News / Politik / Berita
Kaleidoskop 2017

Kritikan Fadli Zon Terhadap Kebijakan Luar Negeri Presiden Jokowi di Tahun 2017

akurat logo
Dedi Ermansyah
Senin, 01 Januari 2018 11:01 WIB
Share
 
Kritikan Fadli Zon Terhadap Kebijakan Luar Negeri Presiden Jokowi di Tahun 2017
Fadli Zon saat tiba di Monas untuk mengikuti acara Reuni 212. AKURAT.CO/Arief Munandar

AKURAT.CO, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPR RI Fadli Zon mengkritik kebijakan luar negeri Presiden Joko Widodo (Jokowi) sepanjang tahun 2017.

Menurutnya, kebijakan Luar Negeri Indonesia sepanjang 2017 kurang terarah dan minimalis. Hal tersebut akibat tak adanya perencanaan yang matanng dan artikulasi diplomasi pro-rakyat yang tak terencana baik. Sehingga berakibat pada pudarnya peran Indonesia dalam forum-forum multilateral.

“Pendekatan diplomasi pro-rakyat, yang diusung Presiden Jokowi, dalam implementasinya justru mempersempit ruang manuver politik luar negeri Indonesia," ujar Fadli dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co, Senin (1/1).

Padahal, lanjut dia, doktrin politik bebas aktif yang tercantum dalam UU 37 tahun 1999, telah membuka ruang gerak yang luas bagi Indonesia dalam membangun hubungan ke luar.

“Dalam konteks ini, salah satu catatan khusus yang serius adalah absennya Presiden Jokowi tiga kali berturut-turut dalam Sidang Majelis Umum PBB," ujarnya.

Menurut Wakil Ketua DPP Gerindra ini, sikap tersebut bentuk diplomasi yang keliru. Bahkan, jargon diplomasi pro-rakyat yang lebih inward looking tak bisa dijadikan pembenaran sikap Presiden Jokowi yang selalu absen di Sidang Majelis Umum PBB itu.

"Sebagai presiden negara besar, Presiden Jokowi harus menjadikan momen tersebut sebagai agenda prioritas mewakili Indonesia di Sidang Majelis Umum PBB. Apalagi, Indonesia tengah berjuang menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Jika Presiden tidak aktif, bagaimana Indonesia diperhitungkan?," tukasnya.

Fadli memandang, dalam politik luar negeri, ada hal-hal khusus yang hanya bisa dijalankan Presiden. Sehingga Presiden tak bisa menyerahkan sepenuhnya urusan luar negeri kepada kementerian atau kantor perwakilan.

“Pudarnya peran Indonesia di panggung global juga terlihat dalam penanganan krisis Rohingya. Meski secara bilateral Indonesia berperan aktif, namun peran yang diambil masih normatif. Padahal, Indonesia memiliki modal kepemimpinan alami di ASEAN," kritiknya.

Seharusnya, kata dia, Indonesia bisa menjadi pionir dan leader yang mendorong isu Rohingya agar disikapi secara kolektif oleh ASEAN.

Namun faktanya, pemerintah kita gagal memanfaatkan forum ASEAN tersebut. ASEAN hanya menjadi forum arisan dan dimanfaatkan oleh negara-negara kecil tetangga kita untuk masuk pasar bersama.

Selain itu, kelemahan kepemimpinan Indonesia di mata internasional juga terlihat dalam penyikapan krisis Yerusalem.

"Lagi-lagi, terhadap krisis Palestina yang dipicu oleh pengakuan sepihak AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel, sikap yang ditunjukan pemerintah masih terlampau normatif. Tidak mencerminkan profil sebagai negara muslim terbesar dan negara demokrasi ketiga terbesar di dunia," katanya.

Dengan profil yang saat ini dimiliki Indonesia, seharusnya Presiden Jokowi dapat mengambil momentum tersebut sebagai negara pengundang KTT khusus OKI untuk diselenggarakan di Jakarta.

"Namun langkah kita justru kalah dengan Turki, Iran atau negara lainnya," tuturnya.[]


Editor. Iwan Setiawan

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Bejat! Bapak Ajak Anak Tuk Bunuh Pejalan Kaki

Minggu, 21 Januari 2018 04:03 WIB

Polda Sumut tangkap 3 pelaku pembunuhan di Dusun I Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai.


Polisi Batalkan Transaksi Narkoba Jenis Sabu di Sumenep

Minggu, 21 Januari 2018 03:32 WIB

Barang bukti berupa sabu-sabu yang disita dari tersangka tersebut sekitar 0,25 gram.


BPBD Lebak Imbau Masyarakat Waspada Angin Kencang

Minggu, 21 Januari 2018 03:05 WIB

BPBD mengimbau masyarakat mewaspadai angin kencang setelah sepekan terakhir ini sejumlah rumah rusak.


Prihatin, Pelajar SMP Pesta Minuman Keras di Kalteng

Minggu, 21 Januari 2018 02:28 WIB

Polsek Baamang mengamankan sembilan pelajar di sebuah rumah di Jalan Wengga Metropolitan III, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang.


Zulhas Klaim 8 Fraksi DPR Setuju Miras Dijual di Warung-warung

Minggu, 21 Januari 2018 02:02 WIB

Sekarang ini sudah ada delapan partai politik di DPR RI yang menyetujui minuman keras dijual di warung-warung.


PDIP Utamakan Sihar Sitorus, Djarot Tak Diikutikan dalam Sekolah Kepemimpinan

Minggu, 21 Januari 2018 01:31 WIB

PDIP bakal ikutkan Sihar Sitorus dalam sekolah kepemimpinan.


KPU Nyatakan Berkas Pendaftaran Khofifah dan Emil Lengkap

Minggu, 21 Januari 2018 01:05 WIB

Hari ini tim 'liaison officer' (penghubung) untuk pasangan Khofifah-Emil sudah mengumpulkan semua berkas pendaftaran.


Tepis Ujaran Zulhas Soal LGBT, PPP: Jangan Jadi Pencitraan Politik

Minggu, 21 Januari 2018 00:32 WIB

Mari isu LGBT jangan hanya jadi jualan atau pencitraan politik saja.


Anti Klimaks, Arsenal Tak Bisa Tambah Angka di Babak Kedua

Minggu, 21 Januari 2018 00:12 WIB

Dengan hasil ini, Arsenal telah mengoleksi 39 poin dari 23 laga.


Jokowi Pamer Motor Barunya di Twitter

Minggu, 21 Januari 2018 00:04 WIB

Membeli motor tersebut salah satu upaya dalam mendukung inovasi dan kreatifitas pemuda dan industri di Indonesia.



Firman Soebagyo Sebut Ujaran Ketua MPR Berpotensi Bikin Gaduh

Sabtu, 20 Januari 2018 23:18 WIB

Kami sampaikan kepada publik bahwa DPR RI belum ada rencana pembahas RUU LGBT.


BABAK I: Arsenal Belum Selesai, 4 Gol di Babak Pertama Hanyalah Pembuka

Sabtu, 20 Januari 2018 23:11 WIB

Monreal membuka keunggulan Arsenal dengan tandukannya di menit keenam sebelum empat menit berselang Iwobi menggandakan keunggulan.



BABAK I: Turunkan Skuat Terbaik, Manchester United Tak Bisa Berkutik

Sabtu, 20 Januari 2018 22:57 WIB

Pogba yang mendampingi Matic dan Mata di lini tengah, memang tampak memiliki peran besar di laga ini.