Protes Tagihan Fasilitas, Arab Saudi Tangkap 11 Pangeran

akurat logo
Deni Muhtarudin
Minggu, 07 Januari 2018 07:54 WIB
Share
 
Protes Tagihan Fasilitas, Arab Saudi Tangkap 11 Pangeran
Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman. News Patrolling

AKURAT.CO, Pihak berwenang Arab Saudi telah menahan 11 pangeran setelah mereka berkumpul di sebuah istana kerajaan di Riyadh untuk memprotes langkah-langkah penghematan, yang termasuk penangguhan pembayaran tagihan fasilitas mereka.

Layanan komunikasi pemerintah, Pusat Komunikasi Internasional, mengatakan pihaknya sedang mengecek laporan tersebut.

Arab Saudi yang merupakan penghasil minyak terbesar dunia telah menerapkan reformasi yang mencakup pemotongan berbagai subsidi, penerapan pajak nilai tambahan (VAT) serta pemangkasan tunjangan bagi para anggota keluarga kerajaan.

Reformasi dijalankan sebagai upaya untuk menangani penurunan harga minyak mentah hingga kerajaan itu mengalami defisit anggaran yang diperkirakan mencapai 196 miliar riyal (sekitar Rp697,8 triliun) pada 2018.

Laman pemberitaan sabq.org mengatakan para pangeran itu berkumpul di sebuah istana kerajaan bersejarah, Qasr a-Hokm. Mereka menuntut agar kerajaan membatalkan keputusan yang menetapkan bahwa negara berhenti membayari tagihan air dan listrik para anggota keluarga kerajaan.

Mereka juga menuntut kompensasi atas putusan hukuman mati terhadap seorang sepupu mereka, lapor Sabq.org tanpa menyebutkan nama orang yang dimaksud.

"Mereka diberi tahu bahwa tuntutan-tuntutan mereka itu salah, tapi mereka menolak meninggalkan Qasr al-Hokm," kata Sabq, yang mengutip seorang sumber yang tidak disebutkan namanya.

"Perintah kerajaan dikeluarkan kepada para penjaga kerajaan untuk turun tangan dan mereka (para pangeran) ditangkap dan dimasukkan ke penjara al-Hayer untuk dipersiapkan menghadapi persidangan pengadilan," tambah Sabq.

Sabq mengatakan bahwa para petugas yang menangkap para pangeran itu merupakan bagian dari sebuah unit beranggotakan lebih dari 5.000 personel yang terhubung dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Sang putra mahkota adalah sosok yang sedang memimpin gerakan reformasi. Gerakan itu antara lain telah mengepung lebih dari 200 pejabat tinggi, termasuk sejumlah anggota keluarga kerajaan yang dicurigai melakukan korupsi.

Media daring tersebut tidak memberikan rincian soal identitas para pangeran yang ditahan namun mengatakan bahwa pemimpin kelompok pangeran pemrotes itu berinisial S.A.S.

"Semua orang sama kedudukannya di depan hukum dan siapa pun yang tidak menjalankan peraturan dan perintah akan diadili, tidak peduli siapa pun dia," tambah laman media itu.[]


Editor. Ainurrahman

Sumber. ANTARA

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Perkuat Koopssusgab, Panglima TNI Dorong Pemerintah Keluarkan PP

Jumat, 25 Mei 2018 02:30 WIB

Pemerintah akan diminta secepatnya mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) untuk memperkuat peran Koopssusgab.


Israel Berencana Bangun 2.500 Rumah Baru di Tepi Barat

Jumat, 25 Mei 2018 02:00 WIB

Israel berencana meminta persetujuan dewan perencana daerah untuk pembangunan sekitar 2.500 rumah baru di Tepi Barat.


AS Prihatin Penangkapan Sejumlah Aktivis di Arab Saudi

Jumat, 25 Mei 2018 01:05 WIB

Amerika Serikat (AS) prihatin terjadinya penangkapan sejumlah aktivis perempuan.


Berompi Oranye, Bupati Buton Selatan Resmi Ditahan Sebagai Tersangka Suap

Jumat, 25 Mei 2018 00:44 WIB

KPK resmi menahan bupati Buton Selatan, Ahmad Feisal Hidayat.


Survei IDM: Di Tahun 2019, Elektabilitas Prabowo Lampaui Jokowi

Jumat, 25 Mei 2018 00:40 WIB

Survei IDM menyebut bahwa sebanyak 50,1 persen akan memilih Prabowo dan 29,8 persen bakal memiliki Joko Widodo.


ZTE Terancam Denda Sebesar Rp18,5 T oleh Trump

Jumat, 25 Mei 2018 00:35 WIB

Denda ini adalah konsekuensi dari aturan ketat yang dibuat Pemerintah AS.


Arab Saudi Bebaskan Satu Aktivis Perempuan

Jumat, 25 Mei 2018 00:20 WIB

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi membebaskan tokoh pegiat hak perempuan.


DPR Minta Semua Pihak Intensifkan Kerja Sama Berantas Narkoba

Jumat, 25 Mei 2018 00:00 WIB

Kerja sama semua pihak di tempat-tempat peredaran narkoba, baik di darat, laut, dan udara harus semakin diintensifkan.


Tim Thomas Indonesia Lawan China di Babak Semifinal

Kamis, 24 Mei 2018 23:35 WIB

Indonesia bersiap melawan China di babak semifinal Piala Thomas 2018, pada Jumat (25/5) besok.


Ini Kata Kostrad Soal Dugaan Anggotanya Terlibat Perampokan

Kamis, 24 Mei 2018 23:15 WIB

Pihak Kostrad masih belum bisa memberikan informasi lebih lanjut terkait kabar adanya penangkapan terhadap salah satu oknum anggotanya.


Imbangi Persela, Barito Duduki Peringkat Dua Klasemen

Kamis, 24 Mei 2018 23:05 WIB

Barito Putera mengumpulkan 17 poin dari sepuluh laga. Adapun, Persela tetap bercokol di posisi ketujuh dengan 14 poin.


Fahri Dilarang Ceramah di UGM, Pakar Tata Negara: Tindakan Konyol Istana

Kamis, 24 Mei 2018 23:00 WIB

Pelarangan Fahri Hamzah untuk menyampaikan cermah di kampus UGM Yogjakarta sebagai tindakan konyol.


Percepat Kemandirian Bangsa, Kemendes Luncurkan Akademi Desa 4.0

Kamis, 24 Mei 2018 22:54 WIB

Akademi Desa 4.0 melakukan standardisasi pembelajaran pembangunan desa di Indonesia.


Disdagin Depok Himbau Pengusaha Tetapkan Harga Jual Pangan Sesuai Ketetapan Pemerintah

Kamis, 24 Mei 2018 22:45 WIB

Disdagin Kota Depok pastikan agar selama Ramadan ini harga daging, daging ayam dan telur tidak melampau dari ketetapan Pemerintah


Kemenangan Jonatan Bawa Tim Thomas Indonesia Unggul

Kamis, 24 Mei 2018 22:35 WIB

Indonesia unggul 2-1 atas Malaysia.