News / Hukum / Berita

KPK Pertimbangkan Pengajuan JC dari Terdakwa Novanto

akurat logo
Dedi Ermansyah
Sabtu, 13 Januari 2018 05:42 WIB
Share
 
KPK Pertimbangkan Pengajuan JC dari Terdakwa Novanto
Sidang Perdana Setya Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (13/12) . AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mempertimbangkan pengajuan "Justice Collaborator" (JC) dari terdakwa perkara KTP-elektronik (KTP-e) Setya Novanto.

JC sendiri merupakan pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum ke KPK.

"Masih dalam proses pertimbangan karena mengabulkan atau tidak posisi JC tidak bisa dilakukan secara cepat. Butuh pertimbangan yang cukup panjang," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Jumat.

Selain itu, kata dia, KPK pun akan melihat juga konsistensinya Setya Novanto dalam persidangan perkara KTP-e apakah yang bersangkutan cukup kooperatif dan mengakui perbuatannya.

"Kalau masih berbelit-belit dan tidak mengakui perbuatan tentu saja itu akan menjadi faktor tidak dikabulkannya JC karena itu kami butuh waktu. Kami lihat perkembangan proses penyidikan dan proses persidangan yang sedang berjalan ini sampai dengan tahap akhir nanti," tuturnya.

Menurut dia, posisi Novanto yang mengajukan JC akan sangat berkonsekuensi nantinya terhadap tuntutan, putusan, atau hal-hal setelah nantinya menjadi terpidana.

"Itu perlu kami pertimbangkan lebih lanjut. Terutama kami juga akan melihat siapa saja aktor lain yang akan dibuka oleh Setya Novanto terkait KTP-e atau kasus yang lain," ucap Febri.

Untuk diketahui, Novanto didakwa mendapat keuntungan 7,3 juta dolar AS dan jam tangan Richard Mille senilai 135 ribu dolar AS dari proyek KTP-e.

Novanto didakwa pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pasal tersebut mengatur tentang orang yang melanggar hukum, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya jabatan atau kedudukan sehingga dapat merugikan keuangan dan perekonomian negara dan memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.[]


Editor. Ridwansyah Rakhman

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Rianti Cartwright Tebar Kebahagiaan dan Hal Positif di Hari Kartini

Sabtu, 21 April 2018 16:27 WIB

Rianti selalu bangga setiap Hari Kartini tiba.


BI Nilai Perekonomian Nasional Tetap Solid

Sabtu, 21 April 2018 16:26 WIB

BI menilai perekonomian nasional masih tetap solid ditopang kondisi domestik dan eksternal yang masih baik.


Awas, Mandi Setiap Hari Bisa Menyebabkan Infeksi

Sabtu, 21 April 2018 16:26 WIB

Belakangan, ada ahli yang mengatakan jangan sering-sering mandi. Katanya, bisa menyebabkan infeksi. Benarkah?


Suplemen Makanan Ini Bikin Perempuan Subur

Sabtu, 21 April 2018 16:24 WIB

Nutrisi menjadi kunci utama ketika perempuan ingin hamil. Itu karena nutrisi bersentuhan langsung dengan kesuburan.


Tertangkap Kamera di Dalam KRL, Diding Boneng: Saya Sehari-hari Pakai Kendaraan Umum

Sabtu, 21 April 2018 16:18 WIB

Diding Boneng sempat kesal dengan foto dirinya yang beredar di dalam KRL, kenapa?


Prabowo Lebih Pilih Ketemu Musuh daripada ke Dokter Gigi

Sabtu, 21 April 2018 16:14 WIB

"Saya paling takut dengan Dokter Gigi."


Gerakan Nasional 1000 Startup Digelar di Pontianak

Sabtu, 21 April 2018 16:09 WIB

Banyak yang menyebut Gerakan Nasional untuk mencetak startup baru ini akan membawa Indonesia menjadi The Digital Energy of Asia.


Cerita Diding Boneng yang Ditinggal Istri dan Hidup Bersama Ibundanya

Sabtu, 21 April 2018 16:08 WIB

Diding Boneng sudah berpisah dengan istrinya sejak tahun 1997.


Elektabilitas Jokowi Tinggi, Gerindra Akui Elektabilitasnya di 'Tikung'

Sabtu, 21 April 2018 16:07 WIB

Jadi beda antara incumbent (Jokowi) dengan penantang (Prabowo).


Fadli Zon Ngaku Selalu Dimintai Kaos #2019GantiPresiden, Dibalas #2019BubarkanDPR

Sabtu, 21 April 2018 16:06 WIB

Tetapi ada yang tulis nyeleneh sendiri. Seperti ini wujudnya.


Jelang Ramadhan, Pasokan Listrik Jateng-DIY Dipastikan Aman

Sabtu, 21 April 2018 16:05 WIB

Sementara kapasitas total pembangkit terpasang di Jateng-DIY mencapai 6.295 MW.


Dirut Jasa Marga Paparkan Peranannya Dalam Bangun Bangsa di Kegiatan "PUPR Goes To Campus 2018"

Sabtu, 21 April 2018 16:04 WIB

Dalam rangka memperingati Hati Kartini, Kemen PUPR menginisiasi kegiatan "PUPR Goes To Campus 2018" di Universitas Mercu Buana


Ingin Usaha Tanpa Modal, Warung Pintar Solusinya!

Sabtu, 21 April 2018 16:04 WIB

Tidak punya modal, jangan takut. Kini ada Warung Pintar yang bisa membuat Anda punya usaha sendiri.


PKS Milad ke-20, Fahri Hamzah Malah Ungkapkan Kesedihan

Sabtu, 21 April 2018 16:02 WIB

PKS bergerak ke arah yang salah


Diding Boneng Anggap Teater Sebagai Tempat Ibadah

Sabtu, 21 April 2018 15:57 WIB

Diding mengajar teater tidak mematok harga kepada anak muridnya.