News / Hukum / Berita

Kalah dari MK, Begini Curhat Yusril

akurat logo
Deni Muhtarudin
Kamis, 11 Januari 2018 15:35 WIB
Share
 
Kalah dari MK, Begini Curhat Yusril
Yusril Ihza Mahendra - Pakar Hukum Tata Negara. AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Mahkamah Konstitusi (MK) menolak uji materi pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu). Pasal tersebut mengatur ambang batas pencalonan Presiden dan Wakil Presiden atau presidential threshold.

Uji materi undang-undnag ini terdaftar dengan tiga nomor yakni Perkara 44/PUU-XV/2017 yang diajukan oleh perseorangan yakni Habiburakhman, Perkara 53/PUU-XV/2017 yang diajukan oleh Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama dan Perkara 59/PUU-XV/2017 oleh Effendi Ghazali.

Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan, apapun bentuk kekecewaan dari para pihak yang kontra dengan putusan MK tersebut, tetap saja putusan itu sudah bersifat final dan mengikat.

"Ruang berdebat mengenai presidential threshold kini berpindah menjadi wacana akademis saja. Secara hukum, masalah itu sudah selesai dan final," ungkapnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (11/1).

Yusril mengatakan, para pihak tersebut ataupun dirinya pribadi sudah biasa mengalami kekalahan berhadapan dengan pemegang otoritas.

"Pikiran dan pendapat saya tidak selalu sama dengan pendapat orang lain. Hal itu saya anggap wajar saja," kata dia.

Kendati demikian, Yusril menegaskan, sebuah idealisme tetap harus ada dan terus diperjuangkan.

"Walaupun suatu ketika idealisme tersebut bisa kalah ataupun dikalahkan, namun kehidupan manusia dan peradaban akan terus berlanjut," katanya.

Seperti diketahui, MK tetap berpendirian bahwa soal ambang batas itu adalah kewenangan pembentuk Undang-undang yakni Presiden dan DPR. Ambang batas, menurut MK tidak bertentangan dengan UUD 1945.

Walau Pemilu mulai tahun 2019 dilaksanakan serentak, MK berpendapat hasil Pemilu DPR 5 tahun sebelumnya tetap valid dan bisa dijadikan patokan ambang batas pencalonan Presiden dan Wakil Presiden lima tahun ke depan.

Berarti, Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden mendatang hanya partai atau gabungan partai yang dalam pemilu DPR 5 tahun sebelumnya yang dapat mencalonkan pasangan Presiden dan Wakil Presiden dengan jumlah kursi DPR minimum 20 persen atau perolehan suara sah secara nasional minimal 25 persen. Yang tidak memenuhi ambang batas itu tidak boleh mencalonkan pasangan Presiden dan Wakil Presiden.[]


Editor. Suriaman Panjaitan

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Ingin Melihat Gerhana Bulan Total di Planetarium Jakarta? Begini Caranya!

Senin, 22 Januari 2018 14:59 WIB

Kegiatan seru ini tak dipungut biaya.


10 Oknum ASN Dinas Pendidikan Jeneponto Sulsel Terjaring OTT

Senin, 22 Januari 2018 14:57 WIB

Operasi tangkap tangan itu dipimpin Kepala Seksi Intelijen Kejari Jeneponto, Muhammad Nasran dan Kasi Pidum Budi Utama


Demi Profesionalisme, Airlangga Masukkan Figur Non Kader di Kepengurusan Golkar

Senin, 22 Januari 2018 14:54 WIB

"Untuk meningkatkan profesionalisme partai itu sendiri, sehingga kita konsenentrasi pada masing-masing bidang."


Arsenal Ditinggal Empat Pemain Bintang, Wenger Geleng-geleng

Senin, 22 Januari 2018 14:53 WIB

Wenger sudah melepas 4 pemain bintang musim ini


Pemkab Bogor Didesak Agar Berhentikan ASN yang Ikut Pilkada

Senin, 22 Januari 2018 14:52 WIB

Apalagi setelah wajah ketiganya terpampang pada baliho maupun spanduk pencalonan diri dan ikut penjaringan sama yaitu Partai Demokrat.


Warga Kota Cirebon Digegerkan dengan Penemuan Bayi Berusia Tiga Jam

Senin, 22 Januari 2018 14:45 WIB

Pas keluar ke depan rumah, warga saya kebetulan sudah nenek-nenek melihat tempat sampah dalam keadaan terkunci gembok.


Ini Bukti Ayu Ting Ting Akan Segera Menikah

Senin, 22 Januari 2018 14:44 WIB

Hari ini, Ayu melakukan fitting baju pengantin.


Catat! Ini Jadwal Sidang Praperadilan Fredrich Yunadi vs KPK

Senin, 22 Januari 2018 14:43 WIB

Hakim Ratmoko yang akan meminpin sidang ini.


Besok, Museum Bahari Dibuka Kembali

Senin, 22 Januari 2018 14:42 WIB

Museum Bahari akan dibuka kembali mulai hari Selasa (23/1). Mulai dari pukul 09.00 WIB


Lodewijk Jadi Sekjen Golkar, Pengamat: Yang Penting Sejalan dengan Visi-Misi Ketum

Senin, 22 Januari 2018 14:40 WIB

Menurut Pengamat Politik Boni Hargens, sosok Lodewijk tepat mengisi jabatan Sekjen yang ditinggalkan Idrus Marham


Bantai Deportivo, Bale Yakin Madrid Sudah ke Trek Semestinya

Senin, 22 Januari 2018 14:37 WIB

Bale mencetak dua gol ke gawang Super Depor


Dipecat Novanto, Yorrys dan Dolly Masuk Struktur Golkar

Senin, 22 Januari 2018 14:33 WIB

Airlangga Hartarto memasukkan Yorrys Raweyai dan Ahmad Dolly Kurnia dalam struktur pengurus Golkar yang baru.


LG Umumkan Paten Smartphone Lipat Setelah Apple, Samsung dan ZTE

Senin, 22 Januari 2018 14:31 WIB

Paten LG menjelaskan dua konsep smartphone lipat dengan layar fleksibel.


Ada yang Janggal di Lengan, Ayu Ting Ting Sakit?

Senin, 22 Januari 2018 14:30 WIB

Terlihat seperti ada benjolan dan bekas luka di lipatan lengan Ayu Ting Ting, sakit?


Saksi: Agar Lebih Murah, Novanto Sempat Nego Material KTP dari Cina

Senin, 22 Januari 2018 14:29 WIB

Menurut Charles, Novanto kala itu sedang membandingkan harga chip untuk mencari yang harga yang paling murah.