News / Politik / Berita

Wujudkan Golkar Bersih, Kader Bermasalah Harus Ditindak Tegas

akurat logo
Yudi Permana
Jumat, 12 Januari 2018 06:17 WIB
Share
 
Wujudkan Golkar Bersih, Kader Bermasalah Harus Ditindak Tegas
Koordinator Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk 'Beringin Diterpa Angin' di Jakarta, Sabtu (25/11). Diskusi tersebut membahas isu pergantian posisi Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) pasca ditahan oleh KPK terkait dengan kasus korupsi KTP elektronik.. AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, ‎Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG), Ahmad Doli Kurnia mengatakan bahwa partai golkar harus memberikan tindakan tegas terhadap kader yang tersangkut masalah hukum, terutama kasus tindak pidana korupsi. Tindakan tegas tersebut berupa penonaktifan sementara, baik sebagai pengurus, maupun sebagai Anggota DPR selama menjalani proses hukum. ‎

"Bagaimana nanti sikap golkar terhadap orang-orang yang memang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Menurut saya, kalau (kader) sudah ditetapkan sebagai tersangka, saya kira tidak ada pilihan lain, kita harus menyerahkan dengan ikhlas kader yang ditetapkan sebagai tersangka itu untuk mengikuti proses hukum," kata Doli Kurnia, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (11/1).

Sehingga, kata dia, agar golkar ini tidak lagi terkontaminasi seperti kasus yang kemarin menjerat Setya Novanto. Kemudian, lanjut Doli, kader yang terlibat masalah hukum seperti dugaan korupsi, itu akan diproses didalam partainya dalam hal ini golkar.

"Apakah dinonaktifkan dulu. Terus kemudian nanti sampai pada pemberhentian sebagai anggota (kader partai dan DPR) yang kita sesuaikan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART). Dan mekanisme yang kita tetapkan nanti didalam kepengurusan yang baru itu," ucapnya. ‎

Diketahui, beberapa A‎nggota DPR dari fraksi golkar yang tersangkut masalah kasus korupsi dan sudah menjadi tersangka, bahkan terdakwa, seperti Markus Nari, dan Zulfadhli yang perkaranya kini di tingkat Kasasi di Mahkamah Agung (MA).

Menurut Doli, keputusan untuk menonaktifkan dan memberhentikan anggota DPR yang menjadi tersangka dugaan korupsi, akan diputuskan setelah susunan pengurus golkar yang baru telah terbentuk. ‎

"Nanti kan mekanisme atau sikap secara institusi menanggapi kader-kader yang terlibat indikasi kasus korupsi atau sudah ditetapkan sebagai tersangka, itu akan lebih detail lagi nanti dibahas didalam kepengurusan yang baru," tuturnya.

Namun keputusan tersebut harus sesuai dengan AD ART yang ada di partai golkar. Jangan sampai anggota DPR tersebut tidak di nonaktifan atau diberhentikan dari keanggotan di lembaga legislatif. ‎

"Yang jelas tidak boleh keluar dari AD ART, dan juga kemudian tidak keluar dari azas-azas penegakkan hukum," jelasnya. ‎

Jadi kalau sudah menjadi tersangka, ya saya kira bisa di nonaktifkan sebagai pengurus, yang kemudian di nonaktifkan sebagai anggota DPR, sampai kepada pemecatan," tambah dia. ‎

Akan tetapi aturan tersebut harus diatur dalam rangka mewujudkan golkar bersih, berupa peraturan organisasi partai secara lebih komprehensif. "‎Itu mekanisme yang harus diatur, karena yang sekarang belum ada (peraturannya)," sambungnya. ‎

"Kan baru AD ART, nanti kemudian golkar bersih itu harus diterjemahkan lagi secara detail didalam bentuk-bentuk peraturan organisasi," tegasnya. []‎


Editor. Gema Trisna Yudha

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Sudrajat-Ahmad Syaikhu Gulirkan Asyikpreneur, Apa Itu?

Kamis, 26 April 2018 20:30 WIB

Asyikpreneur guna berdayakan perekonomian di Jawa Barat


Kadin Minta Masyarakat Tidak Ributkan Perpres TKA

Kamis, 26 April 2018 20:29 WIB

Anton: Tujuan utama dari dibuatnya Perpres Nomor 20 Tahun 2018 tersebut lantaran ingin membuka peluang kerja di dalam negeri.


Polisi Tangkap Dua Pelaku Bentrokan Suporter di Liverpool

Kamis, 26 April 2018 20:25 WIB

Pihak kepolisian pun sudah menangkap dua orang yang diduga jadi biang rusuh keributan.


Siapkan Pengamanan IMF 2018, Kodam Gelar Latihan Tactical Floor Game

Kamis, 26 April 2018 20:25 WIB

Pelatihan ini digelar agar perhelatan skala internasional tersebut berjalan lancar


Jelang Ramadhan, Pemko Pekanbaru Ingin Pemilik Usaha Taat Aturan

Kamis, 26 April 2018 20:20 WIB

Pemko Pekanbanru berharap tidak ada lagi pelaku usaha yang membandel


Ribuan Keran Air Wudhu Disiapkan Saat Jokowi Datang ke Acara Ini

Kamis, 26 April 2018 20:19 WIB

Bus-bus akan disiapkan. Polda akan bantu semaksimal mungkin.


Sarman Simanjorang Ditunjuk Jadi Komisaris Utama PT Delta

Kamis, 26 April 2018 20:15 WIB

Penunjukan Sarman sebagai Komisaris Utama PT Delta Djakarta disepakati dalam RUPSyang digelar Rabu (25/4)



Penghina Nabi Muhammad Tidak Gila, Polisi: Ini Bisa Bawa Mobil Sambil Selfie

Kamis, 26 April 2018 20:07 WIB

Penangkapan terhadap Rendra atas laporan masyarakat dan GP Ansor Sidoarjo.


Menteri Basuki Tinjau Proyek Tol Cisumdawu

Kamis, 26 April 2018 20:06 WIB

Proyek pembangunan Tol Cisumdawu salah satu dari Proyek Strategis Nasional (PSN) pemerintah yang terus digenjot untuk mencapai target


PDIP: Program Rumah Dp 0 Rupiah Membebani Gubernur Selanjutnya

Kamis, 26 April 2018 20:05 WIB

Jika cicilan rumah sampai 20 tahun kemudian terjadi kredit macet, siapa yang bertanggung jawab



KPK Diminta Usut Keterlibatan Bupati Tapanuli Tengah Terkait Suap Akil Mochtar

Kamis, 26 April 2018 19:55 WIB

Bakhtiar pihak yang bertemu dan bernegosiasi dengan Akil Mochtar untuk memenangkan sengketa Pilkada Tapteng di MK pada 2011


F1 Jajaki Vietnam Gelar Balapan Pasca 2020

Kamis, 26 April 2018 19:48 WIB

"Kami sedang bekerja dengan Pemerintah Hanoi untuk mencapai kesepakatan final," kata Sean Bratches.


KPU: Hak Pemilih Muda Harus Dilindungi

Kamis, 26 April 2018 19:45 WIB

"Jangan sampai hak pemilih pemula diperkosa berita-berita kebencian dan diajak menjadi pemilih yang tidak rasional," ujar Ketua KPU Jabar