutkan Sihar Sitorus dalam sekolah kepemimpinan.


KPU Nyatakan Berkas Pendaftaran Khofifah dan Emil Lengkap

Minggu, 21 Januari 2018 01:05 WIB

Hari ini tim 'liaison officer' (penghubung) untuk pasangan Khofifah-Emil sudah mengumpulkan semua berkas pendaftaran.


Tepis Ujaran Zulhas Soal LGBT, PPP: Jangan Jadi Pencitraan Politik

Minggu, 21 Januari 2018 00:32 WIB

Mari isu LGBT jangan hanya jadi jualan atau pencitraan politik saja.


Anti Klimaks, Arsenal Tak Bisa Tambah Angka di Babak Kedua

Minggu, 21 Januari 2018 00:12 WIB

Dengan hasil ini, Arsenal telah mengoleksi 39 poin dari 23 laga.


Jokowi Pamer Motor Barunya di Twitter

Minggu, 21 Januari 2018 00:04 WIB

Membeli motor tersebut salah satu upaya dalam mendukung inovasi dan kreatifitas pemuda dan industri di Indonesia.



Firman Soebagyo Sebut Ujaran Ketua MPR Berpotensi Bikin Gaduh

Sabtu, 20 Januari 2018 23:18 WIB

Kami sampaikan kepada publik bahwa DPR RI belum ada rencana pembahas RUU LGBT.


BABAK I: Arsenal Belum Selesai, 4 Gol di Babak Pertama Hanyalah Pembuka

Sabtu, 20 Januari 2018 23:11 WIB

Monreal membuka keunggulan Arsenal dengan tandukannya di menit keenam sebelum empat menit berselang Iwobi menggandakan keunggulan.



BABAK I: Turunkan Skuat Terbaik, Manchester United Tak Bisa Berkutik

Sabtu, 20 Januari 2018 22:57 WIB

Pogba yang mendampingi Matic dan Mata di lini tengah, memang tampak memiliki peran besar di laga ini.


Klaim 5 Fraksi DPR Dukung LGBT, Ketua MPR Bungkam Bocorkan

Sabtu, 20 Januari 2018 22:52 WIB

Sudah ada lima partai politik menyetujui LGBT.