News / Hukum / Berita

Bantah Jemput Paksa Freederich, KPK: Yang Dilakukan Adalah Penangkapan

akurat logo
Yudi Permana
Sabtu, 13 Januari 2018 10:06 WIB
Share
 
Bantah Jemput Paksa Freederich, KPK: Yang Dilakukan Adalah Penangkapan
Fredrich Yunadi Digiring ke KPK untuk Diperiksa.. AKURAT.CO/Yudi Permana.

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tidak melakukan penjemputan paksa terhadap pengacara Fredrich Yunadi yang dilakukan pada Jumat (12/1) malam di sebuah lokasi, di daerah Jakarta Selatan. Tim KPK hanya melakukan penangkapan terhadap tersangka merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang menjerat Setya Novanto.

"Yang dilakukan adalah penangkapan, kami tidak melakukan jemput paksa. Kita sudah membawa surat perintah penangkapan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di gedung merah putih, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1) dini hari. ‎

Lebih lanjut dikatakannya, ketika penangkapan itu dilakukan, artinya tim sudah meyakini bahwa yang bersangkutan (Fredrich) diduga keras melakukan tindak pidana, yaitu dugaan Obstruction of Justice (merintangi penyidikan) atau menghalang-halangi dalam kasus korupsi proyek e-KTP yang menjerat Setya Novanto.

"Penangkapan ini perlu sekali dilakukan agar pemeriksaan bisa berjalan lebih efektif," tegasnya. ‎

Sementara itu terkait penahanan terhadap Fredrich, hal itu berdasarkan kesimpulan penyidik dalam mempertimbangkan alasan objektif dan subjektif.

"Nanti akan dipertimbangkan alasan objektif dan subjektif untuk dilakukan penahanan lebih lanjut," ujarnya. ‎

Dalam penangkapan tersebut, kata dia, tim KPK tidak mengalami kesulitan dan perlawanan dari pihak Fredrich. Karena pihak lembaga anti rasuah itu menurunkan 10 tim untuk menangkap mantan kuasa hukum Novanto.

"Penangkapan berjalan dengan baik, dan yang kami lakukan adalah membagi tim di beberapa lokasi, jadi tidak ada perlawanan. Kami sudah berhasil membawa sampai ke kantor KPK," tuturnya.

Sementara itu terkait penahanan terhadap Fredrich, menurut Febri, pihaknya belum bisa memutuskannya, karena itu kewenangan penyidik. Saat ini, lanjut dia, tersangka Fredrich masih dilakukan pemeriksaan selama 1x24 jam.

"Kita proses dulu ya, dan melakukan pemeriksaan, karena banyak hal yang perlu diklarifikasi pada tersangka, setelah itu baru kita putuskan," jelasnya.

Ia melanjutkan, penyidik mempunyai waktu maksimal selama 24 jam untuk memutuskan ditahan atau tidaknya.

"Jadi nanti kalau sudah ditentukan proses lebih lanjut seperti penahanan, tentu akan kami infokan lebih lanjut. Itu salah satu opsi yang akan kita pertimbangkan nantinya, karena memang sesuai hukum hal itu dimungkinkan," tandasnya.

Seperti diketahui, ‎Fredrich ditangkap kemarin malam di sebuah lokasi, di Jakarta Selatan, tepatnya di RS Medistra. Dia ditangkap tim KPK setelah tidak memenuhi panggilan penyidik. Rencananya Fredrich akan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan dalam dugaan korupsi proyek e-KTP.

‎Saat tiba di gedung KPK, Fredrich menolak berkomentar mengenai penangkapan dirinya. Mengenakan kaos warna hitam dengan celana jins, Fredrich memilih langsung masuk ke gedung lembaga yang dikomandoi Agus Rahardjo Cs.

‎Sebelumnya diketahui, Fredrich dan dokter Rumah Sakit (RS) Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP yang menjerat Setya Novanto.

‎Mereka diduga memanipulasi data medis mantan Ketua DPR itu agar bisa dirawat untuk menghindari pemeriksaan KPK pada pertengahan November 2017 lalu. Selain itu Fredrich ditenggarai telah mengondisikan pihak RS Medika Permata Hijau sebelum Novanto mengalami kecelakaan didekat kediaman Surya Paloh. []‎


Editor. Melly Kartika Adelia

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Ingin Melihat Gerhana Bulan Total di Planetarium Jakarta? Begini Caranya!

Senin, 22 Januari 2018 14:59 WIB

Kegiatan seru ini tak dipungut biaya.


10 Oknum ASN Dinas Pendidikan Jeneponto Sulsel Terjaring OTT

Senin, 22 Januari 2018 14:57 WIB

Operasi tangkap tangan itu dipimpin Kepala Seksi Intelijen Kejari Jeneponto, Muhammad Nasran dan Kasi Pidum Budi Utama


Demi Profesionalisme, Airlangga Masukkan Figur Non Kader di Kepengurusan Golkar

Senin, 22 Januari 2018 14:54 WIB

"Untuk meningkatkan profesionalisme partai itu sendiri, sehingga kita konsenentrasi pada masing-masing bidang."


Arsenal Ditinggal Empat Pemain Bintang, Wenger Geleng-geleng

Senin, 22 Januari 2018 14:53 WIB

Wenger sudah melepas 4 pemain bintang musim ini


Pemkab Bogor Didesak Agar Berhentikan ASN yang Ikut Pilkada

Senin, 22 Januari 2018 14:52 WIB

Apalagi setelah wajah ketiganya terpampang pada baliho maupun spanduk pencalonan diri dan ikut penjaringan sama yaitu Partai Demokrat.


Warga Kota Cirebon Digegerkan dengan Penemuan Bayi Berusia Tiga Jam

Senin, 22 Januari 2018 14:45 WIB

Pas keluar ke depan rumah, warga saya kebetulan sudah nenek-nenek melihat tempat sampah dalam keadaan terkunci gembok.


Ini Bukti Ayu Ting Ting Akan Segera Menikah

Senin, 22 Januari 2018 14:44 WIB

Hari ini, Ayu melakukan fitting baju pengantin.


Catat! Ini Jadwal Sidang Praperadilan Fredrich Yunadi vs KPK

Senin, 22 Januari 2018 14:43 WIB

Hakim Ratmoko yang akan meminpin sidang ini.


Besok, Museum Bahari Dibuka Kembali

Senin, 22 Januari 2018 14:42 WIB

Museum Bahari akan dibuka kembali mulai hari Selasa (23/1). Mulai dari pukul 09.00 WIB


Lodewijk Jadi Sekjen Golkar, Pengamat: Yang Penting Sejalan dengan Visi-Misi Ketum

Senin, 22 Januari 2018 14:40 WIB

Menurut Pengamat Politik Boni Hargens, sosok Lodewijk tepat mengisi jabatan Sekjen yang ditinggalkan Idrus Marham


Bantai Deportivo, Bale Yakin Madrid Sudah ke Trek Semestinya

Senin, 22 Januari 2018 14:37 WIB

Bale mencetak dua gol ke gawang Super Depor


Dipecat Novanto, Yorrys dan Dolly Masuk Struktur Golkar

Senin, 22 Januari 2018 14:33 WIB

Airlangga Hartarto memasukkan Yorrys Raweyai dan Ahmad Dolly Kurnia dalam struktur pengurus Golkar yang baru.


LG Umumkan Paten Smartphone Lipat Setelah Apple, Samsung dan ZTE

Senin, 22 Januari 2018 14:31 WIB

Paten LG menjelaskan dua konsep smartphone lipat dengan layar fleksibel.


Ada yang Janggal di Lengan, Ayu Ting Ting Sakit?

Senin, 22 Januari 2018 14:30 WIB

Terlihat seperti ada benjolan dan bekas luka di lipatan lengan Ayu Ting Ting, sakit?


Saksi: Agar Lebih Murah, Novanto Sempat Nego Material KTP dari Cina

Senin, 22 Januari 2018 14:29 WIB

Menurut Charles, Novanto kala itu sedang membandingkan harga chip untuk mencari yang harga yang paling murah.