image image

Pembenahan Alutsista TNI dalam Pandangan Susaningtyas Kertopati

Deni Muhtarudin

Image

Pengamat militer dan intelijen yang juga dosen intelijen maritim di Universitas Pertahanan (Unhan), Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati. | AKURAT.CO/Deni Muhtarudin

AKURAT.CO, Tiga tahun Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) sektor pertahanan dan keamanan, masih banyak yang perlu dibenahi.

Mulai dari modernisasi Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista), hingga strategi pertahanan yang dapat menunjang visi 'Poros Maritim Dunia'.

Untuk itu, Pengamat Intelijen dan Militer dari Universitas Pertahanan (Unhan) Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati menyarankan pembenahan di berbagai sektor pertahanan tanah air.

baca juga:

Berikut petikan wawancara AKURAT.CO dengan perempuan yang akrab disapa Nuning itu:

1.Apa saja yang perlu dibenahi ke depan terkait Alutsista kita?

Pembenahan Alutsista TNI terbagi dalam dua program, untuk Alutsista yang dimiliki sebelum Minimum Essential Force (MEF) ditetapkan pemerintah dan setelah MEF berjalan. Alutsista sebelum MEF dibenahi untuk mempertahankan life cyrcle agar tetap dapat digunakan sesuai pasokan rantai logistik dan keahlian prajurit TNI yang mengawaki Alutsista tersebut. 

Dari analisa Operation Research, biasanya pembenahan Alutsista tersebut dituntut mencapai level yang Maximin, yaitu yang maksimal dan semua kondisi minimal. Sedangkan Alutsista yang pengadaannya setelah MEF berlaku, pembenahannya diutamakan untuk interoperability dan communability.

2. Apa yang dimaksud dengan pembenahan Interoperability dan Communability?

Pembenahan yang bersifat interoperability agar seluruh Alutsista ketiga matra dapat digunakan secara terintegrasi. Contohnya, meskipun jenis alat komunikasi yang diadakan oleh masing-masing angkatan berbeda tetapi tetap terintegral ke dalam sistem komunikasi ketika operasi gabungan digelar.

Pembenahan yang bersifat communability agar suku cadang dan/atau logistik Alutsista yang diadakan oleh suatu angkatan dapat memenuhi kebutuhan angkatan lainnya. Contoh, suku cadang tank milik Angkatan Darat dapat digunakan oleh panser Korps Marinir.

Amunisi meriam kaliber 40 mm Angkatan Laut dapat mendukung kebutuhan pesawat tempur Angkatan Udara. Menggunakan Operation Research, maka pembenahan Alutsista tersebut dituntut mencapai level yang Minimax, yaitu yang minimal dari semua kondisi maksimal.

Pada prinsipnya pembenahan Alutsista sebelum MEF ditujukan untuk efisiensi, sedangkan pembenahan Alutsista setelah MEF ditujukan untuk optimalisasi (efektif dan efisien).

3. Jika begitu, apakah harus ada peningkatan kemampuan prajurit dari ketiga angkatan agar dapat menunjang pembenahan tersebut?

Pembenahan Alutsista TNI setelah MEF memang membutuhkan profesionalitas prajurit TNI dari ketiga angkatan yang terintegrasi. Artinya, sistem pendidikan dan latihan prajurit TNI harus dibenahi sesuai dengan operational requirement dan technical specification Alutsista yang diadakan setelah MEF.

Diklat TNI harus menerapkan standar dan kriteria profesionalitas prajurit TNI yang baru sesuai parameter Alutsista yang terintegrasi. Pembenahan Alutsista yang terintegrasi dan pembenahan kompetensi dan kapasitas tempur prajurit TNI sesuai Alutsista baru tersebut berujung pada pembenahan organisasi TNI.

4.Bagaimana cara meningkatkan kemampuan prajurit dari ketiga angkatan sehingga dapat terintegrasi satu sama lainnya?

Organisasi TNI dapat dibenahi agar benar-benar berada kondisi siap-siaga tempur. Dari perspektif ilmu pertahanan, maka tuntutan kondisi tersebut harus dijawab dengan menganalisa sejauhmana efektifitas dan efisiensi organisasi TNI saat kondisi perang atau saat operasi gabungan berlangsung.

Jadi, organisasi tempur TNI adalah organisasi yang bersifat permanen dan bukannya organisasi bentukan (ad hoc). Organisasi TNI tidak berubah baik pada masa damai maupun pada masa perang. Idealnya organisasi TNI adalah organisasi tempur permanen yang dapat digunakan secara optimal pada masa damai sekaligus pada masa perang. Pembenahan organisasi TNI adalah konsekuensi logis dari pembenahan Alutsista TNI.

5. Dukungan seperti apa yang perlu dipersiapkan untuk melakukan pembenahan dan peningkatan kemampuan prajurit TNI?

Tuntutan terhadap profesionalitas TNI menuntut pemerintah untuk memenuhi kebutuhan asasi TNI. Pemerintah harus melengkapi TNI dengan peralatan tempur modern agar seimbang dengan kompetensi prajurit TNI.

Pemerintah dapat memenuhi kebutuhan fasilitas dan sarana-prasarana untuk menyelenggarakan pendidikan dan latihan. Pemerintah dapat menyediakan alokasi anggaran sesuai Benefit-Cost Analysis antara tugas TNI dan dukungan logistiknya. 

Pada intinya, jangan sampai tuntutan terhadap kompetensi prajurit TNI tidak seimbang risiko yang dihadapi di medan tugas.

Sebagai contoh, tunjangan kinerja TNI seharusnya mendapat alokasi yang paling tinggi karena adanya risiko kematian. Risiko kematian prajurit militer lazim digunakan dalam perhitungan gaji atau tunjangan lain.

6. Ke depan, langkah apa saja yang diperlukan oleh pertahanan Indonesia dalam menghadapi respon ancaman yang kian strategis?

Pertama, salah satu parameter yang menentukan kekuatan pertahanan maritim tersebut adalah kemampuan pendeteksian serta memberikan reaksi terhadap ancaman secara efektif dan efisien, Intelijen Maritim sebagai first line of defense.

Kedua, Network Centric Warefare (NCW). Perwujudan Single Agency-Multi Task yang terintegrasi, efisien dan terpadu untuk memudahkan koordinasi dalam pengumpulan data dan respon terhadap ancaman, menghindari adanya ego sektoral.

Ketiga, perlunya transformasi Intelijen AL (Naval Intelligence) yang terbatas pada dimensi pengamanan dan sektoral menjadi Intelijen Maritim yang mampu menyediakan informasi menyeluruh kepada pemangku kepentingan maritim nasional (lintas sektoral).

7. Apa harapannya terkait bidang militer dan pertahanan Indonesia di 2018 nanti?

Organisasi TNI dapat dibenahi agar benar-benar berada dalam kondisi siap-siaga tempur. Dari perspektif ilmu pertahanan, maka tuntutan kondisi tersebut harus dijawab dengan menganalisa sejauhmana efektifitas dan efisiensi organisasi TNI saat kondisi perang atau saat operasi gabungan berlangsung.

Jadi, organisasi tempur TNI adalah organisasi yang bersifat permanen dan bukannya organisasi bentukan (ad hoc). Organisasi TNI tidak berubah baik pada masa damai maupun pada masa perang. Idealnya organisasi TNI adalah organisasi tempur permanen yang dapat digunakan secara optimal pada masa damai sekaligus pada masa perang. Pembenahan organisasi TNI adalah konsekuensi logis dari pembenahan Alutsista TNI.[]

Editor: Ridwansyah Rakhman

berita terkait

Image

News

Kasus Rizieq Shihab di-SP3, Ruhut: Bahan Dagangannya Mendadak Hilang untuk Jualan Pilpres 2019

Image

News

Idul Fitri 2018

Di Solo, Jokowi Pilih Blusukan ke Rumah Warga untuk Silaturahmi Lebaran

Image

News

Idul Fitri 2018

Pererat Kerjasama TNI-DPR, Bamsoet Sambangi Kediaman Panglima TNI

Image

News

Lima Anggota TNI Korban Penembakan KKSB Dievakuasi Ke Jayapura

Image

News

Bamsoet Puji Langkah TNI Gagalkan Penyelundupan 14 Ribu Botol Miras

Image

News

India Kembali Gelar Operasi Militer di Kashmir

terkini

Image
News

Soal Netralitas Iriawan di Jabar, PKB: Waktu yang Akan Membuktikan

"Suara masyarakat yang cukup kritis atas hal ini juga perlu diperhatikan demi menjaga kualitas hasil pilkada"

Image
News

Kamboja Yakin Indonesia Akan Perjuangkan Perdamaian Sebagai DK PBB

"Selamat atas terpilih Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB"

Image
News

Basarnas Gorontalo Berhasil Evakuasi KLM Bina Harapan

"Kami menemukan kapal tersebut terombang-ambing, dan setelah berkoordinasi dengan nahkoda kapal, maka kita tarik agar tidak terbawa arus"

Image
News

Relawan: 300 Pendaki Masih Terjebak di Gunung Lawu

Ratusan pendaki tersebut terjebak pada saat kebakaran hutan pinus di wilayah Argo Tiling petak 63 RPH Nglerak

Image
News

Pilkada Makassar Jadi Salah Satu Fokus Pengawasan Bawaslu

Pengawasan tersebut lantaran khawatir terjadi kecurangan saat pencoblosan pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

Image
News

Nasdem Dukung Hak Angket Pengangkatan Komjen Iriawan

"Penggunaan hak interpelasi atau angket terbatas tersebut berupa permintaan keterangan dan penyelidikan terbatas untuk tindakan koreksi"

Image
News

Tergelincir, Satu Wisatawan Tewas di Air Terjun Pongkar Riau

"Korban tenggelam saat berenang pada Selasa sekitar pukul 13.30 WIB"

Image
News

Warga Lombok Barat Dibuat Resah Oleh Kemunculan Buaya

Saat ini, warga sedang melakukan perburuan agar bisa menangkap buaya tersebut.

Image
News
Pilkada Serentak 2018

KPU Sitaro: Mari Kita Sukseskan Pilkada Serentak di Daerah Kita

"Datang dan gunakan hak pilih, karena suara yang diberikan ini, akan menentukan nasib Kabupaten Kepulauan Sitaro sampai 5 tahun kedepan"

Image
News
Mudik Lebaran 2018

Arus Balik, 1.747 Orang Menyebrang di Pelabuhan Ro-Ro Bengkalis

Selain itu, juga terdata 568 sepeda motor, 23 truk dan 138 mobil penumpang menyeberang.

Image
News

Satu Arah Diberlakukan, LMS Buka Semua GT Arah Jakarta

"Kita tutup semua gardu yang mengarah ke Jawa Tengah dan di GT Palimanan arah Jakarta kita buka 23 gardu"

Image
News

Rekor, 68,5 Juta Orang Mengungsi

Namun sekitar 70 persen jumlah pengungsi itu hanya dari 10 negara.

trending topics

terpopuler

  1. Imbas Diberlakukan One Way, Banyak Kendaraan Terjebak Macet di Tol JORR Hingga Berjam-jam

  2. H+3 Arus Balik Lebaran, Sebanyak 90.000 Kendaraan Telah Kembali ke Jakarta

  3. Lokasi Tenggelam Kapal KM Sinar Bangun Tidak Jauh dari Pelabuhan Tigaras

  4. Pengamat Ungkap Sosok Cawapres Jokowi yang Direstui Megawati

  5. Begini Kronologis Tenggelamnya KM Sinar Bangun

  6. Ketauan Nyolong Parfum, Pria Pengangguran Ini Digiring Polisi

  7. Mantan Ibu Negara AS Laura Bush: Kebijakan Pemisahan Trump Kejam

  8. Tentara Libya Tangkap Pentolan Al Qaeda Setelah Kehabisan Amunisi

  9. Bocah Sembilan Tahun Jadi Korban Pelemparan Batu di Depok

  10. "Perang" Saudi vs Qatar Melebar ke Piala Dunia 2018

fokus

Idul Fitri 2018
Mudik Lebaran 2018
Piala Dunia Rusia 2018

kolom

Image
Ujang Komarudin

Kembali ke Fitri

Image
Mohammad Saihu

"On the track" bagi Pencari Keadilan Pemilu

Image
Damhuri Muhammad

Yudi Latif dan Kuliah Umum tentang Keadilan

Image
Imam Shamsi Ali

Puasa Ramadan (Bagian 21)

Wawancara

Image
News

Hari Kartini

Sehebat Apapun Wanita, Jangan Lupakan Kodratnya!

Image
News

Ariani Soekanwo, Tunanetra Pejuang Hak Politik Disabilitas

Image
News

Pembenahan Alutsista TNI dalam Pandangan Susaningtyas Kertopati

Sosok

Image
News

Idul Fitri 2018

8 Kali Puasa dan 8 Kali Lebaran, Polisi Ini Selalu Berada di Jalanan

Image
News

Berpangkat Kompol, Ahrie Sonta Sandang Gelar Doktor

Image
News

Jejak - jejak Dawam Rahardjo Semasa Hidup