News / Politik / Berita
Polemik Palestina

Rekaman Bocor, Ternyata Media Mesir Diarahkan Intelijen untuk Bentuk Opini Publik

akurat logo
Safaraz
Kamis, 11 Januari 2018 06:46 WIB
Share
 
Rekaman Bocor, Ternyata Media Mesir Diarahkan Intelijen untuk Bentuk Opini Publik
Bocah Palestina membawa gambar kekejaman tentara Israel saat memprotes pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, di Doha, Qatar, Sabtu (16/12).. REUTERS

AKURAT.CO, Biasanya badan intelijen suatu negara bertugas menyediakan informasi penting untuk membantu para komandan militer dalam medan perang. Meski demikian, badan intelijen militer Mesir, Mukhabarat Askariya, justru memiliki sejumlah prioritas berbeda.

Dalam rekaman telepon yang bocor, terdengar pejabat menengah intelijen militer Kapten Ashraf el-Kholi sedang memerintahkan sejumlah pembawa acara talk show dan tokoh-tokoh televisi tentang apa yang harus mereka katakan terkait keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tentang Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Biarkan para penonton tahu bahwa berbagai konsesi harus dibuat. Jika kita mencapai kesepakatan di mana Yerusalem ibu kota Israel, dan Ramallah ialah ibu kota Palestina, maka seperti itu,” perintah Kapten Ashraf dalam rekaman tersebut, dikutip Al Jazeera, Kamis (11/1).

Dalam rekaman kedua, palten Ashraf mengatakan pada seorang pembawa acara talk show yang terkenal bahwa dia harus mengatakan pada para penonton tentang mantan perdana menteri (PM) dan calon presiden Ahmed Shafik.

“Jangan menyerang dia sekarang, tapi jika dia (Shafik) tidak mengikuti perintah kita, lalu kita akan mengutuk nenek moyangnya,” ujar Kapten Ashraf.

Selain mendukung pendudukan ilegal Israel di Yerusalem dan upaya mempengaruhi pemilu, rekaman ini memberi gambaran tentang pemegang kekuasaan saat ini di Mesir.

Fakta bahwa perwira menengah ditugaskan mengatur para tokoh televisi tentang apa yang harus dikatakan dan bagaimana mengatakannya, menunjukkan bagaimana ketatnya rezim militer Mesir mengontrol media.

Bagi Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, tampaknya tidak cukup hanya mendukung kebijakannya atau mengabaikan kejahatannya, para tokoh publik harus mendukung propaganda pemerintahannya.

Bahasa yang digunakan Kapten Ashraf saat memerintahkan para tokoh dan pembawa acara televisi itu menunjukkan kondisi itu.[]


Editor. Ridwansyah Rakhman

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

PDIP: Program Rumah Dp 0 Rupiah Membebani Gubernur Selanjutnya

Kamis, 26 April 2018 20:05 WIB

Jika cicilan rumah sampai 20 tahun kemudian terjadi kredit macet, siapa yang bertanggung jawab



KPK Diminta Usut Keterlibatan Bupati Tapanuli Tengah Terkait Suap Akil Mochtar

Kamis, 26 April 2018 19:55 WIB

Bakhtiar pihak yang bertemu dan bernegosiasi dengan Akil Mochtar untuk memenangkan sengketa Pilkada Tapteng di MK pada 2011


F1 Jajaki Vietnam Gelar Balapan Pasca 2020

Kamis, 26 April 2018 19:48 WIB

"Kami sedang bekerja dengan Pemerintah Hanoi untuk mencapai kesepakatan final," kata Sean Bratches.


KPU: Hak Pemilih Muda Harus Dilindungi

Kamis, 26 April 2018 19:45 WIB

"Jangan sampai hak pemilih pemula diperkosa berita-berita kebencian dan diajak menjadi pemilih yang tidak rasional," ujar Ketua KPU Jabar


Bamsoet Minta Pemerintah Soroti Jembatan di Jalur Pantura Jelang Mudik

Kamis, 26 April 2018 19:42 WIB

Bambang Soesatyo tegaskan, segera lakukan perbaikan atas kerusakan yang ada guna memperlancar arus lalu lintas dan meminimalkan kecelakaan


PGN Tebar Dividen Rp766,27 Miliar

Kamis, 26 April 2018 19:39 WIB

Sisa dividen yang dibagikan akan dicatat sebagai saldo laba untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan bisnis PGN.


Sinergi BUMN Penuhi Kebutuhan Pupuk Nasional

Kamis, 26 April 2018 19:35 WIB

Dengan sinergi pengadaan pupuk akan terjadi efisiensi biaya pengadaan pupuk anak perusahaan.


Hebat, Kodim Depok Buka Kursus Bahasa Inggris Gratis

Kamis, 26 April 2018 19:35 WIB

Kursus ini dilakukan untuk membekali sumber daya manusia Indonesia ke depannya


PDIP: Pertemuan Jokowi-PKS Tidak Berpengaruh Terhadap Gerindra

Kamis, 26 April 2018 19:30 WIB

"Temen-temen PKS juga enggak bodoh-bodoh amatlah masa bisa dipecah toh," ujar Eva K Sundari


Girls, Kamu Dapat Tips Make Up dari Amanda Rawles

Kamis, 26 April 2018 19:27 WIB

Mau cantik seperti Amanda Rawles? Ikuti tips ini.


PGN Rombak Direksi Dalam RUPST, Berikut Susunan Terbarunya

Kamis, 26 April 2018 19:25 WIB

Jobi Triananda: Dalam RUPS Tahunan PGN kali ini memutuskan perubahan pengurusan.


Polda Jawa Timur Tangkap Penghina Nabi Muhammad

Kamis, 26 April 2018 19:25 WIB

Rendra Hadi Kurniawan penghinda Nabi Muhammad ditangkap polisi di Trawas Mojokerto, Kamis (26/4) siang


Pegadaian Bantu Petani Kulonprogo Lepas dari Lintah Darat

Kamis, 26 April 2018 19:18 WIB

Posisi petani tidak punya daya tawar. Apabila saat panen di musim hujan, gabah tidak bisa kering dan akhirnya mudah menjamur.


Obati Kerinduan Pendukung, Relawan Ridwan Kamil Luncurkan Mobil Avatar

Kamis, 26 April 2018 19:15 WIB

Karena tidak bisa mendatangi semua kawasan Jawa Barat, Angutan Virtual merupakan jawabannya