News / Hukum / Berita

Mengadu ke ORI, ICJR Kritik Prosedur Tembak Mati Pengedar Narkotika

akurat logo
Bayu Primanda
Selasa, 19 September 2017 15:46 WIB
Share
 
Mengadu ke ORI, ICJR Kritik Prosedur Tembak Mati Pengedar Narkotika
Ilustrasi. AKURAT.CO/Lukman Hakim Naba

AKURAT.CO, Menanggapi adanya aduan terkait prosedur tembak mati tempat terhadap para terduga sindikat narkoba membuat Ombudsman Republik Indonesia menggelar audiensi terkait hal tersebut.

Hadir dalam acara audiensi ini yakni, sejumlah organisasi atau LSM sebagai pihak pengadu dan kepolisian dari pihak Inspektur Pengawas Umum dan Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim sebagai pihak yang diadukan.

Sebagai perwakilan dari Polri hadir seorang Wakil Kepala Irwasum Polri Irjen Ketut Yoga dan jajarannya, berhadapan dengan sejumlah LSM yang mengadukan soal prosedur tembak mati di tempat.

Dalam kesempatan ini, Peneliti Institute for Crime Justice Reform (ICJR) Erasmus Napitupulu mempertanyakan soal prosedur tembak mati terhadap terduga pengedar narkotika.

"Konteksnya apakah memang polisi melakukan itu tujuannya untuk mengungkap kasus atau mengeliminasi pelaku kejahatan," kata Erasmus, dalam audiensi di kantor Ombudsman RI, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (19/9).

Menurut Erasmus, berdasarkan telaahnya terhadap Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2009, yang mengatur tentang ketentuan penggunaan senjata api oleh petugas, penggunaan senjata api hanya boleh dilakukan ketika keselamatan petugas atau masyarakat terancam.

Ia pun mengkritisi soal penembakan oleh petugas dalam konteks karena terduga pelaku melarikan diri saat operasi dilakukan. Menurutnya, jika hanya terduga pelaku melarikan diri dan masih dimungkinkan untuk dilakukan pengejaran, tidak perlu adanya penembakan.

Tapi, Erasmus justru menyatakan bahwa penembakan terjadi bukan karena adanya ancaman keselamatan justru lantaran sang pelaku hanya ingin melarikan diri saat proses penangkapan terjadi.

"Saya takut nanti hanya melarikan diri saja, ditembak," ujar Erasmus.

Ia pun menyinggung kasus penembakan misterius (petrus) yang sempat heboh pada masa Orde Baru. Ia berharap kejadian yang oleh Komnas HAM disebut pelanggaran HAM berat itu tidak terulang.

Namun, Erasmus mengatakan bahwa dengan aduannya ke Ombudsman ini bukan dalam rangka pihaknya yang menyatakan pelarangan prosedur penembakan oleh aparat atau membela pelaku kejahatan.

"Tapi kita ingin aparat penegak hukum kita lebih profesional," ujar Erasmus.

Sementara itu, dari pihak LBH Masyarakat, Yohan Misero, khawatir upaya tembak di tempat dapat membahayakan keselamatan masyarakat lantaran proses penagkapan kerap kali dilakukan di tengah lokasi yang banyak orang.

"Di Filipina ada kasus salah tembak (korbannya) sipil, dan ada anak kecil," ujar Yohan.

Menurut Yohan, alangkah baiknya terduga pelaku narkoba dapat ditangkap hidup, sehingga petugas bisa mengekplorasi jaringannya. Ia menyayangkan kasus penembakan terduga pengedar narkoba warga negara Taiwan, pada kasus 1 ton sabu di Pantai Anyer, Serang, Banten. Padahal, kalau ditangkap hidup, jaringan narkobanya dapat diungkap. []‎


Editor. Ainurrahman

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Bejat! Bapak Ajak Anak Tuk Bunuh Pejalan Kaki

Minggu, 21 Januari 2018 04:03 WIB

Polda Sumut tangkap 3 pelaku pembunuhan di Dusun I Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai.


Polisi Batalkan Transaksi Narkoba Jenis Sabu di Sumenep

Minggu, 21 Januari 2018 03:32 WIB

Barang bukti berupa sabu-sabu yang disita dari tersangka tersebut sekitar 0,25 gram.


BPBD Lebak Imbau Masyarakat Waspada Angin Kencang

Minggu, 21 Januari 2018 03:05 WIB

BPBD mengimbau masyarakat mewaspadai angin kencang setelah sepekan terakhir ini sejumlah rumah rusak.


Prihatin, Pelajar SMP Pesta Minuman Keras di Kalteng

Minggu, 21 Januari 2018 02:28 WIB

Polsek Baamang mengamankan sembilan pelajar di sebuah rumah di Jalan Wengga Metropolitan III, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang.


Zulhas Klaim 8 Fraksi DPR Setuju Miras Dijual di Warung-warung

Minggu, 21 Januari 2018 02:02 WIB

Sekarang ini sudah ada delapan partai politik di DPR RI yang menyetujui minuman keras dijual di warung-warung.


PDIP Utamakan Sihar Sitorus, Djarot Tak Diikutikan dalam Sekolah Kepemimpinan

Minggu, 21 Januari 2018 01:31 WIB

PDIP bakal ikutkan Sihar Sitorus dalam sekolah kepemimpinan.


KPU Nyatakan Berkas Pendaftaran Khofifah dan Emil Lengkap

Minggu, 21 Januari 2018 01:05 WIB

Hari ini tim 'liaison officer' (penghubung) untuk pasangan Khofifah-Emil sudah mengumpulkan semua berkas pendaftaran.


Tepis Ujaran Zulhas Soal LGBT, PPP: Jangan Jadi Pencitraan Politik

Minggu, 21 Januari 2018 00:32 WIB

Mari isu LGBT jangan hanya jadi jualan atau pencitraan politik saja.


Anti Klimaks, Arsenal Tak Bisa Tambah Angka di Babak Kedua

Minggu, 21 Januari 2018 00:12 WIB

Dengan hasil ini, Arsenal telah mengoleksi 39 poin dari 23 laga.


Jokowi Pamer Motor Barunya di Twitter

Minggu, 21 Januari 2018 00:04 WIB

Membeli motor tersebut salah satu upaya dalam mendukung inovasi dan kreatifitas pemuda dan industri di Indonesia.



Firman Soebagyo Sebut Ujaran Ketua MPR Berpotensi Bikin Gaduh

Sabtu, 20 Januari 2018 23:18 WIB

Kami sampaikan kepada publik bahwa DPR RI belum ada rencana pembahas RUU LGBT.


BABAK I: Arsenal Belum Selesai, 4 Gol di Babak Pertama Hanyalah Pembuka

Sabtu, 20 Januari 2018 23:11 WIB

Monreal membuka keunggulan Arsenal dengan tandukannya di menit keenam sebelum empat menit berselang Iwobi menggandakan keunggulan.



BABAK I: Turunkan Skuat Terbaik, Manchester United Tak Bisa Berkutik

Sabtu, 20 Januari 2018 22:57 WIB

Pogba yang mendampingi Matic dan Mata di lini tengah, memang tampak memiliki peran besar di laga ini.